Surabaya – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh alumni UNAIR memperkuat jejaring lintas sektor dan lintas negara.
Khofifah mendorong IKA UNAIR tidak sekadar menjadi organisasi alumni, tetapi mampu mengambil peran yang lebih fungsional dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
“Pokoknya kita ini menanam, menanam, menyiram, menyiram. Insyaallah pada saatnya nanti akan panen. Kalau bukan kita yang panen, tentu nanti akan ada yang memanen. Artinya, hadirnya kita, kerja kita, insyaallah dapat memberikan manfaat,” ujar Khofifah saat menghadiri Forum Silaturahmi bersama IKA UNAIR Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Senin (10/8/2026) malam.
Menurut Khofifah, forum silaturahmi alumni UNAIR tidak hanya menjadi ajang bertemu sesama alumni. Forum tersebut juga dapat menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, hingga menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pembangunan.
“Semakin banyak kontribusi yang diberikan, maka background akademik juga akan terbawa. Bagaimana IKA UNAIR mengambil peran, maka UNAIR pun akan teridentifikasi,” katanya.
Khofifah mengatakan, keterlibatan alumni UNAIR dapat dimulai dengan membuka peluang kerja sama antara Jawa Timur dan daerah tempat alumni berada. Menurutnya, peran tersebut strategis karena dapat membuka ruang kolaborasi antardaerah sekaligus mendukung pembangunan di kedua wilayah.
“Sinergi ini menjadi satu hal potensial yang dibutuhkan, tidak hanya memperkuat jejaring, tetapi lebih dari itu, membuka pintu kolaborasi untuk pembangunan yang lebih baik,” jelasnya.
“Jejaring alumni adalah kekuatan besar. Ketika jejaring ini terus dipelihara melalui komunikasi dan kolaborasi yang baik, maka manfaatnya akan dirasakan bukan hanya oleh almamater, tetapi juga oleh masyarakat luas,” imbuh Khofifah.
Khofifah juga meminta alumni UNAIR di Kalimantan Barat tidak ragu mengambil peran di berbagai sektor. Menurutnya, berbagai praktik baik atau best practice yang telah diterapkan di Jawa Timur dapat dikaji untuk diterapkan di daerah lain jika sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.
“Beberapa best practice Jawa Timur bisa menjadi satu hal yang dapat dikaji dan direplikasi di Kalimantan Barat jika berkesesuaian,” terangnya.
Upaya memperkuat jejaring alumni juga dilakukan Khofifah melalui pertemuan dengan IKA UNAIR Chapter Amerika di Gedung Negara Grahadi, Rabu (12/8/2026).
IKA UNAIR Chapter Amerika selama ini aktif membantu konektivitas alumni UNAIR untuk mendapatkan akses dan peluang karier di berbagai perusahaan besar dunia yang berada di Amerika Serikat.
Khofifah menilai penguatan jejaring tersebut membutuhkan ekosistem dan kultur yang dibangun secara berkelanjutan.
“Bahwa untuk bisa mencapai ini tentu tidak mudah. Tetapi tidak mudah bukan berarti tidak bisa. Ekosistem dan kultur harus dibangun dan dibentuk sehingga semua bisa memiliki semangat yang sama untuk kemajuan pembangunan,” tuturnya dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026)..
Ia juga mengajak para alumni untuk saling belajar dan berbagi pengalaman, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Mari saling belajar, saling berbagi pengalaman, terutama untuk memperkuat kualitas SDM. Karena peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah investasi terbaik untuk kemajuan daerah maupun bangsa. Ini bisa diawali dari membangun jejaring melalui IKA UNAIR,” tegasnya.
Dalam konteks kerja sama dengan Kalimantan Barat, Khofifah turut menyoroti potensi sektor peternakan dan pertanian Jawa Timur yang memiliki kontribusi besar secara nasional.
Ia pun mengundang alumni UNAIR di Kalimantan Barat untuk ikut mengambil peran dalam pengembangan sektor tersebut.
“Di Jawa Timur ada Balai Besar Inseminasi Buatan milik Kementan RI untuk sapi. Saya rasa teknologinya sederhana dan bisa dilakukan di sini. Semua bisa diadaptasi di sini, disesuaikan dengan kemampuan daerah,” sebutnya.
Forum dialog bersama alumni UNAIR di Kalimantan Barat berlangsung hangat dan produktif. Sejumlah alumni menyampaikan aspirasi, salah satunya terkait peran IKA UNAIR dalam membantu pengembangan karier alumni yang baru lulus.
Menanggapi hal tersebut, Khofifah mengatakan IKA UNAIR akan membantu pengembangan karier alumni, tidak hanya bagi fresh graduate, tetapi juga seluruh alumni.
Bentuk dukungan tersebut antara lain uji kompetensi advokasi, fasilitasi persiapan mengikuti seleksi CASN, magang, hingga pengembangan karier di luar negeri.
“IKA UNAIR juga menjembatani hingga ke luar negeri karena ada lima cabang internasional yang aktif. Salah satunya ada di USA yang memfasilitasi untuk bisa magang di industri raksasa Amerika. Selama di sana bisa tinggal di rumah alumni-alumni UNAIR, kembali ke Indonesia membawa nilai tawar yang tinggi,” jelasnya.
Khofifah menyambut positif berbagai masukan yang disampaikan para alumni. Menurutnya, aspirasi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun ikhtiar bersama dalam mendorong pembangunan yang lebih baik.
“Mari belajar bersama, mari tumbuh bersama, berkembang bersama dan maju bersama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan capaian UNAIR di tingkat internasional. Berdasarkan QS World University Rankings tahun ini, UNAIR berada di peringkat 276 dunia, naik dari posisi 287 pada tahun sebelumnya.
Menurut Khofifah, salah satu faktor penting yang turut memengaruhi capaian tersebut adalah peran alumni, khususnya dalam aspek employer reputation yang berkaitan dengan masa tunggu kerja dan penghasilan awal lulusan.
“Posisi ini karena salah satu peran pentingnya ada di alumni, yaitu employer reputation yang melihat masa tunggu dan gaji pertama alumninya,” katanya.
Pada 2025, UNAIR juga menempati peringkat kesembilan dunia dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings. Dalam pemeringkatan tersebut, UNAIR menjadi perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara dalam implementasi Sustainable Development Goals (SDGs).
Khofifah menilai berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi dan keterlibatan para alumni. Kerja-kerja sosial yang dilakukan alumni, menurutnya, turut memperkuat citra positif almamater ketika kontribusi tersebut mendapat perhatian dan pemberitaan media.
Karena itu, Khofifah mendorong seluruh alumni UNAIR menjaga nama baik almamater, memperluas jejaring kerja sama, menjadi penggerak kolaborasi, menyebarkan narasi positif, serta memberikan kontribusi nyata melalui pengabdian di bidang masing-masing.
“Mari kita terus menjaga silaturahmi, memperkuat jejaring, menyebarluaskan informasi positif tentang almamater, bangun kolaborasi lintas daerah, dan memberikan kontribusi nyata melalui pengabdian kita kepada masyarakat di bidang masing-masing,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful