Di Hadapan 109 Mahasiswa FKN Unhan, Gubernur Khofifah Paparkan Potensi Jatim dan Ajak Perkuat Kedaulatan Pangan

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Kamis, 17 September 2026 - 02:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan belajar 109 mahasiswa Fakultas Keamanan Nasional (FKN) Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan belajar 109 mahasiswa Fakultas Keamanan Nasional (FKN) Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Dok. Humas Pemprov)

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan belajar 109 mahasiswa Fakultas Keamanan Nasional (FKN) Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (15/9/2026) malam.

Kunjungan tersebut sekaligus dirangkai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Unhan RI dan sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim. Perangkat daerah yang terlibat yakni Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Pendidikan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim.

Khofifah menyebut kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara akademisi bidang pertahanan dan pemerintah daerah. Terutama dalam menjaga stabilitas serta memperkuat ketahanan dan kedaulatan nasional.

“Selamat datang di Bumi Majapahit. Yang selalu menyemai harmoni, kebhinnekaan dan napas ke-Indonesiaan lewat optimisme Gerbang Baru Nusantara,” kata Khofifah dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Di hadapan mahasiswa FKN Unhan, Khofifah memaparkan sejumlah capaian Jawa Timur, khususnya dalam sektor pangan. Menurut dia, Jatim kini tidak hanya berorientasi pada ketahanan pangan, tetapi mulai bergerak menuju kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

Hal itu, lanjut Khofifah, ditopang oleh sektor pertanian yang secara konsisten menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan produksi pangan tertinggi secara nasional.

Sejak 2020 hingga semester I 2026, Jawa Timur tercatat menjadi provinsi dengan produksi padi dan beras tertinggi di Indonesia. Berdasarkan potensi produksi Januari-Oktober 2026, produksi padi Jatim diperkirakan mencapai 9,86 juta ton gabah kering giling (GKG).

Angka tersebut meningkat 5,13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Produksi tersebut setara dengan sekitar 5,69 juta ton beras.

“Tahun lalu Indonesia sesungguhnya sudah swasembada beras. Jika kita sama-sama punya tekad yang kuat, tahun ini insyaallah kita bisa mencapai swasembada gula untuk konsumsi tanpa melakukan impor gula konsumsi,” ujar Khofifah.

BACA JUGA  FKPQ Sampaikan Aspirasi, Senator Lia Apresiasi Kepedulian Pemprov Jatim terhadap Pendidikan Keagamaan

Optimisme tersebut, kata dia, ditopang berbagai langkah, termasuk bongkar ratoon secara masif serta revitalisasi sejumlah pabrik gula. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pabrik hingga lebih dari 80 persen sehingga rendemen gula yang dihasilkan semakin maksimal.

Tak hanya sektor tanaman pangan, Khofifah juga menyoroti sektor peternakan. Jawa Timur disebut memiliki posisi strategis sebagai salah satu penopang kedaulatan pangan berbasis protein hewani nasional.

Jatim saat ini memiliki populasi sapi potong sekitar 3,5 juta ekor. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di Indonesia.

“Ada BBIB Singosari milik Kementerian Pertanian yang berlokasi di Malang. Fasilitas ini menjadi pusat pembelajaran inseminator dan pengawas kebuntingan, sekaligus wadah pengembangan teknologi reproduksi ternak unggul,” jelas Khofifah.

Dia menargetkan pengembangan peternakan sapi potong secara masif dapat mendorong tercapainya swasembada daging dalam tiga tahun ke depan.

“Kami memproyeksikan, dalam tiga tahun jika kita melakukan pengembangan peternakan sapi potong secara masif, kita bisa swasembada daging,” imbuhnya.

Khofifah juga menyinggung pentingnya penguatan sektor pangan berbasis sains. Menurut dia, penguatan tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas pangan.

“Pada akhirnya ketika dunia tengah galau akan suplai pangan, Indonesia nyatanya termasuk yang paling aman. Dengan penguatan berbasis sains maka prosesnya bisa lebih produktif, kualitatif dan menghindarkan sebanyak mungkin dari yang kimiawi menjadi nonkimiawi,” ujarnya.

Selain ketahanan pangan, Khofifah juga memaparkan kondisi kebencanaan di Jawa Timur. Posisi Indonesia, termasuk Jatim, yang berada di kawasan ring of fire membuat penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana menjadi hal penting.

Berdasarkan catatan BPBD Jatim, sekitar 92 hingga 97 persen kejadian bencana di Jawa Timur sepanjang 2022-2025 merupakan bencana hidrometeorologi. Hingga 25 Maret 2026, tercatat sebanyak 115 kejadian bencana di wilayah Jawa Timur.

BACA JUGA  FKPQ Sampaikan Aspirasi, Senator Lia Apresiasi Kepedulian Pemprov Jatim terhadap Pendidikan Keagamaan

Kondisi tersebut, menurut Khofifah, menuntut penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan secara konsisten. Karena itu, kerja sama antara pemerintah, akademisi dan berbagai komponen masyarakat dinilai penting dalam menghadapi potensi bencana.

Di akhir pertemuan, Khofifah meminta mahasiswa FKN Unhan memanfaatkan kunjungan belajar tersebut untuk menggali berbagai informasi mengenai kondisi Jawa Timur.

“Selamat studi lapangan di Jawa Timur. Silakan dieksplor, setelah itu mohon diberikan masukan kepada kami sehingga bisa berbenah dan melakukan yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Dekan FKN Unhan Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M. menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim yang telah menerima dan memfasilitasi kegiatan pembelajaran mahasiswa Unhan.

Menurut Nefra, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang banyak dipilih mahasiswa untuk kegiatan studi lapangan. Kegiatan tersebut dinilai penting untuk menghubungkan teori yang diperoleh mahasiswa dengan kondisi nyata di lapangan.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur dan jajarannya atas penerimaan yang begitu hangat bagi kami,” katanya.

Nefra menjelaskan, keamanan nasional merupakan hasil dari kemampuan seluruh komponen bangsa dalam membangun ketahanan secara bersama-sama. Karena itu, Jawa Timur dipilih sebagai lokasi praktik langsung karena dinilai memiliki pengalaman dalam membangun ketahanan daerah.

“Sehingga mereka mau lihat dengan teori yang mereka pelajari dengan fakta di lapangan yang ada. Itu yang mereka nanti membuat masukan kepada Provinsi Jawa Timur dalam rangka ketahanan Indonesia,” tuturnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKPQ Sampaikan Aspirasi, Senator Lia Apresiasi Kepedulian Pemprov Jatim terhadap Pendidikan Keagamaan
Gubernur Khofifah Luncurkan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jatim, Jadi Etalase Karya Intelektual Santri
Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045
Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim
Senator Lia: Gen Z Harus Melek Politik dan Berani Suarakan Aspirasi
Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Panen Ikan Nila hingga Sawi Samhong di Pameran SIKAP Jombang
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 112 Murid di Jombang, Apresiasi 193 Prestasi Nasional-Internasional
Dhamroni DPRD Sidoarjo Dorong Tunjangan untuk Guru yang Mengajar di Wilayah Terpencil
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 02:32 WIB

Di Hadapan 109 Mahasiswa FKN Unhan, Gubernur Khofifah Paparkan Potensi Jatim dan Ajak Perkuat Kedaulatan Pangan

Senin, 14 September 2026 - 10:46 WIB

FKPQ Sampaikan Aspirasi, Senator Lia Apresiasi Kepedulian Pemprov Jatim terhadap Pendidikan Keagamaan

Jumat, 11 September 2026 - 15:26 WIB

Gubernur Khofifah Luncurkan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jatim, Jadi Etalase Karya Intelektual Santri

Selasa, 8 September 2026 - 14:58 WIB

Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 7 September 2026 - 23:11 WIB

Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim

Berita Terbaru

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce (kanan) bersama Legal Officer KONI Jatim/Pendiri KONU Pusat/Pengurus ICF Jatim 2022-2026 firman Syah Ali (kiri). (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Wakapolda Pasma Royce terpilih sebagai Ketua ICF Jatim

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:08 WIB

WhatsApp