Surabaya – Lonjakan kasus gagal ginjal kronis di Indonesia mendapat sorotan dari kalangan legislatif. Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Gerindra dr. Benjamin Kristianto menilai peningkatan tersebut tidak lepas dari pola hidup masyarakat yang semakin tidak sehat.
“Sekarang penyakit lebih banyak mengarah ke kronis gagal ginjal. Salah satunya karena pola makan dan budaya hidup yang salah, sehingga organ tubuh penting seperti ginjal dan hati tergangg,” ujar Dokter Benjamin saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (21/4/2026).
Dokter Benjamin menjelaskan, kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya pasien gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah (hemodialisas). Ia mengingatkan bahwa biaya terapi tersebut tidak murah atau mahal.
“Untungnya masih ditanggung BPJS Kesehatan. Kita harus bersyukur. Tapi, dengan jumlah kasus yang terus meningkat, jangan sampai kedepan ada pembatasan layanan,” jelasnya.
Ia pun menekankan pentingnya langkah preventif untuk menekan angka gagal ginjal. Dokter Benjamin mengimbau masyarakat mulai mengubah pola hidup, terutama menjaga asupan makanan dan memperbanyak konsumsi air putih.
“Ginjal itu seperti filter. Kalau darah kita kotor, tentu filternya rusak. Penyebabnya bisa dari diabetes, kolesterol, asam urat, dan pola makan yang tidak sehat,” jelas Politisi Partai Gerindra itu.
Dokter Benjamin juga menyoroti kebiasaan minum masyarakat yang masih keliru. Banyak orang, kata dia, minum dalam jumlah banyak hanya di waktu tertentu, bukan secara teratur sepanjang hari.
“Minimal dua liter sehari, tapi harus dibagi. Misalnya, pagi, siang, sore, hingga malam masing-masing dua gelas. Seperti menyiram tanaman, harus rutin,” ungkapnya.
Selain itu, Benjamin mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi obat-obatan, terutama obat keras yang berpotensi merusak ginjal dan hati. Ia juga mengimbau untuk menjauhi narkoba, rokok, dan minuman beralkohol.
“Keracunan obat itu paling dulu kena ginjal dan hati. Jadi harus hati-hati,” tegasnya.
Di sisi lain, Dokter Benjamin turut menanggapi hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap program pemerintah, termasuk kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai tingginya tingkat kepuasan publik menunjukkan masyarakat bersikap objektif. “Pak Presiden Prabowo fokus untuk rakyat. Program-programnya memang ditujukan membantu masyarakat,” terang dia.
Meski demikian, Dokter Benjamin mengingatkan jajaran kabinet merah putih agar menjalankan tugas sesuai visi pemerintah dan tidak menyalahgunakan kepercayaan.
“Programnya sudah baik, jangan sampai di lapangan justru terkontaminasi oleh oknum. Itu yang harus dijaga,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











