Presiden Prabowo Bawa Pesan Kemandirian dan Keadilan Global di KTT BRICS 2026

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Senin, 14 September 2026 - 00:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto membawa pesan tentang kemandirian, persatuan, dan keadilan global saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, India. (dok. Istimewa)

Presiden Prabowo Subianto membawa pesan tentang kemandirian, persatuan, dan keadilan global saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, India. (dok. Istimewa)

New Delhi – Presiden Prabowo Subianto membawa pesan tentang kemandirian, persatuan, dan keadilan global saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).

Di hadapan para pemimpin negara anggota BRICS, Preisden Prabowo menegaskan pentingnya memperkuat tata kelola global yang lebih inklusif. Indonesia, kata dia, juga terus mendorong negara-negara berkembang atau Global South agar mampu menyatukan suara dalam memperjuangkan kepentingan bersama.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo dalam sesi terbatas bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”. Dikutip dari unggahan Instagram Sekretaris Kabinet, terdapat tiga pesan utama yang disampaikan Presiden dalam forum tersebut.

“Pertama, mengenai pentingnya kemandirian dan ketahanan nasional. Prabowo menilai kekuatan sebuah negara berawal dari kemampuan memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya, terutama pangan, energi, dan pendidikan,” ujarnya, Senin (14/9/2026).

Dengan fondasi nasional yang kuat, Indonesia tidak mudah bergantung maupun didikte oleh kekuatan tertentu.

Kedua, Prabowo mengingatkan pentingnya persatuan negara-negara Global South. Mengutip pepatah, “Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh”, Presiden mengajak negara berkembang kembali menghidupkan semangat Konferensi Asia-Afrika.

Menurutnya, negara-negara Global South saat ini memiliki posisi yang setara untuk memperjuangkan kepentingan sekaligus menentukan masa depan mereka sendiri.

Ketiga, Prabowo menyoroti besarnya kekuatan BRICS yang mewakili sekitar separuh populasi dunia. Potensi tersebut, menurut dia, perlu diterjemahkan menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kerja sama itu dapat diwujudkan melalui penguatan ketahanan pangan dan energi, konektivitas pasar, pemanfaatan modal dan teknologi, hingga pertukaran sumber daya serta pengetahuan.

Langkah tersebut dinilai dapat membuka peluang pembangunan yang lebih luas bagi negara-negara berkembang.

Tak hanya itu, Prabowo juga mendorong terwujudnya tata kelola global yang lebih adil dan inklusif. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menurutnya, harus tetap menjadi pusat sistem multilateral.

BACA JUGA  Hadiri KTT BRICS di New Delhi, Presiden Prabowo Bertemu Narendra Modi Bahas Penguatan Hubungan Indonesia-India

Namun, lembaga tersebut perlu terus diperkuat agar lebih representatif dan responsif terhadap perkembangan dunia. Yang tak kalah penting, sistem multilateral harus mampu menghadirkan hasil konkret bagi masyarakat di berbagai negara.

Kehadiran Indonesia dalam BRICS menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi negara berkembang dalam percaturan global. Melalui forum tersebut, Indonesia ingin ikut membangun tata dunia yang tidak hanya lebih inklusif, tetapi juga adil, setara, dan damai.

Pesan Prabowo di New Delhi sekaligus menegaskan arah diplomasi Indonesia: memperkuat kemandirian di dalam negeri sembari membangun kerja sama yang lebih setara di tingkat global.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadiri KTT BRICS di New Delhi, Presiden Prabowo Bertemu Narendra Modi Bahas Penguatan Hubungan Indonesia-India
Delegasi DPP KSPSI dan F SP NIBA KSPSI Perkuat Solidaritas di Konferensi NUBE 2026
BRICS Trade Union Forum ke-15 Ditutup, Delegasi Indonesia Tegaskan Komitmen Solidaritas Pekerja Global
Indonesia Tampil Strategis di BRICS Trade Union Forum 2026, KSPSI AGN Pimpin Plenary Session
ILC 114 Resmi Sahkan Perlindungan Pekerja Platform, Ojol Dapat Kepastian Hukum
Delegasi Pekerja Indonesia di Jenewa Kawal Kebebasan Berserikat, Serukan Solidaritas untuk Rohingya
Menuju ILC 114 Jenewa, KSPSI AGN Siap Kawal Standar Ketenagakerjaan dan Pekerja Platform
Senator Ning Lia Lempar Jumrah Dini Hari di Mina, Rasakan Ketenangan Spiritual Bersama Jamaah Haji
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 00:50 WIB

Presiden Prabowo Bawa Pesan Kemandirian dan Keadilan Global di KTT BRICS 2026

Minggu, 13 September 2026 - 03:11 WIB

Hadiri KTT BRICS di New Delhi, Presiden Prabowo Bertemu Narendra Modi Bahas Penguatan Hubungan Indonesia-India

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Delegasi DPP KSPSI dan F SP NIBA KSPSI Perkuat Solidaritas di Konferensi NUBE 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:49 WIB

BRICS Trade Union Forum ke-15 Ditutup, Delegasi Indonesia Tegaskan Komitmen Solidaritas Pekerja Global

Selasa, 14 Juli 2026 - 23:54 WIB

Indonesia Tampil Strategis di BRICS Trade Union Forum 2026, KSPSI AGN Pimpin Plenary Session

Berita Terbaru

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menghadiri Peluncuran Kabupaten/Kota Percontohan Proyek InCircular di Provinsi Jawa Timur yang digelar di Hotel DoubleTree by Hilton Surabaya. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Wagub Emil Dukung 5 Daerah di Jatim Jadi Percontohan Proyek InCircular Atasi Sampah

Rabu, 16 Sep 2026 - 03:11 WIB

WhatsApp