Gubernur Khofifah Apresiasi BBIB Singosari Berhasil Kembangkan Semen Beku Sapi Wagyu dan Belgian Blue

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Senin, 29 Juni 2026 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah saat meninjau BBIB Singosari, Kabupaten Malang. (Foto: Adpim For Digitaljatim)

Gubernur Khofifah saat meninjau BBIB Singosari, Kabupaten Malang. (Foto: Adpim For Digitaljatim)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang  milik Kementan RI yang berhasil mengembangkan dan memproduksi semen beku Sapi Wagyu, Belgian Blue, serta berbagai rumpun ternak unggul lainnya seperti Limousin, Simmental, Angus, Brahman, Sapi Bali, Sapi Madura, Peranakan Ongole hingga Friesian Holstein.

Keberhasilan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat kualitas genetika ternak nasional sekaligus mendukung percepatan swasembada daging Indonesia.

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat meninjau BBIB Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (28/6/2026).

Dalam kunjungannya, Gubernur Khofifah melihat berbagai jenis sapi, salah satunya yang sangat menarik adalah jenis sapi Belgian Blue yang dikenalkan Dubes Belgia tahun 2018 kepadanya di Surabaya. Kemudian menjelang Idul Adha orang nomor satu di Jawa Timur ini bertemu peternak  sapi dari Mojokerto untuk kemudian membeli Belgian Blue.

Di BBIB, kata Khofifah, pengembangan semen beku Belgian Blue sudah ada  peternaknya di Mojokerto, Situbondo, Bondowoso dan Jember bisa dilakukan di tempat lainnya. Utamanya kemungkinan kawin silang Belgian Blue.

Lebih lanjut di BBIB Singosari ada jenis sapi Wagyu yang semen bekunya sudah sangat banyak. Namun, proses perlakuan terhadap sapi jenis wagyu membutuhkan proses ekstra supaya menghasilkan kualitas daging wagyu seperti dari Jepang.

“Harga daging sapi Wagyu cukup tinggi di restoran-restoran dan hotel-hotel bintang 5. Satu kilo rata-rata masih di atas Rp 1 juta. Maka proses pemeliharaannya juga tidak murah dan tidak mudah. Tapi BBIB sudah menginisiasi sejak 5 tahunan yang lalu,” ungkapnya dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).

Ke depan, Gubernur Khofifah berharap, kekuatan BBIB di Singosari yang sangat luar biasa terus melakukan pendampingan peternak sapi jenis Belgian Blue dan Wagyu. Artinya, bagaimana kemudian peternak menyiapkan proses  perlakuan seperti halnya yang dilakukan oleh peternak di Jepang untuk jenis sapi Wagyu.

BACA JUGA  Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan

“Saya rasa kita semua mendorong, mendukung apa yang dilakukan Balai Besar inseminasi buatan ini terus bisa ditingkatkan dan sebaliknya, provinsi-provinsi yang lain saya rasa bisa memanfaatkan kehadiran Balai Besar inseminasi buatan sehingga kalau hitungan saya, mestinya start dari sekarang dengan komitmen yang besar, rasanya tiga tahun mestinya kita bisa swasembada daging,” tegasnya.

Menurut Khofifah, keberadaan BBIB Singosari merupakan aset strategis nasional yang selama ini berperan besar dalam meningkatkan mutu genetik ternak melalui pengembangan teknologi reproduksi dan produksi semen beku berkualitas.

“Keberadaan BBIB Singosari merupakan aset nasional yang memiliki peran sangat penting dalam mempercepat peningkatan populasi sekaligus kualitas genetik ternak di Indonesia,” jelasnya.

Tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, lanjutnya, BBIB Singosari juga telah berkembang menjadi salah satu pusat produksi semen beku unggul berstandar internasional yang melayani kebutuhan inseminasi buatan di berbagai negara.

“Potensi besar yang dimiliki BBIB Singosari harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh provinsi. Teknologi reproduksi yang dikembangkan di sini dapat menjadi pengungkit peningkatan produktivitas peternakan nasional,” katanya.

Karena itu, Gubernur Khofifah optimistis Indonesia mampu mewujudkan swasembada daging dalam tiga tahun ke depan.

“Indonesia sesungguhnya telah memiliki fondasi yang kuat untuk mencapai swasembada daging. Yang diperlukan saat ini adalah penguatan sinergi antardaerah, optimalisasi program inseminasi buatan, peningkatan kualitas bibit ternak, serta pendampingan berkelanjutan kepada para peternak,” kata Gubernur Khofifah.

“Sangat sering saya menyampaikan kita punya potensi swasembada daging. Menurut hitungan saya, tiga tahun kita bisa swasembada daging dan ketika kita berbicara soal kurs, maka sesungguhnya swasembada daging sesuatu yang potensial di depan mata bisa kita wujudkan,” imbuhnya.

BACA JUGA  DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu, Kepala BBIB Singosari Akbar menjelaskan bahwa BBIB Singosari merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian yang memproduksi sekaligus mendistribusikan semen beku unggul untuk memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan nasional.

Hingga semester pertama tahun 2026, BBIB Singosari telah memproduksi sebanyak 895.559 dosis semen beku dengan total stok mencapai sekitar 4,7 juta dosis. Stok tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan program inseminasi buatan nasional dalam beberapa tahun ke depan.

BBIB Singosari saat ini memiliki 192 pejantan unggul yang terdiri atas berbagai rumpun sapi potong, sapi perah, kambing, dan domba. Diantaranya sapi Belgian Blue, Wagyu, Limousin, Simmental, Angus, Brahman, sapi Bali, sapi Madura, Peranakan Ongole, hingga Friesian Holstein.

Selain memenuhi kebutuhan nasional, BBIB Singosari juga telah mengekspor lebih dari 35 ribu dosis semen beku ke 11 negara, antara lain Malaysia, Timor Leste, Kamboja, Nigeria, Afghanistan, Madagaskar, Myanmar, Tanzania, Zimbabwe, Ethiopia, dan Kyrgyzstan.

“Alhamdulillah sekitar 4,7 juta dosis bisa kita keluarkan kapanpun ketika negara-negara lain membutuhkan keberadaan semen beku dan jumlahnya cukup tersedia untuk kebutuhan masyarakat kita. Jumlah yang dimiliki bisa untuk kebutuhan 3 tahun ke depan,” katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi yang terjalin antara BBIB Singosari dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus diperkuat, terutama dalam mendukung target inseminasi buatan sebanyak lebih dari satu juta akseptor sapi di Jawa Timur pada tahun 2026.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Ketua DPRD Sidoarjo Desak Satgas MBG Aktif Awasi SPPG, Soroti Standar Gizi dan Perizinan
Wagub Emil Bertemu Dubes Austria, Kerja Sama Ekonomi hingga Budaya Jadi Sorotan
Wagub Emil Pastikan Distribusi BBM di Jatim Lancar, Pasokan SPBU Terjaga
Tunggakan Jukir Tembus Rp900 Juta, Dishub Sidoarjo Ancam Pecat Petugas yang Membandel
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:30 WIB

DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Ketua DPRD Sidoarjo Desak Satgas MBG Aktif Awasi SPPG, Soroti Standar Gizi dan Perizinan

Berita Terbaru

WhatsApp