Lonjakan Kasus Gagal Ginjal, dr Benjamin DPRD Jatim: Waspadai Pola Hidup Tak Sehat

Editor Yoyok

- Author

Selasa, 21 April 2026 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dr. Benjamin Kristianto.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dr. Benjamin Kristianto.

Editor: Yoyok

Surabaya – Lonjakan kasus gagal ginjal kronis di Indonesia mendapat sorotan dari kalangan legislatif. Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Gerindra dr. Benjamin Kristianto menilai peningkatan tersebut tidak lepas dari pola hidup masyarakat yang semakin tidak sehat.

“Sekarang penyakit lebih banyak mengarah ke kronis gagal ginjal. Salah satunya karena pola makan dan budaya hidup yang salah, sehingga organ tubuh penting seperti ginjal dan hati tergangg,” ujar Dokter Benjamin saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (21/4/2026).

Dokter Benjamin menjelaskan, kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya pasien gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah (hemodialisas). Ia mengingatkan bahwa biaya terapi tersebut tidak murah atau mahal.

“Untungnya masih ditanggung BPJS Kesehatan. Kita harus bersyukur. Tapi, dengan jumlah kasus yang terus meningkat, jangan sampai kedepan ada pembatasan layanan,” jelasnya.

Ia pun menekankan pentingnya langkah preventif untuk menekan angka gagal ginjal. Dokter Benjamin mengimbau masyarakat mulai mengubah pola hidup, terutama menjaga asupan makanan dan memperbanyak konsumsi air putih.

“Ginjal itu seperti filter. Kalau darah kita kotor, tentu filternya rusak. Penyebabnya bisa dari diabetes, kolesterol, asam urat, dan pola makan yang tidak sehat,” jelas Politisi Partai Gerindra itu.

Dokter Benjamin juga menyoroti kebiasaan minum masyarakat yang masih keliru. Banyak orang, kata dia, minum dalam jumlah banyak hanya di waktu tertentu, bukan secara teratur sepanjang hari.

“Minimal dua liter sehari, tapi harus dibagi. Misalnya, pagi, siang, sore, hingga malam masing-masing dua gelas. Seperti menyiram tanaman, harus rutin,” ungkapnya.

Selain itu, Benjamin mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi obat-obatan, terutama obat keras yang berpotensi merusak ginjal dan hati. Ia juga mengimbau untuk menjauhi narkoba, rokok, dan minuman beralkohol.

BACA JUGA  Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

“Keracunan obat itu paling dulu kena ginjal dan hati. Jadi harus hati-hati,” tegasnya.

Di sisi lain, Dokter Benjamin turut menanggapi hasil survei yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap program pemerintah, termasuk kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai tingginya tingkat kepuasan publik menunjukkan masyarakat bersikap objektif. “Pak Presiden Prabowo fokus untuk rakyat. Program-programnya memang ditujukan membantu masyarakat,” terang dia.

Meski demikian, Dokter Benjamin mengingatkan jajaran kabinet merah putih agar menjalankan tugas sesuai visi pemerintah dan tidak menyalahgunakan kepercayaan.

“Programnya sudah baik, jangan sampai di lapangan justru terkontaminasi oleh oknum. Itu yang harus dijaga,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp