Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membuka Musyawarah Cabang (Muscab) XI Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Surabaya. Kegiatan digelar di Shangri-La Hotel Surabaya, Senin (14/9/2026).
Dalam sambutannya, Emil menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan anggota DPC Hiswana Migas Surabaya atas perannya menjaga kelancaran distribusi energi di Jawa Timur, khususnya Surabaya.
Emil mengatakan energi merupakan kebutuhan primer yang menunjang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga, transportasi, logistik hingga dunia usaha. Karena itu, Hiswana Migas dinilai memiliki posisi strategis dalam rantai pasok energi karena berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Banyak yang menganggap pasokan energi yang lancar sebagai sesuatu yang wajar. Padahal, tata kelola logistik dan rantai pasok energi di lapangan merupakan proses yang sangat kompleks dan penuh tantangan. Di sinilah Hiswana Migas memiliki peran yang sangat penting,” ujar Emil dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Menurut Emil, ketersediaan energi juga menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Pada Semester I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,84 persen secara kumulatif.
Sementara pada Triwulan II 2026, lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas mencatat pertumbuhan 16,86 persen secara tahunan.
“Sektor energi yang stabil terbukti efektif meredam gejolak inflasi dan mencegah timbulnya efek spekulatif yang berpotensi mengganggu perekonomian daerah,” tuturnya.
Di sisi lain, Emil menyoroti tantangan pemerintah, Pertamina, dan Hiswana Migas yang tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan energi, tetapi juga memastikan penyaluran energi bersubsidi tepat sasaran.
Menurutnya, kondisi geopolitik global dan nasional turut membuat komoditas energi primer semakin sensitif. Hal itu terutama terjadi ketika terdapat perbedaan harga yang cukup jauh antara produk komersial dan energi bersubsidi.
“Dinamika harga tersebut juga memicu dorongan bagi kelompok yang seharusnya tidak berhak untuk beralih menggunakan produk energi bersubsidi. Sehingga memerlukan pengawasan ekstra di tingkat penyalur,” jelas Emil.
Emil menambahkan, jaminan pemerintah pusat untuk menjaga harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap stabil hingga akhir tahun perlu diimbangi dengan disiplin dalam penyalurannya.
Hal itu dinilai penting agar penggunaan subsidi tidak membebani ruang fiskal negara secara berlebihan. Sebab, jika anggaran fiskal tidak dikelola secara terukur, pemerintah dapat menghadapi tantangan dalam membiayai sektor prioritas lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
“Reaktualisasi peran Hiswana Migas dalam tema hari ini artinya akan diidentifikasi melalui Muscab ini masukan dan saran agar kedua pihak bisa bekerja sama lebih baik lagi,” kata Emil.
Ia juga mendorong penguatan sistem pengendalian dan pembatasan pembelian melalui program Subsidi Tepat. Selain itu, masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku UMKM didorong untuk terdaftar secara resmi sebagai penerima subsidi yang sah.
“Tentu kita dorong pelaksanaan sistem pengendalian dan pembatasan pembelian seperti Subsidi Tepat, serta memotivasi masyarakat bawah dan pelaku UMKM agar terdaftar secara resmi sebagai penerima yang sah,” imbuhnya.
Emil berharap Muscab XI DPC Hiswana Migas Surabaya dapat menghasilkan rekomendasi dan evaluasi konstruktif bagi seluruh pemangku kepentingan.
Pemprov Jatim, lanjutnya, akan terus mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah daerah, Pertamina, dan Hiswana Migas. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memastikan produk energi bersubsidi maupun nonsubsidi terdistribusi secara lancar dan berkualitas.
“Banyak masalah di lapangan yang harus kita tangani bersama. Dengan komunikasi yang baik, Insyaallah dengan kerja sama yang baik, kita bisa menjawab tantangan ini,” pungkas Emil.
Pembukaan Muscab XI DPC Hiswana Migas Surabaya ditandai secara resmi oleh Wagub Emil. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan DPP Hiswana Migas, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Dinas ESDM Jatim, serta seluruh peserta musyawarah.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat