Surabaya – Ketua LIRA Disability Care Indonesia sekaligus Koordinator Koalisi Difabel Jawa Timur, Abdul Majid menerima penghargaan Lencana Jer Basuki Mawa Beya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan disematkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026).
Abdul Majid menjadi salah satu dari 17 tokoh yang menerima penghargaan atas kontribusi mereka dalam pembangunan Jawa Timur. Dia menerima penghargaan kategori perak atas kiprahnya dalam mendorong penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Bersama Koalisi Difabel Jawa Timur, Abdul Majid turut mengawal pembentukan Peraturan Daerah tentang Penghormatan, Pelindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas di Jawa Timur yang ditetapkan pada September 2026.
Usai menerima penghargaan, Abdul Majid yang juga merupakan pengurus IKA ISMEI Jawa Timur menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim. Dia menegaskan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk memperkuat perjuangan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.
“Penghargaan ini bukan semata-mata untuk saya, melainkan untuk seluruh komunitas dan organisasi penyandang disabilitas yang selama ini bekerja bersama memperjuangkan kesetaraan. Tantangan berikutnya adalah memastikan perda disabilitas benar-benar dilaksanakan melalui kebijakan, anggaran, dan pelayanan publik yang inklusif,” ujar Majid dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Majid berharap penghargaan tersebut dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, DPRD, organisasi penyandang disabilitas, dan masyarakat sipil. Menurutnya, sinergi berbagai pihak diperlukan untuk memastikan penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan yang setara dan tidak tertinggal dalam pembangunan di Jawa Timur.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi sinergi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan daerah.
Dalam sambutannya di Gedung Negara Grahadi, Khofifah menegaskan capaian pembangunan Jawa Timur merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Sinergi di antara semua, insyaallah telah menghasilkan capaian-capaian signifikan. Kita akan terus melakukan lebih baik dan lebih bermanfaat lagi,” kata Khofifah.
Dalam penganugerahan tersebut, sebanyak 17 tokoh menerima Lencana Jer Basuki Mawa Beya. Rinciannya, 13 orang menerima kategori emas dan empat orang kategori perak.
Berikut daftar penerima penghargaan kategori emas:
-
Muhammad Sarmuji, Menteri Perindustrian.
-
R. Narendra Jatna, Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara.
-
Abdul Qohar AF, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
-
Adhy Karyono, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur.
-
Deni Wicaksono, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur.
-
Hidayat, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur.
-
Blegur Prijanggono, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur.
-
Sri Wahyuni, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur.
-
Mulyanto, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur.
-
Sri Untari, Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur.
-
Christrijogo Sumartono, penggiat kebencanaan bidang kesehatan.
-
Aminoto Kurniawan, pelaku usaha di Bondowoso dan Banyuwangi.
-
Lanny Siswadi, pemilik Depot Bu Rudy.
Sementara itu, empat penerima kategori perak adalah:
-
Aditya Puji Kurniawan, Kabag Ops BINDA Jawa Timur.
-
Abdul Majid, Ketua LIRA Disability Care Indonesia dan Koordinator Koalisi Difabel Jawa Timur.
-
Ali Mansur, Ketua Mangrove Center Indonesia.
-
Taufiq Wahyu Triyanto, penggiat disabilitas mental.
Penganugerahan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”. Selain memberikan lencana kepada 17 tokoh, Pemprov Jatim juga menyerahkan 49 piagam penghargaan kepada penerima dari berbagai bidang.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat