Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi, Optimis Jadi Rujukan Nasional

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Sabtu, 11 Juli 2026 - 04:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau hasil revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi di Jalan Sutomo (eks Jalan Susuit Tubun), Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. (dok. Adpim For DigitalJatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau hasil revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi di Jalan Sutomo (eks Jalan Susuit Tubun), Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. (dok. Adpim For DigitalJatim)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Banyuwangi – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau hasil revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi di Jalan Sutomo (eks Jalan Susuit Tubun), Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (10/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah mengapresiasi konsep revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi yang dinilai menghadirkan wajah baru pasar tradisional dengan tata kelola yang lebih bersih, rapi, dan berkelanjutan. Menurutnya, konsep tersebut layak menjadi rujukan bagi pengembangan pasar induk di berbagai daerah di Indonesia.

“Kami bersama Ibu Bupati Banyuwangi mendampingi Bapak Wakil Presiden meninjau revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi. Konsepnya sangat bagus. Pasarnya bersih dan rapi sehingga membuat pembeli maupun pedagang merasa nyaman. Saya rasa ini layak dijadikan rujukan nasional,” ujar Khofifah.

Pasar Induk Banyuwangi berdiri di atas lahan seluas 10.600 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 15.873 meter persegi. Fasilitas tersebut mampu menampung 798 unit yang terdiri atas 397 kios, 356 los, dan 45 kios eksisting.

Bangunan pasar terdiri atas dua lantai dengan pembagian zona yang tertata, mulai dari area pangan basah, pangan kering, nonpangan, pecah belah hingga sentra kuliner.

Khofifah menilai penataan zonasi tersebut menjadi salah satu keunggulan revitalisasi karena mampu menciptakan lingkungan pasar yang lebih higienis dan nyaman.

“Area pangan basah dan pangan kering dipisahkan, begitu juga antara pangan dan nonpangan. Penataannya jauh lebih rapi dan bersih,” katanya.

Meski tampil lebih modern, revitalisasi tidak menghilangkan karakter bangunan lama. Sejumlah bagian fasad tetap dipertahankan karena memiliki nilai sejarah sebagai bangunan heritage.

“Pasar ini merupakan bangunan heritage sehingga tidak diubah secara keseluruhan. Beberapa sisi bangunan tetap dipertahankan, sedangkan revitalisasi difokuskan pada penataan agar lebih bersih, lebih rapi, dan lebih nyaman,” jelasnya.

BACA JUGA  Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Ke depan, Pasar Induk Banyuwangi juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata kuliner yang beroperasi selama 24 jam. Menurut Khofifah, konsep tersebut akan memperkuat daya tarik Banyuwangi sebagai daerah tujuan wisata.

“Kalau di sini juga menjual kuliner khas Banyuwangi, maka bisa menjadi destinasi wisata kuliner. Jadi wisatawan yang datang ke Banyuwangi tidak hanya menikmati wisata alam, tetapi juga wisata kuliner,” ujarnya.

Khofifah berharap proses peresmian pasar dapat segera dilakukan agar para pedagang kembali menempati kios dan los yang telah disiapkan, sekaligus menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.

“Semoga segera diresmikan sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat. Kami berharap perputaran ekonomi di kawasan ini lebih besar dibandingkan sebelum direvitalisasi,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang, Eva Alfiyanti (43), mengaku bersyukur melihat perubahan signifikan Pasar Induk Banyuwangi setelah direvitalisasi. Menurutnya, kondisi pasar kini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Alhamdulillah sekarang dibangun jauh lebih bagus. Perbedaannya sangat jauh. Tinggal menunggu kapan kami bisa kembali menempati kios karena selama ini masih berjualan di tempat penampungan,” katanya.

Eva berharap kehadiran pasar yang baru dapat mengembalikan aktivitas perdagangan seperti sebelum revitalisasi. Selama proses pembangunan berlangsung, pendapatan para pedagang mengalami penurunan cukup drastis.

“Mudah-mudahan perekonomian kembali normal dan bahkan meningkat karena selama pindah ke penampungan penjualan kami turun sangat drastis,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga
Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar
Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar
Hadiri Sholawat Kemerdekaan di Sidoarjo, Gubernur Khofifah Ajak Jamaah Amalkan “My Religion My Morality”
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Senin, 7 September 2026 - 23:07 WIB

Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Senin, 7 September 2026 - 14:11 WIB

Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga

Berita Terbaru

WhatsApp