Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan. (dok. Humas Pemprov)

Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan. (dok. Humas Pemprov)

Jakarta – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan Grand Zakat Award 2026 kategori Gubernur Pendukung Zakat Terbaik dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pengelolaan zakat untuk pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penghargaan itu diterima Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, R. Heru Wahono Santoso, yang hadir mewakili Khofifah. Penyerahan berlangsung di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Minggu lalu.

Khofifah mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, dan berbagai pihak yang berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan zakat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi bersama BAZNAS serta seluruh pihak yang selama ini berkomitmen memperkuat pengelolaan zakat,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (20/10/2026).

Khofifah menegaskan, Pemprov Jatim bersama BAZNAS Jatim terus mendorong penyaluran zakat produktif bagi mustahik atau orang yang berhak menerima zakat, terutama masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha ultra mikro.

“Kami bersama BAZNAS Jatim terus berkomitmen mengoptimalkan dan menyalurkan zakat produktif bagi pelaku usaha ultra mikro mustahik, baik masyarakat kurang mampu, miskin, maupun anak yatim,” ujarnya.

Menurut Khofifah, zakat tidak hanya berfungsi membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi. Melalui bantuan produktif, penerima manfaat diharapkan mampu mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan membangun kemandirian ekonomi keluarga.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program BAZNAS Jatim, antara lain pemberian rombong usaha, peralatan kerja, dan dukungan modal bagi pelaku usaha ultra mikro. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan penerima agar dapat menunjang keberlangsungan usaha mereka.

BACA JUGA  DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

“Harapan kita, zakat tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi jalan untuk memperkuat kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup mereka ke depan,” tutur Khofifah.

Khofifah menilai, potensi zakat juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pengelolaannya perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

“Kolaborasi BAZNAS dengan berbagai elemen strategis mampu menjangkau kebutuhan masyarakat melalui dukungan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan layanan kesehatan. Ini yang harus kita optimalkan,” tegasnya.

Salah satu program yang memanfaatkan dana zakat untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah penyaluran bantuan 1.000 kacamata gratis bagi guru PAUD, TK/RA, dan TPQ. Program tersebut dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Khofifah mengatakan, bantuan itu diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi para pendidik sekaligus mendukung kualitas pembelajaran. Menurutnya, guru pada jenjang pendidikan anak usia dini dan pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun fondasi pendidikan serta karakter generasi penerus.

“Menurut saya, program pemberian bantuan secara langsung kepada masyarakat ini sangat komprehensif. Pendekatannya betul-betul human development index approach,” ujarnya.

Selain mengoptimalkan penyaluran bantuan, Khofifah menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, semangat berbagi perlu terus dipelihara agar kepedulian sosial tumbuh di tengah kesibukan masyarakat.

“Kami akan terus berikhtiar menguatkan keimanan bersama BAZNAS. Kalau kita tidak saling mengingatkan dan diingatkan tentang kewajiban zakat, infak, dan sedekah, saya khawatir kita lupa karena masing-masing memiliki kesibukan yang luar biasa,” tuturnya.

Pemprov Jatim bersama BAZNAS Jatim juga mendorong perluasan akses layanan melalui peluncuran aplikasi HaloBAZ Jatim. Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan mempermudah masyarakat mengakses layanan BAZNAS, sementara bantuan usaha produktif terus didorong untuk memperkuat kemandirian ekonomi penerima manfaat.

BACA JUGA  Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

“Zakat bukan sekadar kewajiban keagamaan. Zakat memiliki kekuatan besar untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus terus kita perkuat agar manfaatnya semakin luas, tepat sasaran, dan mampu mendorong kemandirian para penerima manfaat,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Ketua DPRD Sidoarjo Desak Satgas MBG Aktif Awasi SPPG, Soroti Standar Gizi dan Perizinan
Wagub Emil Bertemu Dubes Austria, Kerja Sama Ekonomi hingga Budaya Jadi Sorotan
Wagub Emil Pastikan Distribusi BBM di Jatim Lancar, Pasokan SPBU Terjaga
Tunggakan Jukir Tembus Rp900 Juta, Dishub Sidoarjo Ancam Pecat Petugas yang Membandel
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:30 WIB

DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan

Berita Terbaru

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp