Kecelakaan Beruntun Akses Suramadu Jadi Sorotan, Harisandi DPRD Jatim Desak Audit Keselamatan

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Senin, 6 Juli 2026 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, R. Harisandi Savari. (dok. Istimewa)

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, R. Harisandi Savari. (dok. Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya  – Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan di jalur akses Jembatan Suramadu, tepatnya di kawasan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jumat (3/7/2026), mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, R. Harisandi Savari.

Legislator asal Daerah Pemilihan Madura itu mendesak pemerintah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan di jalur strategis tersebut. Harisandi menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menelan korban jiwa dan menyebabkan sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.

“Kebetulan saya pas ada di sana, saat mau pulang dari Indrapura. Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Bagi para korban yang masih dirawat, semoga segera diberikan kesembuhan,” ujar Harisandi, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, kecelakaan di jalur akses Suramadu tidak boleh dipandang sebagai insiden biasa. Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem keselamatan transportasi, terutama pada ruas jalan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik menuju Pulau Madura.

“Jalur akses Suramadu merupakan pintu utama aktivitas masyarakat dan distribusi barang. Karena itu seluruh aspek keselamatan harus dipastikan berfungsi optimal, mulai kondisi jalan, rambu-rambu, marka, penerangan, hingga pengawasan terhadap kendaraan yang melintas,” kata Harisandi.

Sebagai anggota Komisi D DPRD Jatim yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, Harisandi meminta aparat kepolisian mengusut tuntas penyebab kecelakaan agar diketahui secara objektif apakah dipicu faktor manusia, kondisi kendaraan, atau infrastruktur jalan.

“Kalau ditemukan unsur kelalaian tentu harus diproses sesuai hukum. Namun yang lebih penting, hasil penyelidikan harus menjadi dasar perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” tegasnya.

BACA JUGA  Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Harisandi juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Dinas Perhubungan, dan kepolisian segera melakukan road safety audit atau audit keselamatan jalan di sepanjang koridor akses Suramadu.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengidentifikasi titik-titik rawan kecelakaan sekaligus menutup berbagai potensi bahaya yang selama ini belum tertangani.

“Kita tidak boleh menunggu jatuhnya korban berikutnya baru bergerak. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan dan pengelolaan infrastruktur transportasi,” ujarnya.

Harisandi mengungkapkan, sesaat setelah kecelakaan dirinya turut memantau kondisi di lokasi. Dampak insiden tersebut tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga menyebabkan kemacetan panjang hingga lebih dari dua jam.

“Peristiwa ini menunjukkan bahwa satu kecelakaan di jalur strategis bisa berdampak luas terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Karena itu pembenahan harus dilakukan secara serius dan menyeluruh,” katanya.

Di akhir keterangannya, Harisandi mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, mengendalikan kecepatan kendaraan, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta tidak memaksakan diri berkendara saat lelah.

“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah harus menghadirkan infrastruktur yang aman, sementara masyarakat juga harus membangun budaya tertib berlalu lintas agar tragedi seperti ini tidak kembali terjadi,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan
Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:45 WIB

Di HUT ke-25 Demokrat, Presiden Prabowo Ingatkan Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Berita Terbaru

WhatsApp