Arumi Bachsin Dorong Generasi Muda Jatim Bangga Kenakan dan Lestarikan Batik

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful Hidayat

- Author

Minggu, 13 September 2026 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin Dardak menghadiri Pameran dan Edukasi Batik Jawa Timur di Gedung Q Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya.(dok.Humas Pemprov)

Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin Dardak menghadiri Pameran dan Edukasi Batik Jawa Timur di Gedung Q Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya.(dok.Humas Pemprov)

Surabaya – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengajak generasi muda mengenal, mencintai, menggunakan, dan melestarikan batik serta wastra Jawa Timur. Menurutnya, batik merupakan bagian dari identitas budaya bangsa.

Pesan itu disampaikan Arumi saat menghadiri Pameran dan Edukasi Batik Jawa Timur di Gedung Q Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya, Sabtu (12/9/2026).

Arumi mengatakan kegiatan pameran dan edukasi menjadi ruang untuk mengenalkan kekayaan batik Jawa Timur kepada generasi penerus. Pelestarian, kata dia, harus dilakukan secara berkelanjutan agar batik tetap dikenal dan digunakan lintas generasi.

“Harapan kami, adik-adik mahasiswa yang saat ini duduk sebagai peserta, suatu saat nanti justru menjadi generasi yang berada di panggung untuk meneruskan dan melestarikan budaya serta wastra batik yang ada di Jawa Timur,” kata Arumi dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).

Menurut Arumi, pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak. Perguruan tinggi, komunitas, pemerhati budaya, perajin hingga masyarakat sebagai konsumen perlu mengambil peran.

“Kalaupun tidak terlibat dalam produksi, tidak apa-apa. Yang penting terlibat dalam membeli dan memakai batik,” ujarnya.

Arumi menegaskan batik bukan sekadar kain atau produk sandang. Di balik setiap karya batik terdapat sejarah, filosofi, kearifan lokal, dan identitas bangsa.

Dia berharap perkembangan budaya populer tidak membuat generasi muda kehilangan kebanggaan terhadap budaya Indonesia.

“Anak-anak zaman sekarang tentu mengikuti perkembangan zaman. Musiknya bisa K-Pop, tariannya juga berbeda. Tetapi pada momen-momen tertentu, ketika harus memakai batik, harapan kita mereka tidak merasa malu,” tuturnya.

Arumi menilai tren penggunaan wastra di kalangan anak muda menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan batik Indonesia. Batik yang sebelumnya identik dengan acara formal dan pernikahan kini semakin banyak diolah menjadi busana yang mengikuti tren serta gaya hidup generasi muda.

BACA JUGA  Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Probolinggo, Senator Lia Ajak Pemuda Speak Up

Meski demikian, dia mengingatkan inovasi batik tetap harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap pakem dan nilai budaya.

“Anak-anak muda patut mengikuti perkembangan zaman, tetapi dalam keadaan tertentu tetap harus menghormati dan melestarikan budaya yang kita miliki,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Arumi juga mengapresiasi keberadaan Batik Corner di Perpustakaan UK Petra. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi bentuk nyata dukungan perguruan tinggi terhadap edukasi dan pelestarian batik.

Batik Corner diharapkan menjadi ruang belajar dan sumber referensi bagi mahasiswa maupun masyarakat untuk mengenal batik, mulai dari sejarah, filosofi, motif hingga perkembangannya.

“UK Petra tidak hanya mendukung melalui kegiatan-kegiatan tertentu, tetapi sudah dibuktikan dengan aksi nyata dengan menghadirkan Batik Corner sebagai ruang untuk belajar langsung tentang batik,” ungkapnya.

Arumi berharap Batik Corner dapat dikembangkan menjadi ruang pengalaman bagi mahasiswa untuk mengenal proses pembuatan sekaligus kekayaan batik secara lebih mendalam.

Selain pelestarian budaya, Arumi menyebut Dekranasda Jatim terus mendorong batik agar memiliki daya saing sebagai bagian dari industri kreatif dan penggerak ekonomi daerah.

Menurutnya, ekosistem batik perlu diperkuat dari sisi produksi, bisnis, pemasaran, pengembangan pasar hingga kemampuan membaca tren konsumen.

Arumi menilai para perajin Jatim memiliki kemampuan produksi dan kualitas karya yang baik. Namun, sebagian masih membutuhkan penguatan dalam kemampuan bisnis dan pemasaran.

“Seni memproduksi dan seni berbisnis itu berbeda. Banyak perajin yang kualitas produksinya sangat baik, tetapi masih membutuhkan kemampuan dalam berbisnis,” jelasnya.

Karena itu, dia mendorong kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha batik, baik dalam produksi maupun pengelolaan bisnis dan pemasaran.

Dekranasda Jatim, kata Arumi, juga memiliki mandat untuk membantu perajin menemukan dan memperluas pasar melalui pameran serta berbagai kegiatan promosi.

BACA JUGA  Bertemu Wakapolres Surabaya, Senator Lia Istifhama Apresiasi Cara Humanis ala Jogo Suroboyo

“Ini bukan pekerjaan satu orang saja, tetapi seluruh pihak dan seluruh lini yang menekuni batik harus bisa berkontribusi,” ujarnya.

Arumi berharap kolaborasi dalam Pameran dan Edukasi Batik Jawa Timur tidak berhenti pada kegiatan tersebut. Menurutnya, keberlanjutan batik harus mencakup aspek budaya sekaligus ekonomi agar memberikan manfaat bagi para perajin dan seluruh pihak yang terlibat.

“Dari setiap lembar batik ada banyak orang yang terlibat dan menggantungkan hidupnya. Mudah-mudahan kita bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga menyejahterakan seluruh orang yang terlibat dalam prosesnya,” tegas Arumi.

Di tengah perkembangan teknologi dan interaksi antarbudaya yang semakin terbuka, Arumi meminta generasi muda tidak menutup diri terhadap budaya dunia.

Sebaliknya, dia mendorong anak muda mengenal budaya lain agar semakin percaya diri memperkenalkan identitas budaya Indonesia ke dunia.

“Harapannya bukan memberhentikan generasi muda untuk melihat budaya lain. Justru dengan mengenal budaya orang lain, kita dapat semakin memperkenalkan identitas kita sebagai warga, masyarakat, dan individu di Indonesia,” jelasnya.

Arumi juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Pameran dan Edukasi Batik Jawa Timur, termasuk KIBAS, Himpunan Wastraprema, Komunitas Cinta Berkain, serta Universitas Kristen Petra.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful Hidayat

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Probolinggo, Senator Lia Ajak Pemuda Speak Up
Senator Lia Istifhama Apresiasi Gresik Umrah and Hajj Fest 2026, Dorong Pelayanan Jemaah Semakin Prima
Bertemu Wakapolres Surabaya, Senator Lia Istifhama Apresiasi Cara Humanis ala Jogo Suroboyo
Basarnas Kawal Evakuasi KLM Sinar Reski II ke Dermaga Branta Pamekasan
Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat
Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 21:20 WIB

Arumi Bachsin Dorong Generasi Muda Jatim Bangga Kenakan dan Lestarikan Batik

Minggu, 13 September 2026 - 14:36 WIB

Senator Lia Istifhama Apresiasi Gresik Umrah and Hajj Fest 2026, Dorong Pelayanan Jemaah Semakin Prima

Minggu, 13 September 2026 - 00:26 WIB

Bertemu Wakapolres Surabaya, Senator Lia Istifhama Apresiasi Cara Humanis ala Jogo Suroboyo

Jumat, 11 September 2026 - 12:59 WIB

Basarnas Kawal Evakuasi KLM Sinar Reski II ke Dermaga Branta Pamekasan

Kamis, 10 September 2026 - 02:59 WIB

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat

Berita Terbaru

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menghadiri Peluncuran Kabupaten/Kota Percontohan Proyek InCircular di Provinsi Jawa Timur yang digelar di Hotel DoubleTree by Hilton Surabaya. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Wagub Emil Dukung 5 Daerah di Jatim Jadi Percontohan Proyek InCircular Atasi Sampah

Rabu, 16 Sep 2026 - 03:11 WIB

WhatsApp