GMNI UWKS Gelar ‘Panggung Wanita Bersuara’, Dorong Kesetaraan Perempuan

Editor Yoyok

- Author

Sabtu, 25 April 2026 - 00:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editor: Yoyok

Surabaya – Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) sukses menyelenggarakan kegiatan Panggung Wanita Bersuara sebagai bagian dari refleksi organisasi sekaligus penguatan arah gerakan kader perempuan.

Kegiatan ini digelar bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kartini, dan dihadiri oleh perwakilan pengurus cabang GMNI Kota Surabaya, jajaran DPK, serta kader GMNI se-Surabaya.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang evaluatif bagi organisasi dalam merespons isu-isu strategis, khususnya terkait maraknya kasus pelecehan seksual di lingkungan pendidikan tinggi, termasuk yang belakangan mencuat di Universitas Indonesia. GMNI UWKS Surabaya memposisikan kegiatan ini sebagai bentuk sikap organisasi sekaligus langkah konkret dalam memperkuat keberpihakan terhadap korban dan mendorong kesadaran kolektif kader.

Melalui forum Panggung Wanita Bersuara, GMNI UWKS Surabaya melakukan refleksi atas peran organisasi dalam isu kesetaraan gender dan perlindungan terhadap perempuan. Diskursus yang dibangun menekankan pentingnya organisasi mahasiswa tidak hanya hadir sebagai wadah kaderisasi, tetapi juga sebagai aktor sosial yang responsif terhadap persoalan nyata di masyarakat.

Isu pelecehan seksual yang diangkat menjadi bahan evaluasi kritis terkait bagaimana organisasi merumuskan strategi advokasi, edukasi, dan konsolidasi kader dalam menghadapi problem struktural yang masih terjadi di ruang pendidikan. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi pijakan untuk memperkuat arah gerakan yang lebih progresif dan berpihak.

Agenda utama kegiatan diisi oleh para sarinah (kader perempuan GMNI) dari berbagai DPK se-Surabaya yang menyampaikan pandangan, pengalaman, dan gagasan terkait posisi perempuan dalam ruang sosial dan organisasi. Forum ini menjadi wadah artikulasi bagi kader perempuan untuk menegaskan perannya sebagai subjek gerakan, bukan sekadar pelengkap struktur organisasi.

BACA JUGA  Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim

Diskusi yang berkembang juga mendorong penguatan kapasitas kader perempuan dalam memahami isu gender, meningkatkan keberanian bersuara, serta membangun solidaritas antar kader lintas komisariat.

Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta turut berpartisipasi dalam penandatanganan petisi sebagai bentuk sikap bersama terhadap isu pelecehan seksual. Aksi ini menjadi simbol komitmen kolektif kader GMNI dalam mendorong lingkungan pendidikan yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan berbasis gender.

Langkah ini sekaligus mencerminkan upaya organisasi dalam mengintegrasikan diskursus dengan aksi nyata, sehingga nilai-nilai perjuangan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diwujudkan dalam tindakan konkret.

Dalam sambutannya, Ketua Komisariat DPK UWKS periode 2025–2026, Arga Azzharif menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader yang terus aktif menjalankan nilai-nilai pergerakan. Ia menegaskan pentingnya menjaga konsistensi gerakan serta mengembangkan organisasi agar tetap relevan dengan dinamika sosial.

“Melalui kegiatan ini, GMNI UWKS Surabaya menunjukkan bahwa pengembangan organisasi tidak hanya bertumpu pada aspek struktural, tetapi juga pada kemampuan membaca isu strategis dan meresponsnya secara kolektif. Panggung Wanita Bersuara menjadi contoh bagaimana organisasi mahasiswa dapat bertransformasi menjadi ruang yang inklusif, kritis, dan berorientasi pada perubahan sosial,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat peran GMNI sebagai organisasi yang tidak hanya membentuk kader secara ideologis, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif dalam perjuangan isu-isu keadilan, khususnya bagi perempuan di ruang pendidikan dan masyarakat luas.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045
Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim
Senator Lia: Gen Z Harus Melek Politik dan Berani Suarakan Aspirasi
Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Panen Ikan Nila hingga Sawi Samhong di Pameran SIKAP Jombang
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 112 Murid di Jombang, Apresiasi 193 Prestasi Nasional-Internasional
Dhamroni DPRD Sidoarjo Dorong Tunjangan untuk Guru yang Mengajar di Wilayah Terpencil
Komisi D DPRD Sidoarjo Soroti Dana TKG Rp23 Miliar yang Mengendap Jadi SiLPA
Senator Lia Istifhama Dorong UNITABAH Lamongan Perkuat Pendidikan dan Peradaban Pesisir
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:58 WIB

Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 7 September 2026 - 23:11 WIB

Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim

Sabtu, 5 September 2026 - 22:16 WIB

Senator Lia: Gen Z Harus Melek Politik dan Berani Suarakan Aspirasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Panen Ikan Nila hingga Sawi Samhong di Pameran SIKAP Jombang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 112 Murid di Jombang, Apresiasi 193 Prestasi Nasional-Internasional

Berita Terbaru

WhatsApp