Surabaya – Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) bertajuk “Arts Based Writing-Therapy (AWT): Seni Menulis Estetik untuk Penyandang Disabilitas”. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus refleksi mengenai pemanfaatan seni dan menulis bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan tersebut digelar secara daring dan luring dengan melibatkan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Peserta di antaranya berasal dari FBS Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan FBS Unesa.
Kegiatan ini juga melibatkan peserta dari Malaysia, baik dosen maupun mahasiswa. Di antaranya Jamilah Omar dari Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia dan Noraz dari Johor.
PKM tersebut merupakan kolaborasi FBS Unesa dan FBS UNJ serta didanai penuh oleh Unesa. Kegiatan diketuai Prof. Anas Ahmadi, M.Pd. dengan anggota Dr. Resdianto Permata Raharjo, Parmin, M.Hum., Andhega Wijaya, S.Pd.Jas., M.Or., Dr. Hasan Subekti, S.Pd., M.Pd., Wulida Wahidatul Masruria, M.Ed., Tiffany Qorie, S.S., M.TCSOL., dan Respati Retno Utami, S.Pd., M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, Koorprodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNJ Dr. Edy Puryanto, M.Pd. menyampaikan materi bertajuk “Menulis dan Disabilitas”.
Dalam sesi diskusi, salah seorang peserta, Zelda, menanyakan cara menuangkan berbagai hal yang menumpuk dalam pikiran melalui tulisan.
“Beberapa peserta, misalnya Mbak Zelda menanyakan bahwa ketika di otak banyak yang menumpuk, perlu ditulis atau bagaimana?,” ujar Dr. Edy Puryanto, M.Pd., saat menyampaikan kembali pertanyaan peserta.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Edy Puryanto, M.Pd. menjelaskan bahwa dalam pembelajaran terdapat berbagai model yang dapat disesuaikan dengan kondisi setiap individu.
“Bisa juga menentukan sesuai dengan kondisi masing-masing sehingga memudahkan,” jelasnya dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Paparan berikutnya disampaikan Prof. Endry yang membahas materi “Ats Based Writing”, termasuk tahapan-tahapan dalam penerapannya. Dalam sesi tanya jawab, peserta juga menggali kemungkinan mengaitkan berbagai bentuk seni dengan aktivitas menulis.
Sementara itu, Prof. Dr. Anas Ahmadi menyampaikan materi terakhir bertajuk “Arts Based Writing-Therapy”. Materi tersebut membahas keterkaitan antara seni dan aktivitas menulis sebagai bagian dari pendekatan yang dapat mendukung proses refleksi dan ekspresi individu.
Prof. Dr. Anas Ahmadi menjelaskan AWT tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan mengenai seni, menulis, dan disabilitas. Program tersebut juga menjadi ruang reflektif bagi peserta untuk memahami menulis sebagai medium ekspresi, komunikasi, sekaligus pengenalan diri.
“Integrasi antara pendekatan arts-based, praktik menulis, dan perspektif terapi membuka peluang bagi pengembangan model pembelajaran yang lebih inklusif, humanis, dan adaptif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas,” jelas Prof. Dr. Anas Ahmadi.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman konseptual. Mereka juga diharapkan mampu mengembangkan praktik menulis yang estetik dan terapeutik sesuai karakteristik serta pengalaman masing-masing individu.
“Kolaborasi antara FBS Universitas Negeri Surabaya dan FBS Universitas Negeri Jakarta, serta keterlibatan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia dan Malaysia, menunjukkan bahwa AWT memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai model pengabdian dan pembelajaran lintas institusi bahkan lintas negara,” tutur Prof. Dr. Anas Ahmadi.
Lebih lanjut, Prof. Dr. Anas Ahmadi mengatakan kegiatan tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang pendidikan berkualitas, khususnya bagi penyandang disabilitas, serta SDGs 5 tentang kesetaraan gender.
“Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperluas pemanfaatan seni dan menulis sebagai strategi pemberdayaan, terutama dalam menciptakan ruang ekspresi yang setara, inklusif, dan bermakna bagi penyandang disabilitas,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful