Lia Istifhama: Reog Ponorogo Curi Perhatian di Edu Kampus School Expo 2026, Bukti Budaya Lokal Mampu Berinovasi

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Gelaran Edu Kampus School Expo 2026 di Jatim Expo Surabaya tidak hanya menjadi ajang mempertemukan pelajar dengan berbagai institusi pendidikan, tetapi juga menjadi panggung bagi lahirnya inovasi berbasis budaya lokal yang menarik perhatian pengunjung.

Di antara beragam produk yang dipamerkan, sebuah kearifan lokal bertema Reog Ponorogo berhasil mencuri perhatian. Produk tersebut mengangkat identitas budaya khas Jawa Timur melalui kemasan dan konsep yang terinspirasi dari seni pertunjukan Reog, salah satu warisan budaya yang telah dikenal hingga mancanegara.

Kehadiran produk ini menjadi bukti bahwa budaya tidak harus selalu diperkenalkan melalui pertunjukan seni atau pameran tradisional. Dengan sentuhan kreativitas, nilai-nilai budaya dapat dikemas dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk melalui produk konsumsi yang diminati generasi muda.

Reog yang dipamerkan tersebut mendapat respons positif dari pengunjung. Banyak pelajar dan mahasiswa yang tertarik karena konsepnya yang unik, memadukan unsur budaya daerah dengan tren industri kreatif yang berkembang saat ini.

Melalui pendekatan tersebut, budaya lokal tidak hanya menjadi simbol identitas, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk yang bernilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pameran ini sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan usaha kreatif. Ketika budaya diolah menjadi produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, maka nilai budaya tersebut akan semakin mudah dikenal dan diterima oleh berbagai kalangan.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi berbagai inovasi yang mengangkat kearifan lokal dalam bentuk produk kreatif. Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga keberlangsungan budaya di tengah perubahan zaman.

BACA JUGA  Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim

“Budaya lokal tidak hanya dilestarikan melalui pertunjukan seni, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan mampu dikenal lebih luas oleh masyarakat,” ujar Lia, Jumat (5/6/2026).

Ia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menghadirkan gagasan-gagasan baru yang mampu menghubungkan warisan budaya dengan kebutuhan pasar modern tanpa menghilangkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Menurut Lia, inovasi berbasis budaya bukan hanya tentang menciptakan produk baru, tetapi juga menjadi upaya memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Ketika budaya lokal mampu dikemas secara kreatif dan menarik, maka potensi tersebut dapat berkembang menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM, komunitas budaya, hingga desa-desa wisata.

“Budaya adalah aset yang sangat berharga. Jika dikelola dengan baik dan dikembangkan melalui kreativitas, budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan identitas daerah kepada dunia,” kata Lia.

Melalui kehadiran berbagai produk berbasis kearifan lokal, Edu Kampus School Expo 2026 tidak hanya memberikan wawasan pendidikan, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk melihat budaya sebagai sumber inovasi dan peluang masa depan.

Reog Ponorogo yang tampil dalam pameran tersebut menjadi contoh bahwa warisan budaya dapat terus hidup dan berkembang melalui kreativitas. Dengan cara ini, budaya tidak hanya dikenang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan modern yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Sumber Berita: digitaljatim.com

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045
Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim
Senator Lia: Gen Z Harus Melek Politik dan Berani Suarakan Aspirasi
Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Panen Ikan Nila hingga Sawi Samhong di Pameran SIKAP Jombang
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 112 Murid di Jombang, Apresiasi 193 Prestasi Nasional-Internasional
Dhamroni DPRD Sidoarjo Dorong Tunjangan untuk Guru yang Mengajar di Wilayah Terpencil
Komisi D DPRD Sidoarjo Soroti Dana TKG Rp23 Miliar yang Mengendap Jadi SiLPA
Senator Lia Istifhama Dorong UNITABAH Lamongan Perkuat Pendidikan dan Peradaban Pesisir
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:58 WIB

Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 7 September 2026 - 23:11 WIB

Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim

Sabtu, 5 September 2026 - 22:16 WIB

Senator Lia: Gen Z Harus Melek Politik dan Berani Suarakan Aspirasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Panen Ikan Nila hingga Sawi Samhong di Pameran SIKAP Jombang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 112 Murid di Jombang, Apresiasi 193 Prestasi Nasional-Internasional

Berita Terbaru

WhatsApp