Trenggalek – Kekhawatiran warga Dusun Wadi Kidul, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, menghadapi banjir setiap musim hujan mulai mendapat titik terang. Pembangunan bronjong penguat tanggul di sepanjang aliran Sungai Ngasinan kini mulai direalisasikan.
Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat tanggul sekaligus mengurangi risiko luapan sungai yang selama ini mengancam permukiman dan lahan pertanian warga.
Pembangunan bronjong itu mendapat perhatian langsung Anggota Komisi V DPR RI H. Ali Mufthi. Legislator Partai Golkar tersebut turun ke lapangan untuk meninjau progres pekerjaan bersama jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Bagi warga RT 14 RW 6 Dusun Wadi Kidul, pembangunan tersebut menjadi kabar baik. Permukiman yang berada di dekat aliran sungai dan kawasan persawahan itu selama ini cukup rentan terdampak genangan ketika curah hujan meningkat.
Banjir yang terjadi bukan sekadar persoalan genangan. Ketika debit Sungai Ngasinan naik, air dapat meluap ke area persawahan hingga akhirnya masuk ke permukiman warga.
Imam Solikin, warga Desa Ngadirenggo, mengatakan kondisi paling mengkhawatirkan terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Selain luapan air, warga juga dihantui ancaman jebolnya tanggul di sekitar sungai.
“Kalau banjir kecil, air membanjiri pemukiman dari luapan sawah. Tapi kalau banjir besar, bahayanya tanggul di sebelah utara maupun selatan bisa jebol,” kata Imam, dikutip dari laman resmi fraksigolkar.com, Kamis (10/9/2026).
Karena itu, dia berharap pembangunan bronjong tidak berhenti di titik yang saat ini dikerjakan. Menurut Imam, penguatan tanggul perlu dilakukan secara menyeluruh dari sisi utara hingga selatan agar perlindungan terhadap permukiman warga lebih maksimal.
Menanggapi aspirasi tersebut, H. Ali Mufthi mengatakan penanganan luapan Sungai Ngasinan membutuhkan pekerjaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Dia memastikan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir akan terus dikawal bersama BBWS Brantas.
“Hari ini saya bersama rekan-rekan dari BBWS Brantas meninjau langsung progres di lapangan sekaligus menyerap aspirasi warga. Pembangunan ini memang dikerjakan secara berkesinambungan,” ujar Ali.
Ali yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur itu menjelaskan, tahap awal pembangunan difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai paling rawan. Saat ini, penguatan tanggul dikerjakan sepanjang sekitar 70 meter.
Sementara itu, masih ada sekitar 30 meter bagian tanggul yang direncanakan dilanjutkan melalui alokasi anggaran pada tahap berikutnya.
Ali menyebut pengerjaan secara bertahap dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan sekaligus pemerataan anggaran. Meski demikian, kualitas pembangunan tetap menjadi perhatian utama.
“Kami pastikan pengawalan anggaran di tingkat pusat terus berjalan agar sisa pengerjaan segera tuntas. Yang terpenting, masyarakat bisa merasakan dampaknya dan merasa aman,” tegasnya.
Bagi warga Desa Ngadirenggo, pembangunan bronjong di Sungai Ngasinan bukan sekadar proyek infrastruktur. Penguatan tanggul diharapkan dapat menjadi perlindungan bagi permukiman, lahan pertanian, serta aktivitas warga dari ancaman luapan sungai.
Dengan pekerjaan yang mulai berjalan, warga Dusun Wadi Kidul kini memiliki harapan baru untuk menghadapi musim penghujan. Penguatan tanggul Sungai Ngasinan diharapkan mampu menekan risiko banjir yang selama ini menjadi kekhawatiran setiap tahun.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat