Guru PPPK Bakal Jadi PNS, Puguh DPRD Jatim: Kesejahteraan Harus Diprioritaskan

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas. (Dok. Istimewa)

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas. (Dok. Istimewa)

Surabaya – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas mengapresiasi rencana pemerintah mengubah status guru PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu dan PPPK penuh waktu menjadi PNS. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru.

“Kita tentu menyambut baik apa yang disampaikan pemerintah terkait pemberian kesempatan kepada para guru dengan status PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu, dan yang sudah PPPK penuh waktu menjadi PNS,” ujar Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim tersebut, dikutip dari laman resmi Fraksi PKS Jatim, Rabu (19/8/2026).

Rencana itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers setelah rapat bersama sejumlah menteri dan DPR RI di Gedung Parlemen. Puguh menilai kesejahteraan guru menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas proses belajar mengajar. Menurutnya, kondisi ekonomi yang stabil dapat mendukung konsentrasi dan kinerja guru dalam mendidik siswa.

“Kesejahteraan guru ini menjadi krusial. Stabilitas secara ekonomi sangat menentukan kemampuan dan kestabilan mereka dalam menyampaikan banyak hal kepada para murid,” jelasnya.

Selain berdampak terhadap kesejahteraan guru, Puguh menilai rencana pengalihan status kepegawaian guru menjadi pegawai pemerintah pusat juga dapat menjadi terobosan di tengah keterbatasan fiskal pemerintah daerah.

Selama ini, sebagian beban pembiayaan guru PPPK menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Jika kebijakan tersebut direalisasikan, pembiayaan gaji guru akan diambil alih pemerintah pusat.

“Ini menjadi langkah terobosan yang patut diapresiasi di tengah keterbatasan fiskal yang dimiliki pemerintah daerah. Daerah tidak lagi harus memikirkan gaji guru karena sudah diambil alih oleh pemerintah pusat,” katanya.

Menurut Puguh, berkurangnya beban pembiayaan tersebut dapat memberikan ruang fiskal lebih besar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pendidikan. Di antaranya melalui peningkatan sarana dan prasarana, kualitas pembelajaran, serta pengembangan kompetensi guru.

BACA JUGA  Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045

Namun, dia berharap rencana tersebut tidak berhenti pada pengumuman. Puguh meminta pemerintah menyiapkan mekanisme yang jelas agar pelaksanaannya tidak menimbulkan persoalan baru bagi para guru.

“Semoga langkah strategis yang dilakukan pemerintah ini benar-benar bisa direalisasikan dan menjawab tantangan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia,” tegasnya.

Puguh juga menyoroti kebutuhan intervensi pemerintah terhadap sektor pendidikan di Jawa Timur. Dia menyebut terdapat lebih dari 35 ribu guru yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur dan membutuhkan perhatian serius.

Menurutnya, luas wilayah serta beragamnya karakteristik daerah di Jawa Timur membuat kesejahteraan guru menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pendidikan.

“Jawa Timur memiliki lebih dari 35 ribu guru yang tersebar di wilayah yang begitu luas. Tentu membutuhkan intervensi yang serius agar proses belajar mengajar bisa menghasilkan anak-anak yang berdaya saing, berprestasi, dan menjadi sumber daya manusia Jawa Timur yang berkualitas,” pungkasnya. 

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045
Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim
Senator Lia: Gen Z Harus Melek Politik dan Berani Suarakan Aspirasi
Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Panen Ikan Nila hingga Sawi Samhong di Pameran SIKAP Jombang
Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 112 Murid di Jombang, Apresiasi 193 Prestasi Nasional-Internasional
Dhamroni DPRD Sidoarjo Dorong Tunjangan untuk Guru yang Mengajar di Wilayah Terpencil
Komisi D DPRD Sidoarjo Soroti Dana TKG Rp23 Miliar yang Mengendap Jadi SiLPA
Senator Lia Istifhama Dorong UNITABAH Lamongan Perkuat Pendidikan dan Peradaban Pesisir
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:58 WIB

Wagub Emil Titip Tiga Bekal kepada Mahasiswa Baru UNUSA, Modal Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 7 September 2026 - 23:11 WIB

Wagub Emil Ajak Mahasiswa Jadi Arsitek Pembangunan, Dorong Kolaborasi Internasional di Jatim

Sabtu, 5 September 2026 - 22:16 WIB

Senator Lia: Gen Z Harus Melek Politik dan Berani Suarakan Aspirasi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Panen Ikan Nila hingga Sawi Samhong di Pameran SIKAP Jombang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 112 Murid di Jombang, Apresiasi 193 Prestasi Nasional-Internasional

Berita Terbaru

WhatsApp