BGN Suspend Berat SPPG Talangagung Kalitengah Sidoarjo dan Copot Kepala Dapur

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Syaiful

- Author

Kamis, 3 September 2026 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana. (Dok. Istimewa)

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana. (Dok. Istimewa)

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas menyikapi insiden keamanan pangan yang berdampak pada penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talangagung, Kecamatan Kalitengah, Sidoarjo, dijatuhi sanksi suspend berat selama 30 hari. Tak hanya itu, Kepala SPPG tersebut juga diusulkan untuk dicopot dari jabatannya.

Langkah tersebut dilakukan BGN sebagai bagian dari penanganan sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap insiden yang terjadi di lingkungan SPPG Talangagung.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan, pihaknya masih melakukan investigasi bersama Dinas Kesehatan terkait untuk mengetahui penyebab insiden tersebut.

“Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait. Hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan. Kemudian kami juga melakukan suspend berat selama 30 hari terhadap SPPG Talangagung, Kalitengah,” tegas Ketut dikutip laman resmi Badan Gizi Nasional, Kamis (3/9/2026). 

Selain menjatuhkan sanksi suspend, BGN juga mengambil langkah internal terhadap pengelola SPPG. Kepala SPPG Talangagung diusulkan untuk dicopot dan diganti.

“Kami juga mengusulkan kepada Kepala SPPG tersebut untuk dilakukan pencopotan sekaligus pergantian,” ujar Ketut.

BGN menyebut proses investigasi dan pemeriksaan hingga kini masih berlangsung. Karena itu, penyebab pasti insiden keamanan pangan tersebut belum dapat disimpulkan sebelum seluruh tahapan pemeriksaan rampung.

Di tengah proses investigasi, BGN memastikan keselamatan dan kesehatan penerima manfaat menjadi prioritas utama. Penanganan terhadap anak-anak yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit terus dilakukan.

“Selanjutnya pada saat ini, kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit. Ini yang kita utamakan,” pungkasnya.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Syaiful

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim
Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan
Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri
Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal
Survei KPK Sebut 50% Mahasiswa Masih Nyontek, Ini Respons Gus Hilman PKB
Senator Lia Istifhama Apresiasi Menko Zulhas, 26 Ribu Gerai KDKMP Siap Beroperasi Bulan Ini
Temui Presiden Prabowo, Presiden FIFA Apresiasi Sukses Indonesia Gelar FIFA ASEAN Cup 2026
Menko Cak Imin Ganti Alphard dengan Maung Garuda Buatan Pindad
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Survei KPK Sebut 50% Mahasiswa Masih Nyontek, Ini Respons Gus Hilman PKB

Berita Terbaru

WhatsApp