Tunjangan Guru Kemenag Naik 700 Persen, Puguh DPRD Jatim Minta Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Dok. Istimewa)

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. (Dok. Istimewa)

Surabaya – Rencana pemerintah menaikkan tunjangan profesi guru di bawah naungan Kementerian Agama hingga 700 persen mendapat dukungan dari Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah positif untuk meningkatkan kualitas pendidikan, selama anggaran pendidikan tetap digunakan sesuai mandatnya.

Puguh menilai peningkatan kesejahteraan guru merupakan kebutuhan mendesak. Sebab, hingga kini masih banyak tenaga pendidik yang menghadapi persoalan kesejahteraan, di tengah tantangan fasilitas pendidikan yang belum merata.

“Menurut saya itu kebijakan yang bagus. Anggaran pendidikan memang harus benar-benar difokuskan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, termasuk memperhatikan kesejahteraan guru,” ujar Puguh, dikutip dari laman resmi Fraksi PKS Jawa Timur, Rabu (5/8/2026).

Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Malang Raya itu menegaskan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan tenaga pendidik. Guru yang memperoleh penghasilan layak dan penghargaan yang memadai dinilai akan lebih optimal dalam mendidik generasi penerus bangsa.

Meski demikian, Puguh mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah di sektor pendidikan. Selain persoalan kesejahteraan guru, ia menyoroti masih adanya sekolah yang memiliki sarana dan prasarana belum memadai.

“Kita masih banyak menjumpai sekolah yang fasilitasnya belum memadai. Termasuk kesejahteraan guru yang kita lihat masih banyak yang di luar kepantasan. Ini tentu berpengaruh terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan itu sendiri,” katanya.

Puguh juga meminta pemerintah memastikan anggaran pendidikan tetap digunakan sesuai peruntukannya. Ia mengingatkan agar dana pendidikan tidak dialihkan untuk membiayai program lain yang memiliki mandat berbeda.

Ia menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi yang memisahkan anggaran pendidikan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, langkah tersebut sudah tepat karena kedua program memiliki tujuan serta dasar hukum yang berbeda.

BACA JUGA  Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi

“Secara mandatori peruntukannya memang berbeda. Apalagi sekarang program MBG tidak hanya untuk anak-anak sekolah, tetapi juga mencakup ibu hamil dan lansia. Karena itu, anggaran pendidikan jangan sampai mengurangi kualitas penyelenggaraan pendidikan,” tegasnya.

Menurut Puguh, pemisahan postur anggaran akan membuat pemerintah lebih leluasa meningkatkan mutu pendidikan. Anggaran dapat difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, memperbaiki sarana dan prasarana sekolah, serta memperkuat kualitas proses belajar mengajar.

“Nah, ketika postur anggarannya dipisah, tentu akan memberikan dampak yang signifikan. Proses belajar mengajar tetap kuat, sementara program MBG juga bisa berjalan dengan fokus anggarannya sendiri,” jelas anggota Komisi E DPRD Jawa Timur tersebut.

Puguh berharap rencana kenaikan tunjangan profesi guru tidak berhenti sebagai kebijakan jangka pendek, melainkan menjadi komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Ketika kesejahteraan mereka meningkat, maka kualitas pendidikan juga akan ikut meningkat. Pada akhirnya, inilah investasi terbaik untuk menyiapkan generasi Indonesia Emas,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi
Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional
Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan
DPD RI Ning Lia Kenalkan Filosofi SUPERRR, Dorong Kepemimpinan Mahasiswa UB
DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif
Wacana Siswa Tidak Naik Kelas, Puguh DPRD Jatim Soroti Kesenjangan Fasilitas Pendidikan
Dukung Transformasi Pendidikan, UNESA Latih Guru Akuntansi Manfaatkan Platform Wayground
Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Siswa SMA-SMK dan SLB
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:34 WIB

Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:00 WIB

DPD RI Ning Lia Kenalkan Filosofi SUPERRR, Dorong Kepemimpinan Mahasiswa UB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:48 WIB

DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp