Malang – Keluhan warga Perumnas Sawojajar 2, Kabupaten Malang, terkait banjir yang berulang saat musim hujan mendapat perhatian Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Malang Raya, Dr Puguh Wiji Pamungkas. Ia mendorong Pemprov Jatim melakukan normalisasi saluran yang dinilai tak lagi mampu menampung debit air.
Aspirasi tersebut disampaikan sejumlah ketua RW di kawasan Sawojajar 2 saat Puguh menggelar reses. Warga mengeluhkan banjir yang terjadi setiap kali hujan deras. Bahkan, genangan air disebut kerap masuk ke rumah.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Puguh berkoordinasi dengan Dinas PU Sumber Daya Air (PUSDA) Provinsi Jawa Timur. Koordinasi dilakukan setelah diketahui saluran irigasi di kawasan tersebut merupakan kewenangan Pemprov Jatim.
“Laporan itu disampaikan saat kami menyelenggarakan reses. Perwakilan para ketua RW di Sawojajar 2 menyampaikan aspirasi bahwa lingkungan mereka menjadi langganan banjir setiap kali musim hujan,” ujar Sekretaris Fraksi PKS Jatim itu, Rabu (9/9/2026).
Puguh kemudian meminta informasi terkait titik dan lokasi saluran yang dikeluhkan warga. PUSDA Provinsi Jawa Timur merespons dengan melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
Puguh ikut mengecek kondisi saluran bersama jajaran UPT PUSDA Provinsi Jawa Timur, PUSDA Kabupaten Malang, anggota DPRD Kabupaten Malang, Kepala Desa Sekarpuro, serta tokoh masyarakat.
Hasil peninjauan menunjukkan saluran tersebut membutuhkan normalisasi. Saluran mengalami pendangkalan dan dipenuhi semak belukar serta sampah. Selain itu, dimensinya dinilai tidak lagi memadai untuk menampung debit air.
“Memang saya jumpai bahwa saluran irigasi itu butuh normalisasi. Secara dimensi kurang lebar dan kurang dalam. Saat dilakukan pengecekan juga ditemukan saluran penuh semak belukar dan sampah,” jelas Puguh.
Menurut Puguh, persoalan banjir di kawasan tersebut semakin kompleks karena fungsi saluran telah berubah. Saluran yang sebelumnya digunakan untuk irigasi kini turut menampung limpasan air dari drainase masyarakat dan kawasan permukiman.
Di sisi lain, sebagian lahan persawahan yang sebelumnya mendapat aliran dari saluran tersebut telah beralih fungsi menjadi kawasan perumahan. Perubahan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan limpasan air permukaan yang harus ditampung saluran.
“Dulu ini saluran irigasi, sekarang sudah bertambah fungsinya menjadi saluran drainase. Sawah yang dulu dialiri juga mulai beralih fungsi menjadi perumahan. Ini yang menjadi kekhawatiran karena beban saluran semakin besar,” katanya.
Karena itu, Puguh mendorong penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh. Selain normalisasi, dia membuka ruang dialog dengan pengembang yang berada di sekitar kawasan tersebut.
Puguh menilai dimensi saluran perlu dikaji, termasuk kemungkinan pelebaran dan pendalaman. Saat ini lebar saluran diperkirakan sekitar dua meter dan perlu dikaji untuk ditingkatkan menjadi sekitar tiga hingga 3,5 meter.
“Dibutuhkan kajian teknis yang cukup serius. Kalau saluran ini sudah mulai beralih fungsi menjadi drainase dan sekarang dikepung perumahan, dimensinya harus dikaji dan diperlebar. Kalau sekarang sekitar dua meter, paling tidak perlu dikaji menjadi tiga sampai 3,5 meter, sekaligus diperdalam dari hulu maupun hilir,” ungkapnya.
Kajian teknis, lanjut Puguh, penting untuk memastikan kapasitas saluran mampu menampung debit air dalam jangka panjang. Sebab, perkembangan kawasan permukiman dapat mengubah pola aliran sekaligus meningkatkan limpasan air.
Puguh mengatakan Pemprov Jatim melalui Dinas PUSDA telah merespons persoalan tersebut. Pemprov berkomitmen melakukan normalisasi saluran dalam waktu dekat.
“Komitmen dari Pemprov Jatim atas advokasi yang saya lakukan, insyaallah dalam waktu dekat akan dilakukan normalisasi. Ini sangat disambut antusias oleh warga,” tutur Puguh.
Puguh berharap normalisasi dilakukan sebelum memasuki puncak musim penghujan. Dengan kapasitas saluran yang ditingkatkan, risiko luapan air yang selama ini mengancam kawasan Sawojajar 2 diharapkan dapat ditekan.
“Semoga ini menjadi bagian dari upaya saya sebagai wakil masyarakat di DPRD Provinsi Jawa Timur, terutama masyarakat Malang Raya, untuk menyelesaikan permasalahan warga Sawojajar 2 terkait ancaman banjir. Semoga pada musim penghujan yang akan datang tidak lagi terjadi banjir karena saluran yang selama ini menjadi salah satu penyebab sudah dinormalisasi,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat