Komisi E DPRD Jatim: APBD Harus Berdampak Nyata, Puguh Tegaskan Setiap Rupiah untuk Kesejahteraan Rakyat

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas. (dok. Istimewa)

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas. (dok. Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Komisi E DPRD Jawa Timur menegaskan keberhasilan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak cukup diukur dari tingginya serapan anggaran. Yang lebih penting, setiap rupiah APBD harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, saat membacakan laporan Komisi E terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Jatim, Jumat (10/7/2026).

“Setiap rupiah APBD harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Keberhasilan pembangunan tidak boleh hanya diukur dari tingginya serapan anggaran, tetapi dari dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Jawa Timur,” kata Puguh.

Komisi E mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mampu merealisasikan serapan anggaran bidang kesejahteraan rakyat sebesar Rp17,756 triliun atau 93,94 persen dari total pagu Rp18,794 triliun.

Meski demikian, masih terdapat sisa anggaran sekitar Rp1,12 triliun. Sisa anggaran terbesar berasal dari Dinas Pendidikan sebesar Rp700,126 miliar dan Dinas Kesehatan Rp163,301 miliar.

Menurut Puguh, tingginya serapan anggaran belum sepenuhnya mampu menjawab berbagai persoalan mendasar di sektor kesejahteraan rakyat. Persoalan itu meliputi pemerataan pendidikan, layanan kesehatan, pengentasan kemiskinan, perlindungan perempuan dan anak, hingga penyerapan tenaga kerja.

Karena itu, Komisi E merekomendasikan agar Pemprov Jatim mengubah paradigma penganggaran dari *budget driven* atau berorientasi pada penyerapan anggaran menjadi *outcome driven budgeting*, yakni penganggaran yang berorientasi pada hasil dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Setiap program harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas. Anggaran pendidikan harus berdampak pada meningkatnya mutu pendidikan, anggaran kesehatan harus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dan anggaran sosial harus mampu menurunkan angka kemiskinan secara nyata,” ujarnya.

BACA JUGA  Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Di sektor pendidikan, Komisi E menyoroti masih stagnannya sejumlah indikator kualitas pendidikan, seperti capaian literasi, numerasi, dan rata-rata lama sekolah.

Komisi E juga meminta pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak tidak sekolah dan penyandang disabilitas melalui penguatan pendidikan inklusif, penambahan Guru Pendidikan Khusus (GPK), serta penyediaan layanan yang lebih ramah disabilitas.

Sementara di sektor kesehatan, Komisi E mendorong agar belanja kesehatan lebih difokuskan pada program promotif dan preventif. Prioritasnya meliputi percepatan penurunan stunting, pengendalian tuberkulosis dan penyakit tidak menular, peningkatan kesehatan ibu dan anak, hingga perluasan Program Cek Kesehatan Gratis agar menjangkau seluruh masyarakat.

Komisi E juga meminta pemerintah memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan dan daerah terpencil agar masyarakat memperoleh akses layanan yang setara.

Selain pendidikan dan kesehatan, persoalan kemiskinan menjadi perhatian serius Komisi E. Pasalnya, Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbesar di Indonesia.

Karena itu, Komisi E mendorong penanganan kemiskinan tidak berhenti pada pemberian bantuan sosial. Pemerintah diminta memperkuat pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan kerja, penguatan UMKM, akses permodalan, serta strategi graduasi penerima bantuan agar mampu mandiri secara ekonomi.

Dalam laporannya, Komisi E juga menemukan sisa belanja pegawai mencapai sekitar Rp834,77 miliar, terutama karena formasi ASN dan PPPK yang belum terisi.

Puguh meminta pemerintah melakukan perencanaan belanja pegawai secara lebih akurat sehingga anggaran yang tidak terserap dapat dialihkan untuk memperkuat pelayanan publik.

“Efisiensi belanja pegawai harus menjadi peluang untuk memperbesar anggaran yang langsung dirasakan masyarakat. APBD harus menjadi instrumen penyelesaian persoalan, bukan sekadar dokumen administrasi yang menunjukkan angka serapan tinggi,” tegasnya.

Melalui berbagai rekomendasi tersebut, Komisi E berharap APBD Jawa Timur ke depan semakin berkualitas, efektif, dan benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mempercepat pengentasan kemiskinan, memperluas akses pendidikan dan kesehatan, serta menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.

BACA JUGA  Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Hari Jadi ke-81 Jatim, Puguh DPRD Jatim Tekankan Pertumbuhan Ekonomi Harus Sejahterakan Rakyat
Bambang Ashraf: Hari Jadi ke-81 Jatim Harus Jadi Momentum Evaluasi Pembangunan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai

Berita Terbaru

WhatsApp