Jombang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan biaya pendidikan afirmasi senilai Rp112 juta kepada 112 pelajar SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Jombang.
Penyerahan bantuan berlangsung di SMKN 3 Jombang, Jumat (29/8/2026). Masing-masing pelajar menerima bantuan pendidikan sebesar Rp1 juta serta sepasang sepatu. Dari total penerima, sebanyak 30 merupakan murid SLB, 26 murid SMA, dan 56 murid SMK.
Khofifah mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan.
Menurut dia, pemerintah berupaya memastikan tidak ada pelajar yang terpaksa berhenti sekolah karena terkendala kebutuhan penunjang pendidikan.
“Kita keliling di banyak daerah karena ada sekitar 50.000 anak-anak SLB, SMA, dan SMK yang mendapatkan support beasiswa afirmasi. Satu murid mendapatkan Rp1 juta. Harapannya tidak ada anak-anak yang kemudian berhenti sekolah di tengah jalan,” kata Khofifah dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).
Dia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban kebutuhan pendidikan yang masih ditanggung keluarga, khususnya dari kalangan kurang mampu.
“Insha Allah dengan bantuan biaya ini bisa membantu meringankan kebutuhan pendidikan para murid. Termasuk dari BPOPP bisa meringankan beban murid yang dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Khofifah menegaskan, pendidikan tidak semata-mata tentang penguasaan ilmu pengetahuan di ruang kelas. Pendidikan juga menjadi sarana untuk mengembangkan potensi, keterampilan, karakter, kemandirian, kreativitas, hingga kemampuan beradaptasi.
Karena itu, dia meminta bantuan tersebut tidak hanya dilihat dari nominal yang diterima. Di balik bantuan itu, terdapat cita-cita pelajar yang perlu dijaga dan perjuangan orang tua yang perlu didukung.
“Pendidikan harus menjadi jalan bagi setiap anak untuk tumbuh sesuai potensi yang dimilikinya,” tegasnya.
Khofifah juga mendorong satuan pendidikan di Jombang agar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Sekolah, kata dia, harus mampu membentuk peserta didik yang terampil, mandiri, kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Di tengah perubahan dunia yang semakin cepat, pendidikan harus mampu membekali anak-anak kita bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga keterampilan, karakter, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi,” katanya.
Menurut Khofifah, sekolah harus menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar bekerja sama, berinovasi, mengelola potensi, memecahkan persoalan, sekaligus membangun kemandirian.
Di Jombang saat ini terdapat 133 satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB. Rinciannya, 45 SMA, 72 SMK, dan 16 SLB.
Ekosistem pendidikan tersebut juga telah melahirkan berbagai prestasi. Tercatat, murid SMA, SMK, dan SLB di Jombang telah meraih 193 prestasi, terdiri dari 69 prestasi tingkat internasional dan 124 prestasi tingkat nasional.
Khofifah mengapresiasi capaian tersebut. Dia menilai prestasi di tingkat nasional maupun internasional menjadi bukti bahwa pelajar Jombang memiliki kecerdasan dan keterampilan yang mampu bersaing di level lebih tinggi.
“Apresiasi ini kita berikan kepada anak-anak yang sudah menjadi juara, baik nasional maupun internasional. Kita bisa bayangkan bahwa anak-anak ini memiliki kecerdasan, keterampilan, dan skill yang luar biasa,” ujarnya.
Khofifah meminta prestasi tersebut dikawal secara serius oleh guru dan satuan pendidikan. Tujuannya agar prestasi yang diraih dapat menjadi pintu masuk bagi pelajar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.
“Ini sebetulnya menjadi pintu pembuka untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi. Ini yang harus dikawal oleh para guru supaya mereka nanti betul-betul bisa masuk pada perguruan tinggi yang diharapkan dan menjadi pembuka pintu tercapainya cita-cita mereka,” katanya.
Dia menambahkan, pelajar yang meraih medali emas dalam kompetisi nasional telah memiliki peluang memperoleh beasiswa melalui jalur prestasi. Peluang tersebut semakin terbuka bagi mereka yang mampu menorehkan prestasi di tingkat internasional.
“Anak-anak yang mendapatkan gold medal nasional itu sudah punya peluang untuk mendapatkan beasiswa jalur prestasi, apalagi yang internasional,” ujarnya.
Menurut Khofifah, capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras pelajar, pendampingan guru, dukungan orang tua, serta ekosistem pendidikan yang dibangun bersama.
Dia pun berpesan kepada pelajar berprestasi agar tidak cepat berpuas diri. Prestasi yang telah diraih harus menjadi pijakan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.
“Jangan berhenti pada capaian hari ini. Jadikan setiap prestasi sebagai motivasi untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan meraih pencapaian yang lebih tinggi,” tuturnya.
Kepada para penerima bantuan dan pelajar berprestasi, Khofifah juga berpesan agar terus belajar dan berani bermimpi besar.
“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, dan prestasi bukan alasan untuk cepat berpuas diri,” tegas Khofifah.
Dia berharap bantuan pendidikan afirmasi dan apresiasi terhadap prestasi tersebut dapat semakin memotivasi peserta didik untuk terus belajar, berprestasi, serta mengembangkan potensi.
“Pemprov Jatim akan terus mendorong pendidikan yang berkualitas dan inklusif serta membuka kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk tumbuh menjadi generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga menyerahkan sembako kepada orang tua murid penerima bantuan afirmasi. Sembako dan santunan turut diberikan kepada petugas kebersihan serta penjaga sekolah di SMKN 3 Jombang sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendukung lingkungan pendidikan.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful