Survei KPK Sebut 50% Mahasiswa Masih Nyontek, Ini Respons Gus Hilman PKB

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB Muhammad Hilman Mufidi. (Dok. Istimewa)

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB Muhammad Hilman Mufidi. (Dok. Istimewa)

Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB Muhammad Hilman Mufidi mendesak pemerintah menjadikan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026 yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai bahan evaluasi serius. Ia menyoroti masih maraknya kecurangan akademik di sekolah hingga perguruan tinggi.

Gus Hilman meminta temuan tersebut tidak berhenti sebagai angka dalam laporan, tetapi ditindaklanjuti melalui kebijakan yang konkret.

“Hasil survei KPK ini sangat penting dan harus menjadi bahan evaluasi bagi Kemendikdasmen maupun Kemendiktisaintek. Jangan sampai hasil survei hanya berhenti sebagai angka dan laporan, tetapi harus diterjemahkan menjadi kebijakan perbaikan yang konkret,” ujar Gus Hilman di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Gus Hilman menyoroti data riset KPK yang menyebut 26% siswa masih menyontek saat ujian. Praktik tersebut ditemukan di 51% sekolah jenjang dasar dan menengah. Sementara di tingkat perguruan tinggi, sebanyak 50% responden mengaku masih melakukan kecurangan saat ujian. Temuan itu disebut terdeteksi di 94% kampus di Indonesia.

“Kalau menyontek masih terjadi secara luas, kita harus melihatnya sebagai persoalan pendidikan karakter dan budaya integritas. Ini bukan hanya soal siswa, tetapi bagaimana sistem pendidikan membangun lingkungan yang mendorong kejujuran,” katanya.

Gus Hilman mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyusun peta jalan atau roadmap penguatan integritas yang terukur.

Menurutnya, pendidikan antikorupsi harus menjadi bagian dari budaya pembelajaran sehari-hari, bukan sekadar materi tambahan yang dihafalkan peserta didik.

“Peningkatan integritas dan pencegahan korupsi tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus komprehensif dengan menyusun roadmap dan grand design peningkatan integritas siswa serta pencegahan korupsi sejak dini,” tegasnya.

BACA JUGA  Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal

Politikus Muda PKB itu mendorong kementerian terkait memperkuat kerja sama dengan KPK dalam menyusun strategi pembangunan karakter peserta didik. Menurut Gus Hilman, data dan hasil pemetaan KPK dapat menjadi pijakan dalam menyusun regulasi untuk mencegah kecurangan akademik.

“Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek bisa bekerja sama dengan KPK dalam menyusun rencana besar peningkatan integritas. KPK memiliki data pemetaan yang sangat penting untuk dasar penyusunan kebijakan,” ucapnya.

Gus Hilman menilai pembiaran terhadap kebiasaan menyontek sejak bangku sekolah hingga perguruan tinggi berpotensi mengikis nilai moral calon pemimpin bangsa. Karena itu, keberanian menolak kecurangan dan tanggung jawab akademik harus ditanamkan dalam kehidupan sekolah maupun kampus.

“Pendidikan antikorupsi harus menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan sekolah maupun kampus. Nilai kejujuran, disiplin, dan transparansi harus ditanamkan sejak dini demi menyelamatkan generasi mendatang,” tuturnya.

Gus Hilman menegaskan Komisi X DPR RI akan terus mengawal penguatan pendidikan karakter serta sistem evaluasi pembelajaran di kementerian terkait. Menurutnya, kejujuran akademik merupakan salah satu fondasi penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing sekaligus berintegritas.

“Kami di DPR RI akan terus mendorong agar pembenahan sistem evaluasi belajar berjalan selaras dengan penguatan karakter. Kualitas pendidikan kita ditentukan dari seberapa jauh nilai kejujuran itu dijunjung tinggi,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri
Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal
Senator Lia Istifhama Apresiasi Menko Zulhas, 26 Ribu Gerai KDKMP Siap Beroperasi Bulan Ini
Temui Presiden Prabowo, Presiden FIFA Apresiasi Sukses Indonesia Gelar FIFA ASEAN Cup 2026
Menko Cak Imin Ganti Alphard dengan Maung Garuda Buatan Pindad
Menteri PPPA Arifah Raih Penghargaan Perempuan Berbakti, Ning Lia: Jadi Inspirasi bagi Banyak Perempuan
DPD RI Genap 22 Tahun, Wagub Emil Tekankan Pentingnya Suara Daerah di Tingkat Nasional
Gubernur Khofifah Buka Peluang Kolaborasi dengan Rahmat International Wildlife Museum untuk Kembangkan Museum Mpu Tantular
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Survei KPK Sebut 50% Mahasiswa Masih Nyontek, Ini Respons Gus Hilman PKB

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Senator Lia Istifhama Apresiasi Menko Zulhas, 26 Ribu Gerai KDKMP Siap Beroperasi Bulan Ini

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Temui Presiden Prabowo, Presiden FIFA Apresiasi Sukses Indonesia Gelar FIFA ASEAN Cup 2026

Berita Terbaru

Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah dan BAZNAS Siapkan 1.000 Kacamata Gratis. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah dan BAZNAS Siapkan 1.000 Kacamata Gratis

Kamis, 8 Okt 2026 - 11:42 WIB

Sambut Hari Jadi Jatim ke-81, Gubernur Khofifah Hadirkan Servis Gratis 8.100 Motor. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut Hari Jadi Jatim ke-81, Gubernur Khofifah Hadirkan Servis Gratis 8.100 Motor

Rabu, 7 Okt 2026 - 22:11 WIB

WhatsApp