Puguh DPRD Jatim Soroti Ketimpangan Daya Tampung, Lebih 60 Persen Siswa Bergantung pada Swasta

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas. (Foto: Istimewa)

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas. (Foto: Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Keterbatasan daya tampung SMA/SMK negeri di Jawa Timur kembali menjadi perhatian. Komisi E DPRD Jatim menilai pemerintah provinsi perlu memberikan dukungan lebih besar kepada sekolah swasta yang selama ini menjadi penopang utama pendidikan menengah.

Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas mengungkapkan, daya tampung SMA/SMK negeri di Jawa Timur hanya sekitar 39 persen dari total lulusan SMP/MTs setiap tahun. Sementara jumlah lulusan mencapai lebih dari 600 ribu siswa.

“Artinya lebih dari 60 persen lulusan SMP/MTs tidak tertampung di sekolah negeri. Pertanyaannya, mereka kemudian sekolah ke mana? Jawabannya tentu ke sekolah swasta,” ujar Puguh, Rabu (17/6/2026).

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jatim, jumlah sekolah swasta mencapai sekitar 3.200 lembaga. Angka itu jauh lebih banyak dibandingkan sekolah negeri yang hanya sekitar 770 sekolah. Dengan perbandingan hampir satu banding lima, menurut Puguh, peran sekolah swasta sangat dominan dalam menampung lulusan SMP.

Namun, ia menilai perhatian pemerintah terhadap sekolah swasta masih belum optimal. Program beasiswa yang selama ini diklaim membantu siswa sekolah swasta dinilai belum sepenuhnya berasal dari anggaran pemerintah.

“Beasiswa yang disebut-sebut itu pada dasarnya berasal dari kesediaan masing-masing sekolah swasta menyediakan kuota bagi siswa. Jadi bukan murni bersumber dari APBD,” kata Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Timur itu.

Karena itu, Puguh mendorong Pemprov Jatim memberikan intervensi anggaran secara langsung kepada sekolah swasta. “Dukungan tersebut tidak hanya berupa Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), tetapi juga peningkatan sarana-prasarana, kompetensi guru, serta kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.

Puguh mencontohkan kebijakan di Bali yang memberikan subsidi kepada siswa yang tidak diterima di sekolah negeri untuk melanjutkan pendidikan di sekolah swasta. Skema tersebut dinilai mampu mengurangi kekhawatiran orang tua sekaligus menciptakan pemerataan akses pendidikan.

BACA JUGA  Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan

“Kalau ada subsidi dari APBD, orang tua tidak perlu berebut masuk sekolah negeri. Mau sekolah negeri atau swasta tetap mendapat jaminan pendidikan yang baik,” tegasnya.

Puguh menambahkan, peluang merealisasikan program tersebut sebenarnya terbuka karena alokasi anggaran pendidikan dalam APBD Jatim 2026 mencapai sekitar Rp9,4 triliun atau sekitar 35 persen dari total belanja daerah.

Menurutnya, momentum pembahasan kebijakan itu sangat penting mengingat proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 sudah memasuki tahap akhir. Dalam dua pekan ke depan, nasib ratusan ribu lulusan SMP/MTS yang belum tertampung di sekolah negeri akan mulai ditentukan.

“Pemerintah harus segera memberikan arah kebijakan yang jelas agar anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri tetap memiliki akses pendidikan yang terjamin,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi
Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional
Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan
DPD RI Ning Lia Kenalkan Filosofi SUPERRR, Dorong Kepemimpinan Mahasiswa UB
DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif
Wacana Siswa Tidak Naik Kelas, Puguh DPRD Jatim Soroti Kesenjangan Fasilitas Pendidikan
Dukung Transformasi Pendidikan, UNESA Latih Guru Akuntansi Manfaatkan Platform Wayground
Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Siswa SMA-SMK dan SLB
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:34 WIB

Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:00 WIB

DPD RI Ning Lia Kenalkan Filosofi SUPERRR, Dorong Kepemimpinan Mahasiswa UB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:48 WIB

DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp