FKPQ Sampaikan Aspirasi, Senator Lia Apresiasi Kepedulian Pemprov Jatim terhadap Pendidikan Keagamaan

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Senin, 14 September 2026 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI LIa Istifhama menerima silaturahmi jajaran Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (DPW FKPQ) Jawa Timur di Kantor DPD RI Jawa Timur, Surabaya. (dok. Istimewa)

Anggota DPD RI LIa Istifhama menerima silaturahmi jajaran Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (DPW FKPQ) Jawa Timur di Kantor DPD RI Jawa Timur, Surabaya. (dok. Istimewa)

Surabaya – Perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap pendidikan keagamaan, khususnya keberadaan guru ngaji dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), mendapat apresiasi dari anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama.

Menurut Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia, perhatian terhadap pendidikan Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda. Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, keberadaan guru ngaji dinilai tetap memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.

“Perhatian Pemprov Jatim terhadap pendidikan keagamaan sangat baik. Pemerintah tidak hanya melihat pendidikan dari sisi akademik, tetapi juga memahami bahwa pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan merupakan bagian penting dalam menyiapkan generasi Jawa Timur,” ujar Ning Lia saat menerima silaturahmi jajaran Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (DPW FKPQ) Jawa Timur di Kantor DPD RI Jawa Timur, Surabaya, Jumat malam (11/9/2026).

Ning Lia menilai, guru ngaji merupakan sosok yang hadir dekat dengan kehidupan masyarakat. Meski perannya kerap dianggap sederhana, kontribusinya terhadap pembentukan karakter anak dinilai memiliki dampak yang besar.

Karena itu, perhatian pemerintah terhadap guru ngaji dan lembaga pendidikan Al-Qur’an disebut menjadi bentuk kepedulian terhadap pendidikan sekaligus investasi bagi generasi masa depan Jawa Timur.

Pertemuan Ning Lia bersama jajaran FKPQ Jatim berlangsung dalam suasana hangat. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi FKPQ untuk menyampaikan pandangan serta berbagai persoalan yang dihadapi pengelola Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) dan guru ngaji di sejumlah daerah.

Sejumlah hal turut dibahas. Mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia (SDM), legalitas lembaga, hingga perhatian terhadap keberadaan guru ngaji.

Ketua DPW FKPQ Jawa Timur, H Abdul Aziz, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum bagi FKPQ untuk menyampaikan pengalaman sekaligus masukan yang dihimpun dari para pengelola pendidikan Al-Qur’an di lapangan.

BACA JUGA  Di Hadapan 109 Mahasiswa FKN Unhan, Gubernur Khofifah Paparkan Potensi Jatim dan Ajak Perkuat Kedaulatan Pangan

“Alhamdulillah, atas doa dan dorongan kawan-kawan DPW FKPQ Jawa Timur, kami bisa bersilaturahmi dengan DPD RI. Kami menyampaikan berbagai curhatan dan aspirasi yang selama ini menjadi perhatian kami di lapangan, khususnya terkait pendidikan Al-Qur’an dan guru ngaji,” ujar Aziz.

Menurut Aziz, perhatian terhadap LPQ dan guru ngaji perlu terus diperkuat seiring dengan semakin kompleksnya tantangan pendidikan di tengah masyarakat. Tak hanya dukungan, peningkatan kapasitas pengelola dan guru TPQ juga dinilai penting agar mampu mengikuti perkembangan zaman.

Termasuk dalam hal pemanfaatan teknologi digital yang kini menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dan dunia pendidikan.

Selain itu, legalitas lembaga melalui izin operasional (Izop) serta peningkatan kualitas tahsin turut menjadi perhatian. FKPQ berharap penguatan kelembagaan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan mutu pembelajaran Al-Qur’an.

Dalam pertemuan tersebut, DPW FKPQ Jatim juga menyerahkan manuskrip Tahsin-PMPQ kepada Ning Lia untuk mendapatkan masukan dan pandangan.

Tahsin-PMPQ merupakan program mengaji bagi guru TPQ dengan target khatam 30 juz menggunakan metode membaca Al-Qur’an dengan berlagu atau bittaghonniy. Program ini diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat kualitas tahsin sekaligus memperkaya metode pembelajaran Al-Qur’an di Jawa Timur.

Aziz berharap manuskrip tersebut dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat lebih luas bagi para guru TPQ serta kemajuan pendidikan Al-Qur’an di Jawa Timur.

“Kami juga menyerahkan manuskrip PMPQ untuk mendapatkan masukan. Harapannya, manuskrip ini bisa terus disempurnakan, sehingga dapat menambah kualitas dan khazanah tahsin di Jawa Timur, khususnya bagi pendidikan Al-Qur’an,” tandasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Hadapan 109 Mahasiswa FKN Unhan, Gubernur Khofifah Paparkan Potensi Jatim dan Ajak Perkuat Kedaulatan Pangan
Gubernur Khofifah Luncurkan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jatim, Jadi Etalase Karya Intelektual Santri
Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045
Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim
Senator Lia: Gen Z Harus Melek Politik dan Berani Suarakan Aspirasi
Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Panen Ikan Nila hingga Sawi Samhong di Pameran SIKAP Jombang
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 112 Murid di Jombang, Apresiasi 193 Prestasi Nasional-Internasional
Dhamroni DPRD Sidoarjo Dorong Tunjangan untuk Guru yang Mengajar di Wilayah Terpencil
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 10:46 WIB

FKPQ Sampaikan Aspirasi, Senator Lia Apresiasi Kepedulian Pemprov Jatim terhadap Pendidikan Keagamaan

Jumat, 11 September 2026 - 15:26 WIB

Gubernur Khofifah Luncurkan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jatim, Jadi Etalase Karya Intelektual Santri

Selasa, 8 September 2026 - 14:58 WIB

Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 7 September 2026 - 23:11 WIB

Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim

Sabtu, 5 September 2026 - 22:16 WIB

Senator Lia: Gen Z Harus Melek Politik dan Berani Suarakan Aspirasi

Berita Terbaru

Potoh Bhuju' Batuampar Timur, Arsojih, Rabah, Toronan, Bagandan, Mataram Firman Syah Ali. (Dok. Pribadi)

Opini

Fajar Menyingsing di Bumi Seribu Bhuju

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:27 WIB

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce (kanan) bersama Legal Officer KONI Jatim/Pendiri KONU Pusat/Pengurus ICF Jatim 2022-2026 firman Syah Ali (kiri). (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Wakapolda Pasma Royce terpilih sebagai Ketua ICF Jatim

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:08 WIB

WhatsApp