Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kalbar, Transaksi Tembus Rp2,529 Triliun

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Misi dagang tersebut dipimpin langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan digelar di Novotel Convention Center Pontianak. (Dok. Humas Pemprov)

Misi dagang tersebut dipimpin langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan digelar di Novotel Convention Center Pontianak. (Dok. Humas Pemprov)

Pontianak – Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur (Jatim) dengan Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat transaksi fantastis. Total komitmen transaksi mencapai Rp 2,529 triliun, terdiri dari penjualan Jatim sebesar Rp 1,480 triliun, pembelian Rp 163,829 miliar, serta komitmen investasi Rp 885 miliar.

Misi dagang tersebut dipimpin langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan digelar di Novotel Convention Center Pontianak, Selasa (11/8/2026).

“Alhamdulillah, Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kalimantan Barat sukses digelar. Total transaksi yang dicatatkan mencapai Rp 2,5 triliun, dari angka tersebut Rp 885 miliar merupakan capaian investasi,” kata Khofifah dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Transaksi perdagangan mencakup berbagai komoditas unggulan. Produk yang dijual pelaku usaha Jatim ke Kalbar antara lain garam bahan baku dan olahan, olahan daging sapi dan ayam, green bean coffee, telur ayam, susu sapi, rokok, benih hortikultura dan jagung, pakan ikan dan udang, beras, gula pasir, telur asin, telur bakar dan telur bebek.

Selain itu, terdapat transaksi ikan patin, DOC, buster buah, kambing dan domba, kambing potong, ikan kaleng seperti sarden dan tuna, produk fesyen, balok kayu, pupuk asam amino, bawang merah, serta cabai merah kering.

Di sisi lain, perdagangan juga berlangsung dua arah. Pelaku usaha Jatim membeli sejumlah komoditas dari Kalbar, seperti kayu bulat, arang batok kelapa, gula merah, briket sisha, madu hutan, madu trigona, ikan gabus, dan ikan toman.

Selain transaksi perdagangan, Misi Dagang Jatim-Kalbar menghasilkan komitmen investasi perusahaan asal Jatim di Kalbar. Investasi tersebut mencakup perluasan industri pupuk bahan amelioran di Kabupaten Mempawah.

Kemudian perluasan usaha perkebunan sawit di Kabupaten Landak serta perluasan industri pupuk buatan hara makro primer di Kabupaten Mempawah.

Misi Dagang Jatim-Kalbar juga mempertemukan sejumlah pelaku usaha dari kedua provinsi dalam berbagai sektor strategis, mulai peternakan, perkebunan, industri pupuk, kopi, perikanan hingga komoditas arang dan briket.

Komitmen transaksi terbesar tercatat antara PT Phalosari Unggul Jaya yang mewakili pelaku usaha peternakan Jatim dengan CV Sujaya Food sebagai perwakilan pelaku usaha peternakan Kalbar.

Di sektor perdagangan, Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Surabaya mencatat transaksi penjualan rokok kepada PT Bentoel Prima di Pontianak. Tutur Coffee dari Kabupaten Pasuruan juga menjual green bean coffee kepada HIPKA Kota Pontianak.

Sementara PT Suri Tani Pemuka Kota Surabaya mencatat transaksi penjualan pakan ikan dan pakan udang.

Perdagangan dua arah juga terlihat dari transaksi CV Satrya Abdi Buana Surabaya yang membeli arang batok kelapa dan briket sisha dari PT Korindo Complit Cardon Kabupaten Mempawah.

Perusahaan tersebut juga membeli arang batok kelapa dari CV Insan Borneo Khatulistiwa Kota Pontianak. Sementara CV Djadi Jaya Kota Malang mencatat transaksi penjualan kambing potong kepada PT Ratu Mitra Abadi Kabupaten Mempawah.

Misi Dagang Jatim-Kalbar menjadi misi dagang keenam yang dilaksanakan Jawa Timur dengan provinsi lain sepanjang 2026.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kaltara, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun

Kegiatan tersebut melibatkan 162 pelaku usaha, terdiri dari 62 pelaku usaha asal Jatim dan 100 pelaku usaha dari Kalbar.

Khofifah mengatakan misi dagang tersebut bertujuan memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus menggali potensi kerja sama ekonomi yang dapat dikembangkan kedua provinsi.

Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Jawa Timur dengan Seluruh Provinsi Tahun 2024, total nilai perdagangan Jatim dengan Kalbar mencapai Rp 4,31 triliun.

Nilai tersebut terdiri dari bongkar atau pembelian dari Kalbar sebesar Rp 562,27 miliar dan muat atau penjualan ke Kalbar sebesar Rp 3,75 triliun.

“Artinya neraca perdagangan Jawa Timur terhadap Kalimantan Barat mengalami surplus sebesar Rp 3,19 triliun,” ujar Khofifah.

Dari sisi penjualan Jatim ke Kalbar, lima komoditas utama memberikan kontribusi sebesar 96,21 persen terhadap total penjualan.

Sedangkan pembelian Jatim dari Kalbar didominasi lima komoditas utama, yakni minyak kelapa sawit mentah sebesar 63,84 persen, buah dan kernel kelapa sawit 27,78 persen, kayu gergajian 6,87 persen, tangerine mandarin clementine 1,49 persen, serta kemasan kertas dan karton 0,01 persen.

“Lima komoditas ini menyumbang 99,99 persen dari total pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat,” katanya.

Menurut Khofifah, data tersebut menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi. Namun, masih terdapat ruang untuk memperluas perdagangan dua arah dengan komoditas yang lebih beragam.

Kerja sama perdagangan Jatim-Kalbar sebelumnya juga telah dilakukan melalui Misi Dagang dan Investasi pada 30 September 2022 di Kota Pontianak.

Saat itu, nilai komitmen transaksi mencapai Rp 109,31 miliar melalui 24 transaksi dagang.

“Capaian misi dagang kali ini sangat jauh meningkat signifikan dari capaian sebelumnya di tahun 2022. Kali ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama yang telah terbangun melalui perluasan komoditas, peningkatan investasi, serta pengembangan kemitraan usaha yang berkelanjutan,” tegas Khofifah.

Khofifah menyebut Jawa Timur terus menunjukkan peran strategis dalam perekonomian nasional. Pada Semester I 2026, ekonomi Jatim tumbuh 5,84 persen secara c-to-c, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Jatim juga menjadi penyumbang perekonomian terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,40 persen serta menyumbang 14,34 persen terhadap perekonomian nasional.

Struktur ekonomi Jatim ditopang sektor industri pengolahan sebesar 31,11 persen, perdagangan 18,22 persen, dan pertanian 11,20 persen.

Sementara itu, neraca perdagangan Jatim sepanjang 2025 mencatat surplus Rp 210,1 triliun. Kinerja positif tersebut berlanjut pada Semester I 2026 dengan surplus Rp 100,35 triliun.

Khofifah mengatakan perdagangan antarwilayah menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat integrasi ekonomi nasional.

Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Indonesia Tahun 2024, total perdagangan antarwilayah Jatim mencapai Rp 333,83 triliun.

“Tingginya arus perdagangan tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan bahan baku, energi, serta berbagai komoditas untuk menopang aktivitas industri, manufaktur, perdagangan, dan konsumsi di Jawa Timur,” jelasnya.

Menurut Khofifah, misi dagang menjadi instrumen strategis untuk mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-118 di Blitar, Pastikan Bahan Pokok Terjangkau

“Pada posisi ini, misi dagang menjadi instrumen strategis. Kita ingin mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan, memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar produk unggulan, sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri,” terangnya.

Secara kumulatif sejak 2019 hingga 2026, Jatim telah melaksanakan 53 kali misi dagang dalam negeri.

Total komitmen transaksi dari kegiatan tersebut mencapai Rp 41,28 triliun melalui 2.282 transaksi dan melibatkan 2.654 pelaku usaha.

Jatim juga memperluas pasar internasional. Pada periode 2022 hingga Juli 2026, telah dilaksanakan delapan kali misi dagang luar negeri ke sejumlah negara dan kawasan, yakni Riyadh, Arab Saudi; Kuala Lumpur, Malaysia; Dili, Timor Leste; Hong Kong; Osaka, Jepang; serta Singapura.

Total transaksi dari misi dagang luar negeri tersebut mencapai Rp 33,18 triliun.

“Ini menjadi bukti bahwa produk unggulan Jawa Timur memiliki daya saing tinggi di pasar global. Semangat kolaboratif yang sama tentu perlu terus diperkuat dalam pengembangan perdagangan antardaerah, termasuk dengan Kalimantan Barat,” kata Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mendorong pengembangan sektor peternakan Jatim dan Kalbar.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki populasi sapi terbesar di Indonesia sehingga sektor tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan di Kalimantan Barat.

“Salah satu sektor unggulan di Jawa Timur adalah peternakan. Saat ini jumlah populasi sapi di Jawa Timur tinggi sekali, populasi sapi terbesar di Indonesia. Sektor ini bisa menjadi hal yang akan dikembangkan di Kalimantan Barat,” tuturnya.

Khofifah secara khusus mengundang Pemprov Kalbar mengirimkan tim untuk mengikuti pelatihan inseminasi buatan di Balai Besar Inseminasi Buatan milik Kementerian Pertanian di Singosari, Kabupaten Malang.

Di kawasan yang sama juga terdapat UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak milik Pemprov Jatim di bawah Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. UPT tersebut berfokus pada pembibitan dan pemeliharaan ternak ruminansia kecil, seperti kambing, domba, dan kelinci.

Khofifah juga meminta pelaku usaha dari kedua provinsi memanfaatkan misi dagang tersebut untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan masing-masing daerah.

“Mari kita manfaatkan momentum misi dagang ini dengan sebaik-baiknya untuk membuka peluang baru, meningkatkan volume perdagangan, serta memperkuat jejaring bisnis antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat,” pesannya.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi kunjungan Khofifah beserta jajaran Pemprov Jatim dalam Misi Dagang dan Investasi tersebut.

Ria Norsan menyebut nilai transaksi dalam misi dagang kali ini jauh lebih besar dibandingkan kegiatan sebelumnya.

“Ini yang paling besar nilai transaksinya. Kami menyampaikan terima kasih. Banyak yang harus kita pelajari di Jawa Timur dan Kalimantan Barat masih harus banyak belajar dari Jawa Timur,” kata Ria Norsan.

Di akhir kegiatan, Khofifah juga mengajak seluruh peserta mengibarkan Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu “Hari Merdeka” serta “Bendera”.

Menurut Khofifah, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kaltara, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-118 di Blitar, Pastikan Bahan Pokok Terjangkau
Cek Harga Sembako di Pasar Larangan, Bambang DPRD Sidoarjo Soroti Kios Kosong
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Senator Lia Istifhama Dorong Perluasan Lapangan Kerja dan Penguatan SDM
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di 2 Kampung Surabaya, Sembako Dijual Terjangkau
Gubernur Khofifah bersaama Wagub Emil Resmikan The Trans Luxury Hotel Surabaya, Optimistis Jadi Gravitasi MICE Jatim
Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Dorong Perempuan Jatim Kembangkan Usaha Lewat Kreasi Produk Hantaran
Wagub Emil dan Mentan Amran Dorong Penyerapan Telur Peternak Rakyat di Jatim
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 03:10 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Kaltara, Transaksi Tembus Rp2,5 Triliun

Minggu, 6 September 2026 - 22:07 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-118 di Blitar, Pastikan Bahan Pokok Terjangkau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Cek Harga Sembako di Pasar Larangan, Bambang DPRD Sidoarjo Soroti Kios Kosong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84 Persen, Senator Lia Istifhama Dorong Perluasan Lapangan Kerja dan Penguatan SDM

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di 2 Kampung Surabaya, Sembako Dijual Terjangkau

Berita Terbaru

WhatsApp