Sekdaprov Jatim Adhy Karyono Raih Doktor UI, Model PKH Produktif-Inklusif Jadi Solusi Perlindungan Sosial

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Sabtu, 11 Juli 2026 - 04:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono resmi meraih gelar Doktor Ilmu Kesejahteraan Sosial dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).  (dok. Adpim For DigitalJatim)

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono resmi meraih gelar Doktor Ilmu Kesejahteraan Sosial dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI). (dok. Adpim For DigitalJatim)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Depok – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Kesejahteraan Sosial dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Kamis (9/7/2026).

Gelar tersebut diraih setelah Adhy berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Dari Bantuan Sosial ke Warga Negara Produktif: Program Keluarga Harapan sebagai Investasi Sosial” dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas Indonesia di Auditorium Juwono Sudarsono, Gedung F FISIP UI, Depok.

Dalam sidang promosi yang dipimpin Prof. Dra. Evi Fitriani, M.A., M.I.A., Ph.D., Adhy dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86 dan meraih predikat Yudisium Sangat Memuaskan. Ia juga tercatat sebagai Doktor ke-83 Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Indonesia.

Melalui disertasinya, Adhy menawarkan konsep PKH Produktif-Inklusif, sebuah model transformasi Program Keluarga Harapan (PKH) yang menempatkan perlindungan sosial bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi sosial untuk menciptakan masyarakat yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.

Menurut Adhy, paradigma perlindungan sosial perlu diubah agar tidak lagi dipandang sebagai beban anggaran negara.

“Perlindungan sosial tidak lagi dapat dipandang sebagai beban anggaran, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi,” ujar Adhy dalam keterangannya, Sabtu (11/7/2026).

Ia menjelaskan, selama hampir dua dekade pelaksanaan PKH telah memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut mampu mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.

Dalam penelitiannya, Adhy juga menyoroti perjalanan reformasi perlindungan sosial di Indonesia sebagai bagian dari perkembangan Program Keluarga Harapan. Berbagai pembaruan kebijakan pada masa Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, yang kini menjabat Gubernur Jawa Timur, seperti penguatan basis data terpadu, digitalisasi penyaluran bantuan sosial, hingga pengembangan sistem perlindungan sosial yang adaptif dan inklusif menjadi bagian dari kajian akademiknya.

BACA JUGA  Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045

Berangkat dari hasil penelitian tersebut, Adhy menawarkan model PKH Produktif-Inklusif sebagai arah baru kebijakan perlindungan sosial di Indonesia.

“Model ini menekankan bahwa negara perlu memberikan perlindungan sosial yang inklusif sebagai fondasi sebelum mendorong produktivitas masyarakat melalui peningkatan kapasitas, perluasan kesempatan kerja, dan akses terhadap pasar,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan graduasi keluarga penerima manfaat tidak cukup hanya diukur dari berhentinya bantuan sosial, melainkan harus dibuktikan dengan tercapainya kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

“Kesejahteraan tidak berhenti pada berkurangnya kemiskinan. Tujuan akhirnya adalah melahirkan warga negara yang produktif, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.

Menutup orasi ilmiahnya, Adhy menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan publik.

“Pada akhirnya, ilmu pengetahuan hanya akan menemukan kemuliaannya ketika ia menjelma menjadi pengabdian. Disertasi ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menghadirkan kebijakan publik yang semakin berbasis ilmu pengetahuan demi kemanfaatan masyarakat,” pungkasnya.

Sidang terbuka tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, pimpinan DPRD Provinsi Jawa Timur, anggota Komisi IX DPR RI, akademisi, jajaran pejabat pemerintah, serta tamu undangan lainnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045
Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim
Senator Lia: Gen Z Harus Melek Politik dan Berani Suarakan Aspirasi
Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Panen Ikan Nila hingga Sawi Samhong di Pameran SIKAP Jombang
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 112 Murid di Jombang, Apresiasi 193 Prestasi Nasional-Internasional
Dhamroni DPRD Sidoarjo Dorong Tunjangan untuk Guru yang Mengajar di Wilayah Terpencil
Komisi D DPRD Sidoarjo Soroti Dana TKG Rp23 Miliar yang Mengendap Jadi SiLPA
Senator Lia Istifhama Dorong UNITABAH Lamongan Perkuat Pendidikan dan Peradaban Pesisir
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:58 WIB

Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 7 September 2026 - 23:11 WIB

Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim

Sabtu, 5 September 2026 - 22:16 WIB

Senator Lia: Gen Z Harus Melek Politik dan Berani Suarakan Aspirasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Panen Ikan Nila hingga Sawi Samhong di Pameran SIKAP Jombang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 112 Murid di Jombang, Apresiasi 193 Prestasi Nasional-Internasional

Berita Terbaru

WhatsApp