Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengingatkan mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) agar mulai mempersiapkan diri menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan itu disampaikan Emil saat memberikan kuliah perdana dalam rangka Pengukuhan Mahasiswa Baru Unusa di Dyandra Convention Center Surabaya, Senin (7/9/2026).
Emil mengangkat tema “Naik Level, Menjadi Generasi Pembelajar, Penggerak, dan Pemberi Dampak Menuju Indonesia Emas 2045”. Menurutnya, Indonesia Emas 2045 bukan sekadar target yang masih jauh. Masa depan Indonesia justru mulai dibentuk sejak mahasiswa memasuki bangku kuliah.
“Ketika Indonesia memasuki 2045, usia mahasiswa yang baru kuliah di tahun 2026 sekitar 37-38 tahun. Pada usia tersebut, kalian diharapkan sudah menjadi profesional, inovator hingga pemimpin yang ikut menentukan arah bangsa,” kata Emil dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Dia mengatakan, mahasiswa akan menghadapi perubahan dunia yang berlangsung cepat. Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), transformasi digital, perubahan ekonomi, hingga persoalan iklim dan kesehatan akan turut memengaruhi dunia kerja.
Karena itu, Emil meminta mahasiswa tidak hanya mengejar kemampuan akademik. Ada tiga fondasi yang perlu diperkuat, yakni kapasitas, karakter, dan kontribusi.
“Kapasitas untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan. Karakter menjadi fondasi integritas, disiplin, empati, dan tanggung jawab. Sedangkan kontribusi membuat ilmu yang dimiliki tidak berhenti untuk kepentingan pribadi,” jelasnya.
Emil juga menyebut Jawa Timur dapat menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi. Beragam persoalan di masyarakat dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan dan inovasi.
Mulai dari sektor kesehatan, UMKM, lingkungan, pangan, pendidikan, hingga literasi digital, menurut Emil, bisa menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkarya.
Dia menegaskan mahasiswa tidak perlu menunggu hingga lulus untuk memberikan dampak. Kontribusi terhadap masyarakat dapat dimulai sejak berada di bangku kuliah.
“Indonesia Emas 2045 tidak dimulai dua puluh tahun lagi, tetapi dimulai hari ini,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat