SiLPA Rp3,38 Triliun Jadi Sorotan DPRD Jatim, Yordan Minta Dialokasikan untuk Program Prioritas

- Publisher

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa. (dok. Syaiful/digitaljatim)

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa. (dok. Syaiful/digitaljatim)

Surabaya – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa, menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp3,38 triliun. Menurutnya, sebagian SiLPA tersebut akan dimanfaatkan untuk menutup rencana pembiayaan dalam APBD 2026.

“Memang proses penganggaran kita menggunakan model penganggaran defisit. Dalam APBD 2026 ada rencana pembiayaan sebesar Rp925 miliar yang memang akan diambil dari SiLPA 2025,” ujar Yordan saat ditemui di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jatim, Jumat (10/7/2026) sore.

Anggota Komisi A DPRD Jatim itu menjelaskan, sejak awal pemerintah telah memperkirakan akan terdapat SiLPA pada APBD 2025. Karena itu, skema penganggaran defisit diterapkan dengan memanfaatkan sebagian SiLPA sebagai sumber pembiayaan APBD 2026.

“Pemanfaatannya nanti akan dibahas dalam Perubahan APBD 2026. Yang jelas, prioritasnya untuk mendukung pencapaian target yang telah ditetapkan dalam RKPD 2026, termasuk program-program Nawa Bhakti Satya Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Politikus PDI Perjuangan tersebut menegaskan, penggunaan SiLPA harus mengutamakan pemenuhan kewajiban anggaran, seperti dana bagi hasil cukai dan belanja wajib lainnya. Jika masih terdapat sisa anggaran, menurutnya harus diarahkan untuk program-program prioritas yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kalau masih ada sisanya, tentu harus digunakan untuk program prioritas Pemprov agar masyarakat benar-benar merasakan dampaknya, terutama warga yang membutuhkan bantuan,” katanya.

Yordan juga menilai angka kemiskinan di Jawa Timur masih relatif tinggi. Karena itu, ia meminta Perubahan APBD 2026 difokuskan pada program yang mampu menekan angka kemiskinan.

“Anggaran bantuan harus benar-benar diarahkan agar masyarakat miskin bisa keluar dari kemiskinan. Itu yang seharusnya menjadi prioritas, karena jumlah penduduk miskin di Jawa Timur masih cukup besar,” imbuhnya.

BACA JUGA  DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ

Selain penanggulangan kemiskinan, Yordan menyoroti masih terbatasnya akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Menurutnya, Pemerintah Provinsi perlu memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi.

“Tentu persoalan pendidikan juga harus menjadi perhatian. Kalau kita ingin mengatasi kemiskinan dalam jangka panjang, maka pendidikan harus diperkuat, terutama SMA dan SMK yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Kita harus memastikan tidak ada lulusan SMA/SMK yang akhirnya menganggur atau tidak bisa melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FPKS DPRD Jatim Dorong Revisi Aturan Hak Keuangan, Tegaskan Transparansi dan Pelayanan Publik
Komisi E DPRD Jatim: APBD Harus Berdampak Nyata, Puguh Tegaskan Setiap Rupiah untuk Kesejahteraan Rakyat
Nurul Huda DPRD Jatim Dorong Pemprov Percepat Konektivitas Infrastruktur Kepulauan demi Dongkrak Ekonomi
Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda
Belum Ada Titik Temu, DPRD Sidoarjo Akan Sidak Bengkel CV Multi Triloka Cemerlang Pekan Depan
DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ
Puguh DPRD Minta Pemprov Jatim Segera Susun Regulasi Turunan Usai Terbitnya Perpres soal LGBTQ
Kecelakaan Beruntun Akses Suramadu Jadi Sorotan, Harisandi DPRD Jatim Desak Audit Keselamatan

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 04:54 WIB

FPKS DPRD Jatim Dorong Revisi Aturan Hak Keuangan, Tegaskan Transparansi dan Pelayanan Publik

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:46 WIB

SiLPA Rp3,38 Triliun Jadi Sorotan DPRD Jatim, Yordan Minta Dialokasikan untuk Program Prioritas

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:10 WIB

Komisi E DPRD Jatim: APBD Harus Berdampak Nyata, Puguh Tegaskan Setiap Rupiah untuk Kesejahteraan Rakyat

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:16 WIB

Nurul Huda DPRD Jatim Dorong Pemprov Percepat Konektivitas Infrastruktur Kepulauan demi Dongkrak Ekonomi

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:44 WIB

Mega Citra Alam Raih Penghargaan Tokoh Inspiratif, Ketua Tidar Mojokerto: Layak Jadi Teladan Perempuan Muda

Berita Terbaru

Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin usai menghadiri pembukaan Pameran UMKM PKK, Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan Pencanangan Rekor MURI Gerakan Minum Multiple Micronutrient Supplement (MMS) Serentak bagi ibu hamil dari 24 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar. (Dok. Adpim For Digitaljatim)

Pemerintahan & Kebijakan

Buka Rangkaian HKG PKK ke-54, Arumi Bachsin Ajak Ibu Hamil Rutin Minum Tablet MMS

Sabtu, 11 Jul 2026 - 03:06 WIB