Lahan KDMP Direvisi, Senator Lia Istifhama Dukung Upaya Perluasan Lahan Hijau

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Kamis, 24 September 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI Lia Istifhama menghadiri kunjungan kerja Komite I DPD RI ke Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. (Dok. Istimewa)

Senator DPD RI Lia Istifhama menghadiri kunjungan kerja Komite I DPD RI ke Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. (Dok. Istimewa)

Makassar – Komite I DPD RI menggelar kunjungan kerja ke Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut membahas penguatan sinergi pembangunan desa dan pengelolaan dana desa.

Kunjungan kerja itu dihadiri Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Dana Desa, Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Friendy Sihotang, serta jajaran pimpinan dan anggota Komite I DPD RI.

Rapat dipimpin Wakil Ketua Komite I DPD RI Ade Yuliasih. Hadir pula Wakil Ketua DPD RI Carel Simon Petrus Suebu dan Bahar Buasan, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Selatan Muh. Saleh.

Dalam paparannya, Friendy menjelaskan penyusunan peraturan menteri desa terkait prioritas penggunaan dana desa mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah, khususnya Pasal 71.

Dia menyebut pagu Dana Desa secara nasional mengalami peningkatan dalam 12 tahun terakhir. Saat Undang-Undang Desa mulai diberlakukan, anggaran Dana Desa pada 2024 mencapai Rp 20,7 triliun untuk 74.093 desa dengan tingkat penyerapan 82,82%.

Anggaran tersebut kemudian meningkat. Pada 2026, total anggaran Dana Desa mencapai Rp 60,57 triliun dengan target 75.260 desa.

“Penggunaan dana desa mayoritas digunakan untuk ketahanan pangan, padat karya, dan lainnya,” kata Friendy dalam keterangannya, kamis (24/9/2026).

Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, turut menyampaikan pandangan terkait penguatan kewenangan desa dalam pengelolaan pembangunan. Dia berharap kebijakan pemerintah memberikan ruang yang lebih luas bagi desa untuk mengoptimalkan kewenangannya.

“Ini semoga menjadi sebuah ruang, imediasi atau keleluasaan. Jadi bagaimana desa memiliki kewenangan dalam pengelolaan itu,” ujar Lia.

Lia juga menyoroti kebijakan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), khususnya revisi ketentuan luas lahan. Dia mengapresiasi perubahan luas lahan yang sebelumnya 1.000 meter persegi menjadi 600 meter persegi.

BACA JUGA  Wagub Emil Ungkap Strategi Dongkrak Ekonomi Jatim Lewat Pembiayaan Berdampak

“Kalau kita bicara tadi terkait dengan KDMP yang Pak Paul sampaikan, maka kita juga wajib salut kepada Kemendes bahwasanya pada saat ini lahan yang semula 1.000 meter persegi direvisi menjadi 600,” katanya.

Menurut Lia, perubahan tersebut penting dalam mendukung upaya menjaga keberadaan lahan hijau di Indonesia.

“Ini menjadi sebuah poin sangat penting kalau kita bicara Indonesia saat ini selalu berjuang bagaimana tanah lahan hijau semakin diperluas,” ungkapnya.

Selain itu, Lia menyoroti gagasan sekolah untuk desa inklusif. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan desa yang inklusif.

“Dan kemudian yang terakhir terkait dengan sekolah untuk desa inklusif, itu sangat menarik,” katanya.

Namun, Lia meminta skema pelaksanaannya disusun secara jelas agar tidak tumpang tindih dengan program kementerian lainnya, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan sekolah rakyat.

“Tapi bagaimana skemanya agar tidak terjadi sebuah overlapping atau tumpang tindih dengan kementerian yang lain. Kalau kita bicara PKH, kalau kita bicara sekolah rakyat dan sebagainya agar tetap selaras,” ujarnya.

Friendy menambahkan pemerintah pada 2026 juga mengembangkan sekolah lapang desa inklusif melalui Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD).

Program tersebut akan didampingi organisasi nonpemerintah (NGO) mitra di 448 desa yang tersebar di 56 kabupaten dan 22 provinsi, termasuk wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

“Desa inklusif ini membuka peluang bagi setiap warga desa, terutama kelompok marjinal dan rentan termasuk perempuan, untuk mendapatkan kesempatan dalam penyelenggaraan desa,” kata Friendy.

Dia menjelaskan sekolah lapang desa inklusif juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas perempuan dan perlindungan anak. Kegiatannya mencakup pelatihan public speaking perempuan, sosialisasi parenting, pencegahan perkawinan anak, partisipasi dalam forum desa, kepemimpinan perempuan, serta pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Program tersebut juga mencakup peningkatan kapasitas perempuan dalam UMKM, pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG), pemahaman gizi keluarga dan anak melalui Kebun Gizi bagi kelompok perempuan dan penyandang disabilitas, serta penguatan pemahaman pembangunan desa berbasis gender.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Ungkap Strategi Dongkrak Ekonomi Jatim Lewat Pembiayaan Berdampak
Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim
Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan
Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri
Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal
Survei KPK Sebut 50% Mahasiswa Masih Nyontek, Ini Respons Gus Hilman PKB
Senator Lia Istifhama Apresiasi Menko Zulhas, 26 Ribu Gerai KDKMP Siap Beroperasi Bulan Ini
Temui Presiden Prabowo, Presiden FIFA Apresiasi Sukses Indonesia Gelar FIFA ASEAN Cup 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Wagub Emil Ungkap Strategi Dongkrak Ekonomi Jatim Lewat Pembiayaan Berdampak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal

Berita Terbaru

Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi. (Dok. Istimewa)

Pemerintahan dan Kebijakan

Gapura Jenggala Bakal Jadi Ikon Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Ini Rencana Bupati Subandi

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:38 WIB

WhatsApp