Gubernur Khofifah Luncurkan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jatim, Jadi Etalase Karya Intelektual Santri

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Jumat, 11 September 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan kuliah umum dalam Stadium Generale Mahasiswa/Mahasantri Baru Penerima Beasiswa Pemprov Jatim 2026 sekaligus meresmikan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur di Islamic Center Surabaya. (dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan kuliah umum dalam Stadium Generale Mahasiswa/Mahasantri Baru Penerima Beasiswa Pemprov Jatim 2026 sekaligus meresmikan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur di Islamic Center Surabaya. (dok. Humas Pemprov)

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan beasiswa kepada 1.100 santri untuk menempuh pendidikan S1 hingga S3. Khofifah berpesan agar para penerima beasiswa tak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu membaca perkembangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat memberikan kuliah umum dalam Stadium Generale Mahasiswa/Mahasantri Baru Penerima Beasiswa Pemprov Jatim 2026 sekaligus meresmikan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur di Islamic Center Surabaya, Kamis (10/9/2026).

Total 1.100 santri penerima beasiswa tahun ini berasal dari berbagai pesantren di Jawa Timur. Rinciannya, 540 penerima untuk jenjang S1 PTKI, 285 penerima S2 PTKI, 80 penerima S3 PTKI, 105 penerima Ma’had Aly (Marhalah Ula/S1), 30 penerima S2 Universitas Al-Azhar Kairo, serta 60 penerima S1/S2 STEM PTN.

Khofifah meminta para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas diri. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diharapkan ikut meningkatkan kualitas pendidikan dan santri di pesantren masing-masing.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan selamat kepada seluruh mahasiswa dan mahasantri baru penerima beasiswa. Tentu, LPPD Provinsi Jawa Timur punya tugas berat, tidak sekadar menyiapkan sarjana dan ulama, melainkan mampu menangkap peradaban dunia melalui pendekatan Islam moderat, Islam toleran, Islam penuh kasih dan damai dari pesantren di Jatim,” kata Khofifah dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

“Kesempatan ini merupakan amanah sekaligus investasi jangka panjang bagi masa depan SDM Jatim. Penghargaan dan terima kasih kepada para orang tua, pengasuh pesantren, dosen, pimpinan perguruan tinggi, serta seluruh pihak yang telah berperan dalam membina dan mendidik generasi muda kita,” imbuhnya.

Program beasiswa bagi santri pesantren di Jawa Timur telah berjalan sejak 2019. Hingga 2026, Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur telah menyalurkan beasiswa kepada 7.796 santri.

Khofifah menyebut kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam mengembangkan pesantren. Komitmen itu diperkuat melalui Perda Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Pengembangan Pesantren dan Pergub Nomor 43 Tahun 2023.

BACA JUGA  Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045

Selain itu, pengembangan pesantren diperkuat melalui Keputusan Gubernur tentang Rencana Pengembangan Pesantren (RPP) Tahun 2027–2029 Nomor 100.3.1.1/465/013/2026.

Menurut Khofifah, kebijakan pengembangan pesantren diterjemahkan ke dalam tujuh kelompok fasilitasi. Yakni pemberdayaan ekonomi, pembangunan kesehatan, pelestarian lingkungan, pengurangan risiko bencana, perlindungan perempuan dan anak, pembinaan sumber daya manusia pesantren, serta pengembangan Sistem Data dan Informasi Pesantren Daerah (SDIPD).

“Seluruh upaya tersebut wujud komitmen membangun ekosistem pesantren yang mandiri, sehat, tangguh, inklusif dan berdaya saing. Melalui sinergi seluruh pihak, kita mengusung satu tekad ‘Pesantren Kuat, Santri Hebat, Jawa Timur Bermartabat’,” tuturnya.

Khofifah mengatakan Jawa Timur memiliki ekosistem pesantren yang besar dan strategis. Pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat dakwah, pembentukan karakter, serta pemberdayaan masyarakat.

Saat ini tercatat ada 7.347 pondok pesantren di Jawa Timur. Pesantren tersebut menjadi ruang pendidikan dan pembentukan karakter bagi sekitar 660.437 santri, dengan dukungan 41.317 ustaz dan ustazah.

“Data bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan kuatnya tradisi keilmuan pesantren yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dari pesantren-pesantren di Jawa Timur telah lahir ulama, cendekiawan dan tokoh bangsa yang memberikan kontribusi penting bagi perjuangan dan pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Di tengah perubahan dunia yang cepat, Khofifah menilai peran mahasantri semakin strategis. Mereka dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai disrupsi teknologi dan artificial intelligence (AI), konflik geopolitik, perang dagang, derasnya arus informasi dan polarisasi, hingga perubahan ekonomi dan dunia kerja.

“Mahasantri tidak cukup hanya mampu membaca kitab, tetapi juga harus mampu membaca zaman dan membaca kebutuhan umat,” tegas Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga meresmikan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur. Pusat riset ini diharapkan memperkuat posisi pesantren sebagai produsen pengetahuan, bukan sekadar objek penelitian.

Khofifah mengungkapkan sejumlah karya intelektual telah dihasilkan mahasiswa penerima beasiswa Pemprov Jatim.

BACA JUGA  Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim

“Ini begitu menakjubkan bahwa ternyata dari mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari Pemprov Jatim, baik S1, S2 yang ada di Mesir, M2 dari Ma’had Aly, maupun program S3, ternyata sudah menghasilkan produk karya intelektual yang sangat luar biasa,” kata Khofifah.

“Produk intelektual itu dipublikasi menjadi lebih 40 buku, itu adalah hasil riset mereka. Dan tahun ini, semester ini, target kami dari Indonesia khusus Jawa Timur itu nanti akan melepas 125 periset pesantren,” lanjutnya.

Penerima beasiswa yang sedang menempuh studi di Mesir juga direncanakan menerbitkan 30 buku. Puluhan buku tersebut merupakan hasil review terhadap 150 kitab.

Khofifah berharap Pusat Riset Pesantren menjadi rumah pengetahuan yang menghubungkan beasiswa, riset, repositori, rekomendasi kebijakan hingga dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara Riset Sanad Keilmuan (Risan Jatim) menjadi salah satu penggerak untuk merawat sekaligus mengembangkan warisan intelektual pesantren.

Ekosistem tersebut diperkuat dengan melibatkan 80 peneliti doktor, pemetaan sanad keilmuan, digitalisasi data, penyusunan Atlas Sanad Keilmuan Jawa Timur, serta publikasi hasil riset sebagai rekomendasi kebijakan.

“Karya dan tradisi keilmuan pesantren tidak hanya terdokumentasi, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi fondasi inovasi dan pembangunan Jawa Timur di masa depan,” pungkas Khofifah.

Ketua LPPD Provinsi Jatim Prof Abdul Halim Soebahar mengatakan program beasiswa tersebut menjadi bagian dari program pengembangan pesantren yang terus dijalankan sejak kepemimpinan Khofifah.

“Sejak beliau memimpin beasiswa ini telah dirasakan oleh 7.796 penerima manfaat. Dari total tersebut, yang sudah menyelesaikan sebanyak 2.395 sarjana, 1.345 magister dan 75 doktor,” kata Prof Halim.

Menurutnya, para penerima beasiswa juga telah menghasilkan berbagai karya ilmiah. Sebanyak 170 karya ilmiah mahasiswa program S3 angkatan 2022 hingga 2025 telah dikompilasi menjadi 17 buku.

“Semua yang ada di sini karya mahasiswa yang mendapat beasiswa dari Provinsi Jatim. Maka dalam semester ini insyaallah S2 Mesir akan mempublish 30 buku hasil resume dari 150 kitab berbahasa Arab,” tandasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045
Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim
Senator Lia: Gen Z Harus Melek Politik dan Berani Suarakan Aspirasi
Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Panen Ikan Nila hingga Sawi Samhong di Pameran SIKAP Jombang
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 112 Murid di Jombang, Apresiasi 193 Prestasi Nasional-Internasional
Dhamroni DPRD Sidoarjo Dorong Tunjangan untuk Guru yang Mengajar di Wilayah Terpencil
Komisi D DPRD Sidoarjo Soroti Dana TKG Rp23 Miliar yang Mengendap Jadi SiLPA
Senator Lia Istifhama Dorong UNITABAH Lamongan Perkuat Pendidikan dan Peradaban Pesisir
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:26 WIB

Gubernur Khofifah Luncurkan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jatim, Jadi Etalase Karya Intelektual Santri

Selasa, 8 September 2026 - 14:58 WIB

Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 7 September 2026 - 23:11 WIB

Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim

Sabtu, 5 September 2026 - 22:16 WIB

Senator Lia: Gen Z Harus Melek Politik dan Berani Suarakan Aspirasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Panen Ikan Nila hingga Sawi Samhong di Pameran SIKAP Jombang

Berita Terbaru

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks. (dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:20 WIB

WhatsApp