Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Jumat, 11 September 2026 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks. (dok. Humas Pemprov)

Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Peran Radio Lawan Hoaks. (dok. Humas Pemprov)

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong insan radio di seluruh Indonesia memperkuat peran sebagai benteng kedaulatan informasi. Hal itu dinilai penting di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya hoaks serta disinformasi. Menurut Khofifah, radio tetap memiliki posisi strategis karena mampu menyajikan informasi secara cepat dan kredibel hingga menjangkau masyarakat di pelosok daerah.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah bertepatan dengan Hari Radio Nasional sekaligus HUT ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI) yang diperingati hari ini. Tahun ini, peringatan mengusung tema ‘Suara Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’.

“Selamat Hari Radio Nasional dan HUT ke-81 RRI. Terima kasih kepada seluruh angkasawan dan angkasawati yang terus menjaga ruang udara Indonesia dengan informasi yang mencerdaskan, mempersatukan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Khofifah di Surabaya, Jumat (11/9/2026).

Khofifah mengatakan perjalanan radio nasional tidak dapat dipisahkan dari sejarah RRI. Sejak didirikan pada 11 September 1945, RRI telah menjadi bagian dari perjalanan bangsa dalam menyuarakan kemerdekaan, menjaga semangat perjuangan, hingga menghubungkan masyarakat di berbagai wilayah Nusantara.

Menurutnya, semangat tersebut tetap relevan di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang semakin cepat. Terlebih, kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat dan dapat dipercaya justru semakin besar.

“Di tengah banjir informasi, masyarakat berhadapan dengan berbagai macam konten dalam waktu yang sangat cepat. Di antara informasi yang bermanfaat, ada pula hoaks, disinformasi, informasi yang tidak terverifikasi, hingga konten yang berpotensi memecah persatuan,” jelasnya.

Dalam kondisi tersebut, kata Khofifah, radio memiliki modal penting berupa kredibilitas dan kedekatan dengan pendengar. Radio tidak cukup hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga harus menjadi ruang publik yang membantu masyarakat memahami berbagai persoalan secara jernih.

“Kedaulatan bangsa saat ini tidak hanya dijaga melalui batas wilayah, tetapi juga melalui ruang informasi. Masyarakat harus memperoleh informasi yang benar agar mampu mengambil keputusan secara jernih dan tidak mudah terpengaruh hoaks maupun informasi yang menyesatkan,” tegasnya.

BACA JUGA  Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan

Khofifah mengatakan semangat ‘Suara Indonesia Berdaulat’ harus diwujudkan melalui penguatan kemandirian informasi dan narasi kebangsaan yang mampu menjaga persatuan, keberagaman, serta identitas Indonesia.

Radio juga dinilai memiliki peran penting dalam memastikan suara masyarakat dari berbagai daerah dapat terdengar.

Semangat ‘Suara Indonesia yang Adil’, lanjut Khofifah, salah satunya diwujudkan dengan memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh informasi.

Hal itu penting terutama bagi masyarakat di wilayah perdesaan, pesisir, pegunungan, kepulauan, hingga daerah dengan konektivitas digital yang belum optimal.

“Tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal karena keterbatasan akses informasi. Radio harus tetap hadir menjangkau seluruh lapisan masyarakat, memberikan ruang bagi beragam suara, dan menjadikan kepentingan publik sebagai orientasi utama,” tuturnya.

Menurut Khofifah, radio juga dapat berkontribusi mewujudkan ‘Suara Indonesia yang Makmur’. Siaran radio diharapkan mampu memberikan pengetahuan praktis dan nilai tambah untuk membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan.

Karena itu, ia mendorong penguatan konten pendidikan, kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, UMKM, ekonomi kreatif, peluang kerja, kebudayaan, hingga pelayanan publik.

“Siaran yang berkualitas tidak berhenti pada menyampaikan kabar. Informasi harus mampu memberdayakan, membuka peluang, menggerakkan ekonomi, serta membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidupnya,” katanya.

Khofifah juga menyoroti peran strategis radio dalam menghadapi situasi kedaruratan dan kebencanaan. “Radio dinilai mampu menyebarkan informasi secara cepat, terutama dalam menyampaikan peringatan dini, informasi resmi pemerintah, arahan evakuasi, hingga klarifikasi informasi yang beredar di tengah masyarakat,” jelasnya.

Peran tersebut semakin penting bagi Jawa Timur yang memiliki wilayah luas dengan karakter geografis beragam dan menghadapi berbagai potensi bencana.

“Dalam situasi darurat, informasi yang akurat dapat menyelamatkan nyawa. Radio harus menjadi sumber informasi yang dipercaya, menenangkan masyarakat, dan membantu pemerintah mempercepat penanganan,” ujarnya.

BACA JUGA  Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Khofifah juga mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, RRI, lembaga penyiaran, komunitas radio, relawan, serta pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar informasi publik dapat disampaikan secara cepat, tepat, dan mudah dipahami masyarakat.

Di sisi lain, Khofifah menilai perkembangan teknologi digital tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi radio. Sebaliknya, transformasi digital dapat menjadi peluang untuk memperluas jangkauan sekaligus membangun interaksi dengan generasi baru pendengar.

Radio dapat mengembangkan berbagai kanal digital seperti layanan streaming, siniar atau podcast, media sosial, hingga platform digital lainnya.

Dengan begitu, konten radio tidak berhenti ketika siaran di udara berakhir, tetapi tetap dapat menjangkau masyarakat melalui berbagai medium.

Meski demikian, Khofifah mengingatkan transformasi digital harus tetap mempertahankan karakter utama radio, yakni kedekatan dengan pendengar, kecepatan, kredibilitas, serta komunikasi yang hangat dan manusiawi.

“Teknologi dan cara masyarakat mengakses informasi boleh berubah, tetapi kebutuhan terhadap suara yang kredibel tidak pernah berubah. Radio harus terus beradaptasi tanpa kehilangan integritas dan jati dirinya,” ungkapnya.

Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada RRI dan seluruh lembaga penyiaran radio yang selama ini menjadi mitra strategis Pemprov Jatim.

Radio dinilai telah berkontribusi menyosialisasikan kebijakan pemerintah, menyampaikan informasi pelayanan publik, mengangkat potensi daerah, sekaligus menjadi jembatan bagi aspirasi masyarakat.

Ia menambahkan kemitraan antara pemerintah dan media perlu dibangun melalui keterbukaan informasi, penyediaan data yang akurat, komunikasi dua arah, serta tetap menghormati independensi jurnalistik.

Dengan prinsip tersebut, media tidak hanya menjadi saluran informasi pemerintah, tetapi juga ruang dialog yang mendorong partisipasi masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik.

“Semoga di usia ke-81, RRI semakin profesional, inovatif, inklusif, dan dicintai masyarakat. Teruslah menjadi suara yang mempersatukan Nusantara dan menggerakkan Indonesia menuju bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur. Sekali di udara, tetap di udara,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan
Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan
DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum
DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan
Pokir DPRD Sidoarjo Disorot, Pemkab Ingatkan Usulan Harus Sesuai Prioritas Pembangunan
Ketua DPRD Sidoarjo Desak Satgas MBG Aktif Awasi SPPG, Soroti Standar Gizi dan Perizinan
Wagub Emil Bertemu Dubes Austria, Kerja Sama Ekonomi hingga Budaya Jadi Sorotan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:31 WIB

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Sidoarjo Dorong Raperda Fasilitasi Pesantren, Perkuat Pemberdayaan dan Kepastian Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:30 WIB

DPRD Sidoarjo Siapkan Regulasi Ketenagakerjaan untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Gubernur Khofifah Raih Grand Zakat Award 2026, Perkuat Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp