Indonesia Tampil Strategis di BRICS Trade Union Forum 2026, KSPSI AGN Pimpin Plenary Session

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Delegasi dari KSPSI AGN, William Yani Wea dan Ditha Julietha bersama para delegasi dari negara lain. (dok. Istimewa)

Delegasi dari KSPSI AGN, William Yani Wea dan Ditha Julietha bersama para delegasi dari negara lain. (dok. Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

INDIA – BRICS Trade Union Forum Meeting 2026 resmi dibuka hari ini, Selasa 14 Juli 2026 di Hyderabad, India. Forum tingkat tinggi serikat pekerja dari negara-negara BRICS ini mengusung tema besar “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability” dan berlangsung selama tiga hari, 14-16 Juli 2026.

Pertemuan tahun ini memiliki arti penting karena menjadi forum BRICS pertama setelah adanya perluasan keanggotaan. Hal ini tercermin dari deretan bendera negara anggota yang berkibar di panggung utama, meliputi Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.

Indonesia hadir dalam forum ini diwakili oleh dua orang delegasi dari KSPSI AGN, yakni William Yani Wea selaku Advisor dan International Affairs Executive KSPSI AGN, sekaligus Ketua Umum SP IMPPI, dan Ditha Julietha selaku International Relations Officer KSPSI AGN.

“Keterlibatan KSPSI AGN dalam forum ini menunjukkan peran aktif serikat pekerja Indonesia dalam memperjuangkan agenda pekerja di tingkat internasional,” kata William Yani dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Sepanjang hari pertama, para delegasi mengikuti serangkaian Parallel Sessions yang membahas isu-isu krusial ketenagakerjaan abad 21. Empat kelompok kerja paralel tersebut memfokuskan pembahasan pada:

Pertama, Jaminan Sosial dengan memperkuat sistem perlindungan sosial yang adaptif dan inklusif untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi dan pekerjaan informal.

Kedua, keterampilan Strategi upskilling dan reskilling masif untuk menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0, 5.0 dan transformasi digital.

Ketiga, Perempuan dan Masa Depan Kerja, dengan Mendorong kesetaraan gender, penghapusan kesenjangan upah, dan penciptaan lingkungan kerja yang aman bagi perempuan.

“Keempat, Teknologi yang Berpusat pada Manusia dan AI, dengan merumuskan tata kelola AI dan teknologi digital di tempat kerja yang etis, tidak mendisplasi pekerja, dan meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan,” tutur priabyang akrab disapa Willy itu.

Willy mengungkapkan, hasil dan rekomendasi dari keempat kelompok kerja tersebut kemudian disampaikan dalam Plenary Session 04: Reporting of Parallel Sessions.

Dalam sesi penting ini, Indonesia mendapat kehormatan sebagai Pimpinan Sidang atau Chair. Sidang Plenary Session 04 dipimpin langsung oleh William Yani Wea selaku Advisor dan International Affairs Executive KSPSI AGN.

Sebagai Chair, William Yani Wea memimpin jalannya sidang untuk mendengarkan laporan dari masing-masing pelapor, yaitu perwakilan dari Shri Sarthak Shukla untuk Jaminan Sosial, Shri Raviraman untuk Keterampilan, Sushri Priyanka Sharma untuk Perempuan dan Masa Depan Kerja, serta Dr. Mukesh Jain untuk Teknologi dan AI. Sesi ditutup dengan Vote of Thanks oleh Shri S. Durairaj, Member, ESI Board.

“BRICS bukan lagi sekadar kelompok ekonomi. Dengan perluasan anggota, BRICS kini mewakili suara mayoritas pekerja di dunia Selatan. Tantangan kita ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi diiringi dengan penciptaan pekerjaan yang layak, perlindungan sosial universal, dan transisi yang adil menuju ekonomi hijau dan digital,” ujar William Yani Wea.

Indonesia melalui KSPSI AGN secara khusus mendorong 4 hal: Pertama, penguatan dialog sosial tripartit. Kedua, investasi besar untuk peningkatan keterampilan pekerja.

Ketiga, memastikan teknologi AI digunakan untuk memberdayakan pekerja, bukan menggantikannya.

Keempat, perlindungan dan penghormatan terhadap pekerja migran. Ini sejalan dengan tema membangun ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan.

“BRICS Trade Union Forum Meeting 2026menegaskan komitmen bersama untuk membangun masa depan kerja yang berpusat pada manusia, berkelanjutan, dan tidak meninggalkan siapapun,” pungkas Willy.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Trade Union Forum ke-15 Ditutup, Delegasi Indonesia Tegaskan Komitmen Solidaritas Pekerja Global
ILC 114 Resmi Sahkan Perlindungan Pekerja Platform, Ojol Dapat Kepastian Hukum
Delegasi Pekerja Indonesia di Jenewa Kawal Kebebasan Berserikat, Serukan Solidaritas untuk Rohingya
Menuju ILC 114 Jenewa, KSPSI AGN Siap Kawal Standar Ketenagakerjaan dan Pekerja Platform
Senator Ning Lia Lempar Jumrah Dini Hari di Mina, Rasakan Ketenangan Spiritual Bersama Jamaah Haji
Dari Rafale sampai Palestina, Presiden Prabowo dan Presiden Macron Kompak Perkuat Kemitraan Strategis Dua Negara
Senator Lia Istifhama Soroti Pentingnya Solidaritas Jamaah Saat Puncak Armuzna Berlangsung
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:49 WIB

BRICS Trade Union Forum ke-15 Ditutup, Delegasi Indonesia Tegaskan Komitmen Solidaritas Pekerja Global

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:54 WIB

Indonesia Tampil Strategis di BRICS Trade Union Forum 2026, KSPSI AGN Pimpin Plenary Session

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:28 WIB

ILC 114 Resmi Sahkan Perlindungan Pekerja Platform, Ojol Dapat Kepastian Hukum

Senin, 8 Juni 2026 - 19:08 WIB

Delegasi Pekerja Indonesia di Jenewa Kawal Kebebasan Berserikat, Serukan Solidaritas untuk Rohingya

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:12 WIB

Menuju ILC 114 Jenewa, KSPSI AGN Siap Kawal Standar Ketenagakerjaan dan Pekerja Platform

Berita Terbaru

Firman Syah Ali, anggota Persatuan Bani Bhuju' (PBB) Pamekasan. (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Selasa, 28 Jul 2026 - 14:01 WIB

WhatsApp