Sidoarjo – Ketua Umum KONI Kabupaten Sidoarjo Muhammad Rafi Wibisono mulai menggeber pembenahan internal organisasi. Persiapan menghadapi Porprov Jatim X 2027 tak ingin hanya berorientasi pada target medali, tetapi juga membangun sistem pembinaan atlet yang terukur dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Rafi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) KONI Sidoarjo, Selasa (8/9/2026). Rakor menjadi salah satu langkah awal kepengurusan baru setelah Rafi terpilih secara aklamasi dalam Musorkablub KONI Sidoarjo pada 26 Agustus 2026.
Dalam rakor tersebut, sejumlah agenda pembenahan mulai dipetakan. Mulai dari organisasi, cabang olahraga (cabor), pembinaan atlet, hingga persiapan menuju Porprov Jatim X 2027 di Surabaya.
Langkah pertama yang akan dilakukan yakni memanggil seluruh cabor. KONI Sidoarjo ingin memetakan kondisi masing-masing cabor secara detail.
Pemetaan meliputi jumlah dan potensi atlet, kualitas pelatih, program latihan, peluang perolehan medali, sarana-prasarana, hingga berbagai persoalan yang selama ini menjadi kendala.
“Setiap cabor harus kita petakan. Kita ingin tahu kekuatan dan kekurangannya. Dari situ baru kita tentukan langkah pembinaannya,” ujar Rafi dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab). Rafi menegaskan Puslatkab tidak sekadar menjadi tempat atlet berlatih, tetapi harus menjadi sistem pembinaan dengan target dan indikator yang jelas.
Menurutnya, waktu menuju Porprov Jatim X 2027 harus dimanfaatkan secara maksimal. KONI tidak ingin persiapan baru dikebut ketika pertandingan sudah semakin dekat.
Pembinaan atlet, kata dia, harus dimulai sejak sekarang. Termasuk mengidentifikasi nomor pertandingan yang memiliki peluang menyumbangkan medali serta atlet yang memiliki prospek besar untuk diprioritaskan dalam program latihan.
Pembenahan pembinaan prestasi juga akan diperkuat dengan pendekatan sport science. Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Sidoarjo diarahkan meningkatkan kapasitas pelatih melalui tes dan pengukuran.
Dengan pendekatan tersebut, perkembangan atlet diharapkan dapat dibaca berdasarkan data. Kondisi fisik, performa, kebutuhan latihan, hingga evaluasi atlet tidak lagi hanya mengandalkan penilaian subjektif.
“Prestasi harus dibangun dengan data. Kita ingin pembinaan atlet lebih terukur,” tegas Rafi.
Selain pembinaan atlet, pembenahan organisasi juga berjalan bersamaan. Seluruh bidang di KONI Sidoarjo diminta menyusun grand design dan program kerja yang memiliki arah serta indikator capaian.
Bidang Organisasi juga mendapat perhatian. Penataan kepengurusan cabor akan dilakukan, termasuk mengevaluasi persoalan rangkap jabatan yang berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan.
Bagi Rafi, organisasi yang tertib menjadi salah satu fondasi untuk membangun prestasi. Target besar olahraga Sidoarjo dinilai sulit tercapai apabila mesin organisasinya belum berjalan dengan baik.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan KONI Sidoarjo menghadapi Porprov Jatim X 2027. Sebelumnya, KONI Jatim berharap kepemimpinan baru di Sidoarjo mampu membawa prestasi yang lebih baik.
Sidoarjo sendiri selama ini dikenal konsisten berada di jajaran tiga besar dalam setiap pelaksanaan Porprov Jatim.
Saat maju sebagai calon ketua umum, Rafi membawa gagasan “Atlet Unggul, Sidoarjo Juara”. Gagasan tersebut tidak hanya menempatkan medali sebagai ukuran keberhasilan, tetapi juga memperhatikan pendidikan dan masa depan atlet.
Rafi ingin atlet memiliki bekal pendidikan sekaligus peluang karier setelah tidak lagi aktif bertanding. Karena itu, pola pembinaan ke depan akan diarahkan lebih komprehensif.
KONI tidak hanya akan berbicara soal latihan dan pertandingan, tetapi juga kesehatan atlet, sport science, fasilitas, kualitas pelatih, pendidikan, hingga masa depan atlet.
Rafi juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah dan dunia usaha. Dukungan korporasi dinilai penting untuk memperkuat ekosistem olahraga, termasuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana masing-masing cabor.
“Yang kita bangun bukan hanya tim untuk Porprov. Kita ingin membangun sistem pembinaan olahraga Sidoarjo,” kata Rafi.
Dengan waktu sekitar setahun menuju Porprov Jatim X 2027, KONI Sidoarjo mulai menyusun peta kekuatan. Cabor akan dipetakan, atlet diidentifikasi, pelatih dievaluasi, kebutuhan fasilitas dihitung, dan program latihan disusun berdasarkan target.
Pengukuhan kepengurusan baru KONI Sidoarjo dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2026 di Pendopo Kabupaten Sidoarjo. Setelah pengukuhan, konsolidasi dengan seluruh cabor akan menjadi salah satu agenda lanjutan.
Rakor pada 8 September 2026 menjadi penanda awal kepengurusan Rafi. Ia menegaskan waktu menuju Porprov tidak boleh habis untuk urusan administratif. Mesin pembinaan atlet harus segera bergerak.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat