Menko Zulhas Pastikan Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penyalur Bansos dan Penyerap Hasil Panen

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) akan menjadi pusat penyaluran berbagai program bantuan pemerintah sekaligus penyerap hasil pertanian masyarakat desa.

Menurutnya, KDMP akan berfungsi sebagai infrastruktur pemerintah untuk mendistribusikan bantuan sosial maupun barang bersubsidi kepada masyarakat.

“KDMP itu merupakan infrastruktur pemerintah. Apa itu infrastruktur? Untuk menyampaikan barang-barang bantuan, bantuan sosial, kemudian barang-barang subsidi, semua nanti melalui KDMP. Tadi diputuskan sudah,” ujar Menko Zulhas kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Selain menjadi sarana penyaluran bantuan, Zulhas mengatakan KDMP juga akan berperan sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi pertanian masyarakat.

Menurutnya, peran tersebut menjadi penting ketika harga komoditas pertanian, seperti gabah dan jagung, berada di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Nomor dua, dia sebagai offtaker. Kalau harga seperti gabah, jagung, dan lain-lain berada di bawah harga yang sudah ditentukan pemerintah, maka koperasi bisa menjadi offtaker atau pembeli hasil pertanian masyarakat sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah,” jelasnya dikutip laman resmi setneg.go.id, Kamis (16/7/2026).

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan program KDMP diproyeksikan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa. Menurutnya, sebagian keuntungan koperasi akan menjadi pendapatan asli desa (PADes).

“Dari keuntungan itu, ada 20 persen dari Kopdes yang akan menjadi pendapatan asli desa,” kata Yandri.

Ia menambahkan, keberhasilan KDMP akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa. Adapun 80 persen keuntungan lainnya akan kembali dinikmati masyarakat desa.

“Kopdes ini berhasil dan sukses karena ada efek positifnya kepada desa. Termasuk sisanya yang 80 persen akan kembali ke rakyat di desa itu,” pungkasnya.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim
Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan
Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri
Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal
Survei KPK Sebut 50% Mahasiswa Masih Nyontek, Ini Respons Gus Hilman PKB
Senator Lia Istifhama Apresiasi Menko Zulhas, 26 Ribu Gerai KDKMP Siap Beroperasi Bulan Ini
Temui Presiden Prabowo, Presiden FIFA Apresiasi Sukses Indonesia Gelar FIFA ASEAN Cup 2026
Menko Cak Imin Ganti Alphard dengan Maung Garuda Buatan Pindad
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Survei KPK Sebut 50% Mahasiswa Masih Nyontek, Ini Respons Gus Hilman PKB

Berita Terbaru

WhatsApp