Surabaya – Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Surabaya menjalin kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Surabaya. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di ruang utama Yayasan Ponpes Nurul Huda, Selasa (11/8/2026).
Penandatanganan kerja sama dilakukan antara BSI Surabaya dan Yayasan Ponpes Nurul Huda Surabaya. Pihak yayasan diwakili Kabiro Kepesantrenan Gus Ahmad Syauqi.
Kerja sama tersebut mengusung semangat membangun ekosistem syariah di lingkungan pendidikan pesantren. Kemitraan ini juga diarahkan untuk mendukung visi Yayasan Ponpes Nurul Huda menuju Nurul Huda Emas 2030.
Dalam kesempatan ini, Kabiro Kepesantrenan Yayasan Ponpes Nurul Huda Surabaya Ahmad Syauqi mengatakan kerja sama dengan Bank BSI merupakan bagian dari kemitraan strategis. Menurutnya, BSI tidak hanya berperan sebagai lembaga perbankan, tetapi juga dapat mendukung literasi keuangan dan edukasi bagi keluarga besar pesantren.
“Melalui kerja sama harus konkret dan dijalankan. Salah satunya yang baru-baru ini adalah produk BSI untuk sistem honorarium guru dan beyond BSI,” ujar Gus Syauqi kepada Pemimpin Redaksi Digitaljatim.com saat dihubungi itu.
Gus Syauqi juga menyoroti sejumlah layanan BSI, termasuk produk bank emas. Menurutnya, inovasi tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan literasi dan kesejahteraan ekonomi di lingkungan pesantren.
“Ini yang membedakan bank syariah. Tak hanya itu, juga bisa mengembangkan pendidikan,” katanya.
Ia menjelaskan pesantren memiliki tiga peran utama, yakni sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Peran tersebut dinilai sejalan dengan semangat BSI dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis syariah.
“Pesantren ini kan memiliki tiga peran, yaitu lembaga pendidikan, dakwah, dan masyarakat. Hal ini selaras dengan Bank BSI. Jadi tidak hanya finance saja, tetapi spiritnya sama,” imbuh Sekretaris Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Jawa Timur tersebut.
Menurut Gus Syauqi, kemitraan tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Manfaatnya tidak hanya ditujukan kepada institusi, tetapi juga civitas akademika dan keluarga besar Yayasan Ponpes Nurul Huda, mulai dari santri, guru hingga alumni.
Ia juga menyebut peningkatan kesejahteraan guru menjadi salah satu target penting dalam kerja sama tersebut.
“Melalui kemitraan ini, target kita adalah memiliki motto yayasan kaya raya dan guru sejahtera. Artinya, menyejahterakan guru adalah pilar dalam membangun kemajuan sebuah lembaga,” imbuhnya.
Gus Syauqi menambahkan kesejahteraan guru juga dapat didukung melalui pemanfaatan berbagai produk dan layanan BSI. Termasuk, mendorong guru memiliki perencanaan keuangan dan investasi, salah satunya melalui tabungan emas.
“Yang kedua adalah memiliki porsi antrean haji. Bahkan, syukur-syukurnya sampai 2030 ada di antara kita yang naik haji,” tutur Ketua Umum Yayasan Pesantren Yatama itu.
Lebih lanjut, Gus Syauqi menegaskan visi Nurul Huda Emas 2030 juga ditopang tiga pilar utama. Ketiganya yakni penguatan sumber daya manusia (SDM), kemitraan strategis, serta pengembangan sarana dan prasarana secara sistematis.
“Untuk 2030, Ponpes Nurul Huda memiliki tiga pilar. Salah satunya sumber daya manusia (SDM), kemitraan strategis, dan pengembangan sarana prasarana yang sistematis,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful