Bakornas Lapenmi PB HMI Kolaborasi dengan DPD RI Lia Istifhama Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Senin, 29 Juni 2026 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

adan Koordinasi Nasional Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (Bakornas Lapenmi PB HMI) menggelar audiensi dengan Anggota DPD RI, Lia Istifhama di Jakarta. (Foto: Istimewa)

adan Koordinasi Nasional Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (Bakornas Lapenmi PB HMI) menggelar audiensi dengan Anggota DPD RI, Lia Istifhama di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Jakarta – Badan Koordinasi Nasional Lembaga Pendidikan Mahasiswa Islam (Bakornas Lapenmi PB HMI) menggelar audiensi dengan Anggota DPD RI, Lia Istifhama, untuk membahas penguatan kolaborasi strategis dalam mengawal berbagai isu pendidikan nasional, khususnya peningkatan mutu pendidikan di daerah tertinggal di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi ruang diskusi mengenai berbagai persoalan pendidikan, mulai dari pemerataan akses, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan program pelatihan yang dapat menjawab tantangan pendidikan di wilayah-wilayah yang masih tertinggal.

Dalam sambutannya, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia menekankan pentingnya membangun jejaring lintas sektor sebagai modal utama memperjuangkan kepentingan masyarakat. Menurutnya, politik harus dipahami sebagai ruang pengabdian yang melahirkan seorang negarawan (statesman), bukan sekadar arena perebutan kekuasaan.

“Politik harus menjadi jalan pengabdian. Kita harus mampu merangkul banyak pihak untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat. Saya berharap teman-teman HMI tidak berhenti membangun komunikasi dengan saya saja, tetapi juga memperluas jaringan dengan anggota DPR, DPD, maupun pemangku kepentingan lainnya,” ujar Ning Lia.

Ning Lia yang juga senator Jatim itu mengakui bahwa kader HMI memiliki kontribusi besar di parlemen. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan semakin kompleks sehingga diperlukan strategi, kemampuan membaca perubahan zaman, serta penguatan kapasitas kader agar tetap mampu berkontribusi dalam pengambilan kebijakan publik.

Ning Lia juga menegaskan bahwa membangun hubungan baik dengan berbagai pihak merupakan bagian penting dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk membantu akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Saya percaya tidak ada kekuasaan yang benar-benar mutlak. Yang terpenting adalah bagaimana kita membangun kepercayaan dan hubungan baik sehingga aspirasi masyarakat bisa diperjuangkan bersama,” kata Ning Lia, yang juga keponakan dari Gubernur Jatim Khofifah tersebut.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Dalam kesempatan tersebut, Bakornas Lapenmi PB HMI turut menyampaikan hasil kajian lapangan mengenai persoalan pendidikan di berbagai daerah pelosok Indonesia.

Perwakilan Bakornas Lapenmi PB HMI, Andi, menjelaskan bahwa masih terdapat ketimpangan akses pendidikan yang cukup serius. Banyak pelajar memiliki semangat melanjutkan pendidikan, namun terkendala keterbatasan akses maupun persoalan distribusi bantuan pendidikan yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.

“Hasil riset kecil yang kami lakukan menunjukkan masih banyak pelajar di daerah terpencil yang ingin melanjutkan pendidikan, tetapi terbentur akses. Selain itu, kami juga menemukan adanya ketimpangan dalam penyaluran beasiswa, di mana ada pihak yang seharusnya tidak berhak justru memperoleh bantuan karena memiliki jejaring tertentu,” ungkap Andi.

Ia menambahkan, Bakornas Lapenmi PB HMI telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan, di antaranya penyusunan manifesto pendidikan serta program Sekolah Anggaran yang akan mengkaji formulasi dan efektivitas alokasi anggaran pendidikan.

Melalui audiensi tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat komunikasi jangka panjang sebagai bentuk sinergi antara organisasi kemahasiswaan dan lembaga negara dalam mengawal kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan berbagai rekomendasi kebijakan yang mampu memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T),” katanya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim
Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan
Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri
Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal
Survei KPK Sebut 50% Mahasiswa Masih Nyontek, Ini Respons Gus Hilman PKB
Senator Lia Istifhama Apresiasi Menko Zulhas, 26 Ribu Gerai KDKMP Siap Beroperasi Bulan Ini
Temui Presiden Prabowo, Presiden FIFA Apresiasi Sukses Indonesia Gelar FIFA ASEAN Cup 2026
Menko Cak Imin Ganti Alphard dengan Maung Garuda Buatan Pindad
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Survei KPK Sebut 50% Mahasiswa Masih Nyontek, Ini Respons Gus Hilman PKB

Berita Terbaru

WhatsApp