Surabaya — Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong 38 karya inovasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) tidak berhenti di pameran. Ia meminta karya tersebut terus dikawal hingga bisa dimanfaatkan masyarakat dan masuk pasar, termasuk e-katalog.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Elestianto Dardak saat menutup Pameran Kuliah Kerja Nyata (KKN) UM Surabaya 2026 di Gedung Balai Pemuda Surabaya, Selasa (11/8/2026). Dari 38 karya yang dipamerkan, sebanyak 12 karya telah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau hak cipta sederhana. Sementara 26 karya lainnya masih dalam proses pengajuan paten.
“Saya ucapkan selamat bahwa 12 karya sudah bisa meraih pengakuan hak cipta sederhana. Lalu yang 26 lainnya sedang proses untuk memperoleh paten,” kata Wagub Emil dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).
Wagub Emil menilai proses pengembangan inovasi tidak berhenti ketika prototipe berhasil dibuat. Menurutnya, diperlukan pendampingan agar karya mahasiswa bisa berkembang menjadi produk yang benar-benar digunakan dan memiliki nilai ekonomi.
Wagub Emil mengingatkan tidak semua inovasi otomatis mampu menembus pasar. Karena itu, dibutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan untuk mengawal proses dari hasil riset hingga menjadi produk komersial.
“Nah, tetapi memang tentunya kita berharap bahwa semua stakeholders bisa terlibat dalam memberdayakan karya-karya mahasiswa,” ujarnya.
Pemprov Jatim, lanjut Emil, siap mendorong pemanfaatan karya mahasiswa melalui uji coba di lapangan. Dia berharap produk hasil KKN nantinya dapat berkembang hingga masuk dalam e-katalog.
“Harapannya jangan berhenti di sini. Harus kita kawal terus bareng-bareng. Siapa tahu suatu saat, produk itu sudah tersedia di e-katalog. Dan itu adalah berawal dari KKN-nya Universitas Muhammadiyah Surabaya,” tutur Wagub Emil.
Wagub Emil mengatakan Pemprov Jatim juga terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).
Lembaga tersebut diharapkan dapat menghimpun potensi riset di Jawa Timur sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
Menurut Wagub Emil, pengembangan ekosistem inovasi tidak bisa hanya mengandalkan pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena itu, kolaborasi antara kampus, pemerintah, masyarakat, dan sektor lainnya menjadi penting.
Dia pun mengapresiasi perguruan tinggi yang aktif menghasilkan riset dan inovasi. Karya tersebut dinilai dapat membantu pemerintah daerah menghadapi berbagai persoalan sekaligus mempercepat pengembangan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.
Salah satu karya yang mendapat perhatian Emil adalah inovasi pengolahan limbah pertanian berupa bonggol jagung dan sekam padi menjadi biochar.
Dalam proses tersebut, asam cair yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pestisida organik yang lebih ramah lingkungan.
“Bahkan alat itu sudah diminati oleh warga di Kecamatan Lumbang, Probolinggo. Nah, itu bisa kita support,” kata Wagub Emil.
Wagub Emil juga meminta mahasiswa UM Surabaya tidak berhenti berinovasi setelah kegiatan KKN berakhir. Dia mengajak perguruan tinggi menjadikan Jawa Timur sebagai living laboratory untuk mengembangkan karya yang menjawab persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pameran menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana karya mahasiswa dapat berkembang setelah diproduksi dan diperkenalkan kepada masyarakat.
“Expo ini penting. Meskipun ada keterbatasan waktu, tetapi saya pastikan bahwa ke-38 karya itu saya mohon datanya. Kita akan sangat tertarik untuk bisa melihat perjalanan 38 karya ini ke depannya,” ujarnya.
“Terus jadikanlah Jawa Timur sebagai living laboratory untuk karya-karya nyata bagi masa depan,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful