Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Senator Lia Istifhama Dorong Perluasan Lapangan Kerja dan Penguatan SDM

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (dok. Istimewa)

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (dok. Istimewa)

Surabaya – Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,84 persen pada Semester I 2026 mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama.

Namun, Senator Lia mengingatkan keberhasilan pembangunan tidak cukup dilihat dari tingginya pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, indikator yang tak kalah penting adalah sejauh mana masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara nyata.

Senator Lia mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilai mampu menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong perbaikan sejumlah indikator ketenagakerjaan.

“Saya mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, karena kerja-kerja yang terkoordinir dengan baik, strategi-strategi yang berjalan dengan baik, sehingga program-program itu bisa menyasar pada kebutuhan masyarakat. Tidak heran kalau pertumbuhan ekonomi baik, penurunan pengangguran juga signifikan. Itu tentu berkat kerja keras semuanya,” ujar Lia saat diwawancarai RRI Surabaya, Selasa (18/8/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Jawa Timur pada Semester I 2026 tumbuh 5,84 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.

Pada triwulan II 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,72 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan 2,85 persen secara triwulanan (quarter to quarter/qtq).

Perbaikan juga terlihat dari indikator ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Mei 2026 tercatat 3,42 persen, turun dari 3,55 persen pada Februari 2026.

Pada periode tersebut, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 24,46 juta orang. Sementara proporsi pekerja formal tercatat 36,18 persen. Menurut Senator Lia, capaian tersebut harus diikuti dengan kebijakan yang memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Yang penting adalah bagaimana program-program itu bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Termasuk bagaimana kita melihat persoalan pengangguran, bagaimana ada akses lapangan pekerjaan yang memadai, terutama bagi tenaga kerja,” katanya.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-118 di Blitar, Pastikan Bahan Pokok Terjangkau

Senator Lia menilai akses terhadap lapangan pekerjaan menjadi salah satu kunci agar masyarakat ikut menikmati hasil pembangunan. Pertumbuhan ekonomi, kata dia, harus dibarengi dengan semakin luasnya kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan pekerja.

Karena itu, perhatian pemerintah tidak cukup hanya berfokus pada penurunan angka pengangguran. Kualitas pekerjaan, peningkatan kompetensi, hingga kesejahteraan tenaga kerja juga perlu menjadi bagian dari kebijakan pembangunan.

“Harapannya tentu tenaga kerja kita bisa lebih sejahtera. Pemerintah perlu terus membuka ruang dan akses seluas-luasnya bagi para tenaga kerja,” ujarnya.

Selain lapangan kerja, Lia mendorong penguatan resiliensi dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, masyarakat harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan ekonomi, perkembangan teknologi, serta kebutuhan dunia kerja.

“SDM kita harus terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mampu mengambil bagian sebagai pelaku pertumbuhan ekonomi,” kata Senator Lia.

BPS mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur 2025 mencapai 76,13, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencakup dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di Jawa Timur. Pada Februari 2026, sektor tersebut menyerap 31,76 persen dari total penduduk bekerja.

Menurut Senator Lia, kondisi tersebut menunjukkan peningkatan kualitas SDM perlu dilakukan secara lintas sektor. “Tenaga kerja membutuhkan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja, sedangkan pemerintah perlu memastikan akses dan kesempatan kerja semakin terbuka,” imbuhnya.

Senator Lia menilai berbagai capaian Jawa Timur merupakan hasil kerja bersama yang perlu terus dikawal. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak boleh berhenti pada pencapaian indikator makro, tetapi harus dipastikan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kaltara, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun

Tata kelola dan pengawasan pembangunan, lanjut Ning Lia, juga penting untuk memastikan program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Momentum kemerdekaan, menurutnya, dapat menjadi ruang untuk kembali melihat makna pembangunan. Keberhasilan Jawa Timur bukan hanya soal seberapa tinggi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga seberapa luas masyarakat memperoleh kesempatan untuk tumbuh bersama.

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang terus terjaga, penguatan kualitas SDM, kebijakan ketenagakerjaan, serta pembukaan akses pekerjaan yang lebih luas, pembangunan Jawa Timur diharapkan semakin mampu menghadirkan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kaltara, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-118 di Blitar, Pastikan Bahan Pokok Terjangkau
Cek Harga Sembako di Pasar Larangan, Bambang DPRD Sidoarjo Soroti Kios Kosong
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di 2 Kampung Surabaya, Sembako Dijual Terjangkau
Gubernur Khofifah bersaama Wagub Emil Resmikan The Trans Luxury Hotel Surabaya, Optimistis Jadi Gravitasi MICE Jatim
Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Dorong Perempuan Jatim Kembangkan Usaha Lewat Kreasi Produk Hantaran
Wagub Emil dan Mentan Amran Dorong Penyerapan Telur Peternak Rakyat di Jatim
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kalbar, Transaksi Tembus Rp2,529 Triliun
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 03:10 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kaltara, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun

Minggu, 6 September 2026 - 22:07 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-118 di Blitar, Pastikan Bahan Pokok Terjangkau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Cek Harga Sembako di Pasar Larangan, Bambang DPRD Sidoarjo Soroti Kios Kosong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Senator Lia Istifhama Dorong Perluasan Lapangan Kerja dan Penguatan SDM

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di 2 Kampung Surabaya, Sembako Dijual Terjangkau

Berita Terbaru

WhatsApp