Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Jadi Sorotan

Penulis Wahyu
Editor Yoyok

- Author

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Jadi Sorotan.

Surabaya Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah, Program Kemis Mlipis Jadi Sorotan.

Penulis: WahyuEditor: Yoyok

Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Surabaya menerima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) atas komitmennya menjaga dan mengembangkan bahasa daerah melalui dunia pendidikan dan pelibatan masyarakat.

Penghargaan tersebut diberikan dalam puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) yang digelar di Gedung Garuda, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Senin (25/5/2026).

Penghargaan itu merupakan bagian dari program revitalisasi bahasa daerah yang dijalankan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen. Sepanjang 2025, kementerian telah melaksanakan revitalisasi terhadap 105 bahasa dan dialek di 36 provinsi di Indonesia.

Program tersebut mengusung semangat sinergi pemerintah pusat dan daerah sebagai bentuk partisipasi bersama dalam menjaga keberlangsungan bahasa ibu di tengah arus modernisasi dan dominasi bahasa asing.

Mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diterima Pemkot Surabaya.

“Pemkot Surabaya bangga dengan penghargaan ini. Penghargaan ini menjadi penyemangat kami agar terus berinovasi dan mengembangkan program ke depan sehingga lebih optimal dan menjangkau lebih luas lagi,” kata Febri sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, upaya pelestarian bahasa Jawa di Surabaya telah berjalan selama dua tahun terakhir dan terus diperkuat melalui berbagai pendekatan kreatif di lingkungan sekolah. Komitmen tersebut juga diperkuat melalui Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 17 Tahun 2025 tentang Mata Pelajaran Bahasa Jawa sebagai Muatan Lokal Wajib Kurikulum Merdeka pada Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dan Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS) atau sederajat.

Menurutnya, regulasi tersebut menjadi landasan penting dalam memperkuat pembelajaran bahasa Jawa di lingkungan pendidikan formal sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal di kalangan generasi muda.

BACA JUGA  Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim

Salah satu program unggulan yang menjadi perhatian adalah “Kemis Mlipis”, yakni gerakan penggunaan bahasa Jawa di sekolah setiap hari Kamis. Program tersebut tidak hanya diterapkan dalam komunikasi sehari-hari, tetapi juga dikemas secara kreatif melalui konten interaktif yang rutin dibagikan di media sosial sekolah.

“Selama satu hari penuh, semua sekolah mengimplementasikan pembiasaan bahasa Jawa dengan berbagai kreativitasnya. Kami juga rutin melakukan sharing program inovatif Kemis Mlipis melalui media sosial,” ujarnya.

Ke depan, Dispendik Surabaya berencana mengintegrasikan program pelestarian bahasa daerah secara lebih rapi dan sistematis, termasuk melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Langkah tersebut dilakukan agar penggunaan bahasa daerah tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari budaya belajar siswa sehari-hari.

Menurut Febri, pendekatan berbasis kreativitas menjadi strategi penting agar generasi muda tetap dekat dengan bahasa daerah tanpa merasa terbebani.

Selain program Kemis Mlipis, Pemkot Surabaya juga rutin menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu yang diikuti pelajar dengan berbagai cabang lomba berbasis budaya dan bahasa Jawa. Di antaranya lomba nembang, ndongeng, maca geguritan, karawitan, dhagelan tunggal, menulis cerkak, pidato, hingga menulis aksara Jawa.

“Melalui berbagai kegiatan ini, kami ingin anak-anak semakin mencintai bahasa dan budaya daerahnya,” pungkasnya.

Penulis : Wahyu

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045
Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim
Senator Lia: Gen Z Harus Melek Politik dan Berani Suarakan Aspirasi
Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Panen Ikan Nila hingga Sawi Samhong di Pameran SIKAP Jombang
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 112 Murid di Jombang, Apresiasi 193 Prestasi Nasional-Internasional
Dhamroni DPRD Sidoarjo Dorong Tunjangan untuk Guru yang Mengajar di Wilayah Terpencil
Komisi D DPRD Sidoarjo Soroti Dana TKG Rp23 Miliar yang Mengendap Jadi SiLPA
Senator Lia Istifhama Dorong UNITABAH Lamongan Perkuat Pendidikan dan Peradaban Pesisir
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:58 WIB

Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 7 September 2026 - 23:11 WIB

Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim

Sabtu, 5 September 2026 - 22:16 WIB

Senator Lia: Gen Z Harus Melek Politik dan Berani Suarakan Aspirasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Panen Ikan Nila hingga Sawi Samhong di Pameran SIKAP Jombang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 112 Murid di Jombang, Apresiasi 193 Prestasi Nasional-Internasional

Berita Terbaru

WhatsApp