Surabaya – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas menerima kunjungan puluhan pelajar yang tergabung dalam OSIS SMAIT Al Uswah Surabaya dalam kegiatan Uswah Konivers 4.0 di Gedung DPRD Jatim, Selasa (15/4/2026).
Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, tidak apatis terhadap isu politik dan kebijakan publik.
Para peserta yang berasal dari pengurus OSIS se-Jawa Timur itu datang dalam rangkaian agenda Uswah Konivers 4.0. Salah satu kegiatannya adalah audiensi sekaligus penyampaian aspirasi kepada DPRD Jawa Timur.
Puguh yang juga Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim mengaku terkesan dengan kualitas pemikiran para pelajar. Ia menilai, aspirasi yang disampaikan tidak sekadar pendapat, melainkan dilandasi analisis yang kuat dan kemampuan berpikir kritis.
“Mereka tidak sekadar menyampaikan aspirasi, tetapi diawali dengan analisis yang kuat. Ini menunjukkan kemampuan critical thinking yang luar biasa dari generasi muda kita,” kata Puguh.
Dalam forum tersebut, peserta dibagi ke dalam 10 komisi. Masing-masing komisi membahas isu strategis, mulai dari kesenjangan dan kualitas pendidikan, pembangunan infrastruktur, hingga penyediaan ruang publik yang ramah bagi masyarakat.
Selain itu, isu lingkungan juga menjadi sorotan, seperti pencemaran udara dan perubahan iklim. Para pelajar juga mengangkat persoalan di sektor kesehatan, termasuk akses layanan BPJS.
Tak berhenti di situ, mereka turut menyinggung isu kesejahteraan sosial. Di antaranya ketidaktepatan sasaran bantuan sosial serta pentingnya penguatan data tunggal sosial ekonomi.
Menurut Puguh, hal tersebut sekaligus mematahkan stigma yang selama ini melekat pada generasi Z yang dianggap kurang peduli terhadap politik dan demokrasi.
“Selama ini ada anggapan Gen Z apatis. Namun hari ini mereka membuktikan sebaliknya. Mereka punya kepedulian tinggi dan mampu menyampaikan gagasan untuk kemajuan bangsa,” tegasnya.
Ia pun mengapresiasi kegiatan Uswah Konivers 4.0 yang dinilai menjadi ruang edukasi politik yang positif bagi pelajar.
“Kegiatan ini penting untuk membangun kesadaran politik sejak dini, sekaligus menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli terhadap persoalan bangsa,” ujarnya.
Puguh berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam proses demokrasi dan pembangunan.
“Ini menjadi harapan kita bersama, bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi yang kritis, peduli, dan siap berkontribusi,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











