Nurul Huda DPRD Jatim Dorong Pemprov Percepat Konektivitas Infrastruktur Kepulauan demi Dongkrak Ekonomi

- Publisher

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Nurul Huda. (dok. Syaiful)

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Nurul Huda. (dok. Syaiful)

Surabaya – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Nurul Huda mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) mempercepat pembangunan konektivitas Infrastuktur, khususnya yang menghubungkan wilayah kepulauan. Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bagian dari visi dan Gubenur Jawa Timur yang harus segera diselesaikan.

“Konektivitas Infrastuktur jalan, terutama antarwilayah harus menjadi perhatian. Jawa Timur tidak hanya memiliki wilayah daratan, tetapi juga kepulauan yang membutuhkan akses transportasi yang memadai,” ujar Huda saat ditemui awak media di ruang Fraksi PPP – PSI DPRD Jawa Timur, Jumat (10/7/2026).

Huda menilai pembangunan infrastruktur di kawasan kepulauan tidak hanya mencakup jalan, tetapi juga pelabuhan beserta sarana penyeberangan, termasuk peremajaan kapal. Ia menjelaskan bahwa masyarakat di wilayah kepulauan saat ini masih harus menempuh perjalanan laut selama 6 hingga 8 jam.

Menurutnya, dengan peningkatan kualitas pelabuhan dan sarana transportasi, waktu tempuh tersebut diharapkan dapat dipersingkat.

“Kita tahu proses penyeberangan di kepulauan membutuhkan waktu sekitar 6-8 jam. Kalau Infrastukturnya lebih baik, tentu mobilitas masyarakat bisa lebih cepat,” ujarnya.

Anggota DPRD Jatim dari dapil Madura menyampaikan bahwa Infrastuktur yang baik akan berdampak langsung terhadap peningkatan aktivitas masyarakat, mulai dari akses layanan kesehatan, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi.

“Ketika konektivitas antarwilayah semakin baik maka pertumbuhan ekonomi Jawa Timur juga akan meningkat. Ini yang menjadi harapan kami di Komisi D DPRD Jatim,” jelas Huda.

Selain itu, Huda menilai keterlibatan investor swasta dalam pembangunan infrastruktur bukan menjadi persoalan selama tetap mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur tidak mungkin mampu membiayai seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur. Karena itu, keterlibatan swasta misalnya dalam pembangunan infrastruktur jalan tol maupun pelabuhan, tidak masalah selama sesuai aturan yang berlaku,” terangnya.

BACA JUGA  SiLPA Rp3,38 Triliun Jadi Sorotan DPRD Jatim, Yordan Minta Dialokasikan untuk Program Prioritas

Huda menegaskan Pemprov Jatim tetap memiliki tanggung jawab menyediakan infrastruktur yang layak bagi masyarakat. Sumber pendanaan, kata dia, baik dari APBN, APBD, maupun investasi swasta, merupakan persoalan teknis yang dapat disesuaikan.

“Yang terpenting pemerintah provinsi wajib menghadirkan pelayanan dan infrastruktur yang baik bagi Masyarakat Jawa Timur,” tegasnya.

Huda juga mengungkapkan dukungan dari Pemerintah Pusat melalui APBN sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan pelabuhan, mengingat nilai investasinya yang mencapai sekitar Rp20 triliun.

“Kalau hanya mengandalkan APBD Jatim yang sekitar Rp27 miliar hingga Rp30 triliun, tentu tidak memungkinkan membiayai proyek sebesar itu. Karena itu diperlukan intervensi APBN dan dukungan dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Huda meminta Pemprov Jatim aktif berkoordinasi dengan kementerian terkait, agar proyek pelabuhan dapat segera direalisasikan sesuai rencana.

“Kami tetap optimistis pembangunan ini bisa terwujud. Yang penting memiliki perencanaan yang matang sehingga nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FPKS DPRD Jatim Dorong Revisi Aturan Hak Keuangan, Tegaskan Transparansi dan Pelayanan Publik
SiLPA Rp3,38 Triliun Jadi Sorotan DPRD Jatim, Yordan Minta Dialokasikan untuk Program Prioritas
Komisi E DPRD Jatim: APBD Harus Berdampak Nyata, Puguh Tegaskan Setiap Rupiah untuk Kesejahteraan Rakyat
Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda
Belum Ada Titik Temu, DPRD Sidoarjo Akan Sidak Bengkel CV Multi Triloka Cemerlang Pekan Depan
DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ
Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Segera Susun Regulasi Turunan Usai Terbitnya Perpres soal LGBTQ
Kecelakaan Beruntun Akses Suramadu Jadi Sorotan, Harisandi DPRD Jatim Desak Audit Keselamatan

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 04:54 WIB

FPKS DPRD Jatim Dorong Revisi Aturan Hak Keuangan, Tegaskan Transparansi dan Pelayanan Publik

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:46 WIB

SiLPA Rp3,38 Triliun Jadi Sorotan DPRD Jatim, Yordan Minta Dialokasikan untuk Program Prioritas

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:10 WIB

Komisi E DPRD Jatim: APBD Harus Berdampak Nyata, Puguh Tegaskan Setiap Rupiah untuk Kesejahteraan Rakyat

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:16 WIB

Nurul Huda DPRD Jatim Dorong Pemprov Percepat Konektivitas Infrastruktur Kepulauan demi Dongkrak Ekonomi

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:44 WIB

Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin usai menghadiri pembukaan Pameran UMKM PKK, Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan Pencanangan Rekor MURI Gerakan Minum Multiple Micronutrient Supplement (MMS) Serentak bagi ibu hamil dari 24 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar. (Dok. Adpim For Digitaljatim)

Pemerintahan & Kebijakan

Buka Rangkaian HKG PKK ke-54, Arumi Bachsin Ajak Ibu Hamil Rutin Minum Tablet MMS

Sabtu, 11 Jul 2026 - 03:06 WIB