Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Probolinggo, Senator Lia Ajak Pemuda Speak Up

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Selasa, 15 September 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama menghadiri kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Probolinggo. (Dok. Istimewa)

Anggota DPD RI Lia Istifhama menghadiri kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Probolinggo. (Dok. Istimewa)

Probolinggo – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, mengajak generasi muda berani mengambil peran dan menyuarakan persoalan masyarakat. 

Pesan itu disampaikan senator yang akrab disapa Ning Lia dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Probolinggo, Jumat (11/9/2026).

Di hadapan peserta, termasuk kalangan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ning Lia menekankan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

“Saya ingin generasi yang lebih muda dari saya lebih proaktif mengambil peran, harus lebih speak up. Kalau ada regulasi negara yang sudah terlanjur disahkan, kita harus berani berbicara apakah memungkinkan adanya ruang revisi,” kata politisi cantik dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah penyelenggara pemilu, di antaranya unsur Bawaslu Provinsi Maluku, Bawaslu Kabupaten Probolinggo, KPU Kabupaten Probolinggo, dan KPU Kota Probolinggo.

Ning Lia mengatakan, organisasi pergerakan mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai kemanusiaan. Menurutnya, gerakan mahasiswa harus memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Ia kemudian mencontohkan persoalan dugaan mafia tanah yang belakangan diterimanya melalui pengaduan masyarakat. Persoalan tersebut memiliki kedekatan secara personal karena keluarganya juga pernah mengalami kasus pertanahan dan hingga kini masih menjalani proses hukum.

“Tadi malam saya menerima tamu dari masyarakat yang menjadi korban mafia tanah atau mafia bersertifikat. Saya pun juga korban, orang tua saya menjadi korban dan sampai sekarang masih berproses hukum,” ujar senator mantan model.

Pengalaman itu, menurut Ning Lia, menunjukkan pentingnya masyarakat dan generasi muda ikut mengawal kebijakan publik serta peraturan perundang-undangan. Sebab, masih terdapat persoalan hukum yang dalam praktiknya dinilai belum sepenuhnya menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat.

BACA JUGA  Bertemu Wakapolres Surabaya, Senator Lia Istifhama Apresiasi Cara Humanis ala Jogo Suroboyo

Karena itu, ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton ketika menemukan persoalan di tengah masyarakat. Kritik, gagasan, maupun dorongan perubahan regulasi, kata dia, dapat disampaikan secara konstruktif melalui jalur konstitusional.

Namun Ning Lia mengingatkan, setiap upaya mendorong perubahan maupun revisi peraturan perundang-undangan harus tetap berlandaskan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Semua harus benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat,” tutur politisi pecinta batik.

Dalam sosialisasi tersebut, Ning Lia juga menyinggung pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) untuk menjaga kesinambungan pembangunan nasional.

Menurutnya, arah pembangunan jangka panjang diperlukan agar program strategis negara tidak berhenti hanya karena pergantian kepemimpinan.

“Jangan sampai ketika berganti presiden, pembangunan yang sudah dirancang kemudian tidak dilanjutkan. Di situlah pentingnya PPHN,” katanya.

Ning Lia menegaskan politik seharusnya tidak semata-mata berorientasi pada jabatan, ambisi maupun kepentingan materi. Politik, menurut dia, harus menjadi sarana mengambil posisi strategis untuk memberikan manfaat dan membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

Melalui Sosialisasi Empat Pilar tersebut, Ning Lia berharap generasi muda semakin berani mengambil peran, memiliki kepekaan sosial serta aktif mengawal kebijakan negara dengan tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arumi Bachsin Dorong Generasi Muda Jatim Bangga Kenakan dan Lestarikan Batik
Senator Lia Istifhama Apresiasi Gresik Umrah and Hajj Fest 2026, Dorong Pelayanan Jemaah Semakin Prima
Bertemu Wakapolres Surabaya, Senator Lia Istifhama Apresiasi Cara Humanis ala Jogo Suroboyo
Basarnas Kawal Evakuasi KLM Sinar Reski II ke Dermaga Branta Pamekasan
Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat
Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 21:20 WIB

Arumi Bachsin Dorong Generasi Muda Jatim Bangga Kenakan dan Lestarikan Batik

Minggu, 13 September 2026 - 14:36 WIB

Senator Lia Istifhama Apresiasi Gresik Umrah and Hajj Fest 2026, Dorong Pelayanan Jemaah Semakin Prima

Minggu, 13 September 2026 - 00:26 WIB

Bertemu Wakapolres Surabaya, Senator Lia Istifhama Apresiasi Cara Humanis ala Jogo Suroboyo

Jumat, 11 September 2026 - 12:59 WIB

Basarnas Kawal Evakuasi KLM Sinar Reski II ke Dermaga Branta Pamekasan

Kamis, 10 September 2026 - 02:59 WIB

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat

Berita Terbaru

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menghadiri Peluncuran Kabupaten/Kota Percontohan Proyek InCircular di Provinsi Jawa Timur yang digelar di Hotel DoubleTree by Hilton Surabaya. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Wagub Emil Dukung 5 Daerah di Jatim Jadi Percontohan Proyek InCircular Atasi Sampah

Rabu, 16 Sep 2026 - 03:11 WIB

WhatsApp