Dhamroni DPRD Sidoarjo Dorong Tunjangan untuk Guru yang Mengajar di Wilayah Terpencil

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

Sidoarjo – Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memberikan perhatian lebih kepada guru yang mengajar di wilayah terpencil. Akses menuju sejumlah sekolah yang sulit dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi para tenaga pendidik.

Dhamroni meminta Pemkab Sidoarjo mempertimbangkan kebijakan khusus atau diskresi bagi guru yang bertugas di wilayah dengan akses sulit. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.

“Pemerintah perlu memberikan kebijakan khusus atau diskresi bagi guru yang bertugas di wilayah dengan akses sulit,” kata Dhamroni, Jumat (28/8/2026).

Dhamroni mengatakan pemberian tunjangan bagi guru di wilayah terpencil perlu dikaji dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah. Besaran maupun bentuk tunjangan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Upaya-upaya semacam itu pasti diinginkan pemerintah untuk menyejahterakan masyarakatnya. Tapi, kembali lagi kepada kemampuan fiskal kita nantinya. Idealnya guru yang di daerah terpencil itu mendapatkan tunjangan seperti apa,” ujarnya.

Politikus PKB itu mencontohkan masih ada guru yang harus menggunakan perahu untuk menuju sekolah. Kondisi tersebut dinilai dapat semakin menyulitkan ketika memasuki musim hujan, terlebih sejumlah jalan yang menjadi akses transportasi rawan mengalami kerusakan.

“Tunjangan itu penting. Ada guru yang harus naik perahu. Kemudian sebentar lagi mungkin akan semakin sulit karena kondisi musim hujan. Kita tahu jalan-jalan itu jalan produktif, sehingga aksesnya juga menjadi persoalan,” jelas Dhamroni.

Menurutnya, persoalan transportasi juga perlu menjadi perhatian pemerintah. Sejumlah guru, kata Dhamroni, mengeluhkan biaya serta kondisi kendaraan yang digunakan untuk menuju sekolah.

“Kalau melihat dari transportasinya, mereka mengeluhkan kendaraan, ban, dan sebagainya. Itu nanti monggo dikaji dulu, kebutuhannya seperti apa,” imbuh Ketua DPAC PKB Tulangan tersebut.

BACA JUGA  Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi

Dhamroni menegaskan perhatian terhadap guru di wilayah terpencil tidak semestinya hanya didasarkan pada jumlah siswa. Pemerintah tetap memiliki kewajiban memastikan layanan pendidikan dapat diakses masyarakat di seluruh wilayah Sidoarjo.

“Memang hal semacam itu harus mendapatkan perhatian pemerintah. Tidak bisa alasannya muridnya hanya tinggal 15. Bukan itu. Itu kewajiban pemerintah harus hadir di manapun masyarakat itu ada,” tegasnya.

Dhamroni berharap Pemkab Sidoarjo dapat menerapkan kebijakan atau tunjangan khusus bagi guru yang bertugas di wilayah dengan akses sulit. Perhatian tersebut dinilai dapat menjadi motivasi agar para guru tetap bersemangat menjalankan tugas di wilayah pinggiran.

“Harapannya ada diskresi untuk itu, ada kebijakan itu. Sehingga guru-guru juga semangat untuk mengajar,” harap Dhamroni.

Dhamroni juga mengapresiasi para guru yang tetap bertahan mengajar di wilayah terpencil meski menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan geografis.

“Saya apresiasi kepada para guru yang ada sekarang ini dengan kondisi semacam itu. Dibutuhkan komitmen. Belum tentu semua orang mau,” ungkapnya.

Menurut Dhamroni, tidak semua guru bersedia ditempatkan di wilayah yang membutuhkan perjuangan lebih besar. Karena itu, guru yang bersedia mengajar di wilayah terpencil dinilai layak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.

“Ketika ada yang mau seperti itu, tidak salah kalau kemudian kita memberikan perhatian lebih kepada mereka yang berjuang di pinggiran-pinggiran seperti itu, yang memang berisiko. Apalagi menyeberang menggunakan perahu, pasti ada banyak buaya,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi
Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional
Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan
DPD RI Ning Lia Kenalkan Filosofi SUPERRR, Dorong Kepemimpinan Mahasiswa UB
DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif
Wacana Siswa Tidak Naik Kelas, Puguh DPRD Jatim Soroti Kesenjangan Fasilitas Pendidikan
Dukung Transformasi Pendidikan, UNESA Latih Guru Akuntansi Manfaatkan Platform Wayground
Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Siswa SMA-SMK dan SLB
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:34 WIB

Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:00 WIB

DPD RI Ning Lia Kenalkan Filosofi SUPERRR, Dorong Kepemimpinan Mahasiswa UB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:48 WIB

DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif

Berita Terbaru

WhatsApp