Wagub Emil Ungkap Strategi Dongkrak Ekonomi Jatim Lewat Pembiayaan Berdampak

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menghadiri Indonesia Impact Investment Summit (IIIS) 2026 yang digelar Indonesia Impact Alliance di Ballroom Hotel Pullman Jakarta. (Dok. Humas Pemprov)

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menghadiri Indonesia Impact Investment Summit (IIIS) 2026 yang digelar Indonesia Impact Alliance di Ballroom Hotel Pullman Jakarta. (Dok. Humas Pemprov)

Jakarta – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memaparkan strategi penguatan pembiayaan berdampak (impact financing) untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Strategi tersebut disampaikan dalam Indonesia Impact Investment Summit (IIIS) 2026 yang digelar Indonesia Impact Alliance di Ballroom Hotel Pullman Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dalam forum tersebut, Emil menekankan pentingnya memperluas akses pembiayaan bagi UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurut dia, kebutuhan pembiayaan bagi pelaku UMKM di Jawa Timur masih cukup besar. Dari total 4,59 juta UMKM di Jatim, sebanyak 99,7 persen merupakan usaha mikro. Sementara itu, penyaluran kredit perbankan kepada UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) disebut baru mencapai 36,7 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya intervensi pembiayaan dengan biaya rendah agar pelaku usaha mikro mampu bertahan dan mengembangkan usahanya.

Di sisi lain, Emil menyebut persentase kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) UMKM di Jawa Timur tercatat sebesar 1,97 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 2,24 persen dan rata-rata Pulau Jawa sebesar 2,51 persen.

“Angka ini membuktikan kedisiplinan dan keandalan para pelaku usaha kecil di Jatim dalam memenuhi kewajiban kredit,” kata Emil dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).

Emil juga memaparkan capaian ekonomi Jawa Timur pada semester I 2026. Pertumbuhan ekonomi Jatim tercatat sebesar 5,84 persen, dengan kontribusi terhadap perekonomian nasional mencapai 14,34 persen.

Dari sisi pembiayaan, penyaluran KUR di Jawa Timur mencapai Rp69,8 triliun atau setara 15,7 persen dari total penyaluran KUR nasional.

“Program ini berhasil dimanfaatkan secara optimal oleh lebih dari 100.000 usaha mikro melalui kemudahan akses suku bunga rendah serta fleksibilitas persyaratan agunan,” ujarnya.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Menurut Emil, capaian tersebut tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperluas pembiayaan UMKM melalui Program Kredit Sejahtera (Prokesra). Di tengah dinamika suku bunga global dan tekanan inflasi, Pemprov Jatim menggeser strategi dari subsidi suku bunga konvensional menuju pengelolaan Dana Bergulir (Dagulir).

Emil menjelaskan, skema dana bergulir dari kas daerah memungkinkan pemerintah menjaga tingkat bunga pembiayaan tetap rendah tanpa terlalu bergantung pada perubahan suku bunga perbankan.

“Jika kita mengandalkan subsidi suku bunga saat suku bunga acuan naik dari 3 persen ke 10 persen, beban APBD akan membengkak secara signifikan. Melalui skema Dana Bergulir dari kas daerah, kita dapat mempertahankan tingkat suku bunga pembiayaan yang sangat rendah, yakni sekitar 2 persen, secara konstan tanpa terpengaruh oleh fluktuasi suku bunga bank sentral,” jelasnya.

Selain mengandalkan pembiayaan perbankan dan APBD, Emil menyoroti potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai instrumen pembiayaan sosial untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha.

Menurutnya, komitmen Pemprov Jatim dalam mendukung pengelolaan zakat juga mendapat apresiasi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui penghargaan Gubernur Pendukung Zakat Terbaik 2026.

“Zakat memiliki fleksibilitas yang luar biasa karena dana ini dihimpun atas dasar keikhlasan tanpa syarat komersial, selama penggunaannya patuh pada ketentuan syariah,” ungkap Emil.

Untuk memperbesar dampak pembiayaan, Pemprov Jatim mendorong penerapan skema pembiayaan campuran atau blended financing yang mengombinasikan dana zakat dengan pembiayaan perbankan.

Dalam skema tersebut, dana zakat dapat digunakan sebagai sumber pembiayaan konsesional untuk menekan biaya dana (cost of fund) sekaligus mengurangi risiko awal (de-risking) bagi wirausaha pemula atau startup.

Ketika usaha mikro telah berkembang dan memiliki kondisi keuangan yang lebih stabil, pelaku usaha diharapkan dapat beralih secara bertahap ke pembiayaan perbankan secara mandiri.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

“Jika kita bergerak sendiri-sendiri, porsi pembiayaan mungkin hanya mendanai 10 hingga 20 unit usaha. Namun, dengan skema blended finance, efeknya bisa mencapai 60 hingga 80 unit usaha,” tambahnya.

Di akhir pemaparannya, Emil menegaskan bahwa investasi berdampak tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus mampu menciptakan ekosistem bisnis yang adil dan berkelanjutan.

Pemprov Jatim, lanjutnya, berkomitmen mendorong investasi yang memperhatikan standar lingkungan, memperluas pemerataan pembangunan di luar kawasan metropolitan, serta membuka kesempatan pemberdayaan bagi perempuan dan penyandang disabilitas.

“Kami Pemprov Jatim sangat membuka lebar kesempatan kolaborasi dengan berbagai pihak. Silakan untuk berkunjung ke Jawa Timur dan manfaatkan seluruh potensi dan kesempatan untuk membangun ekonomi yang lebih baik bagi kita semua,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim
Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan
Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri
Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal
Survei KPK Sebut 50% Mahasiswa Masih Nyontek, Ini Respons Gus Hilman PKB
Senator Lia Istifhama Apresiasi Menko Zulhas, 26 Ribu Gerai KDKMP Siap Beroperasi Bulan Ini
Temui Presiden Prabowo, Presiden FIFA Apresiasi Sukses Indonesia Gelar FIFA ASEAN Cup 2026
Menko Cak Imin Ganti Alphard dengan Maung Garuda Buatan Pindad
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Wagub Emil Ungkap Strategi Dongkrak Ekonomi Jatim Lewat Pembiayaan Berdampak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp