Jatim Kembali Juara Umum LKS Nasional 2026, Gubernur Khofifah Sebut Bukti Vokasi Terbaik di Indonesia

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut langsung kepulangan para siswa, guru pembimbing, mentor, kepala sekolah, serta tim pendamping di Gedung Negara Grahadi. (Dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut langsung kepulangan para siswa, guru pembimbing, mentor, kepala sekolah, serta tim pendamping di Gedung Negara Grahadi. (Dok. Humas Pemprov)

Surabaya – Jawa Timur kembali mempertahankan dominasinya di ajang pendidikan vokasi nasional. Untuk keempat kalinya secara berturut-turut, Kontingen Jawa Timur sukses meraih gelar Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Nasional 2026 dengan membawa pulang 30 medali.

Atas capaian tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut langsung kepulangan para siswa, guru pembimbing, mentor, kepala sekolah, serta tim pendamping di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (1/8/2026) malam. Penyambutan itu menjadi bentuk apresiasi atas prestasi yang kembali mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional.

Pada LKS Dikmen Nasional 2026, Jawa Timur mengoleksi 18 medali emas, tujuh medali perak, dan lima medali perunggu. Raihan tersebut mengantarkan Jawa Timur menjadi juara umum, mengungguli DKI Jakarta di peringkat kedua dan Jawa Tengah di posisi ketiga.

“Kita menghitung ada 36 medali emas pada LKS tahun ini. Dari jumlah itu, 50 persen berhasil diraih anak-anak Jawa Timur. Prestasi luar biasa ini tentu tidak lepas dari pendampingan para mentor, pembimbing, hingga seluruh tim,” kata Khofifah dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).

Menurut Khofifah, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa siswa-siswi SMK di Jawa Timur memiliki kompetensi, kreativitas, dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Ia menyebut LKS bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan barometer kualitas pendidikan vokasi yang mempertemukan siswa-siswi SMK terbaik dari seluruh Indonesia. Kompetisi ini juga menjadi ruang untuk menguji keterampilan dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).

Meski demikian, Khofifah mengingatkan seluruh insan pendidikan agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, dinamika di tingkat lokal hingga global terus berubah sehingga kualitas sumber daya manusia harus terus ditingkatkan agar tetap kompetitif.

BACA JUGA  Pembekalan Maba ITS, Wagub Emil Tekankan Peran Strategis Generasi Muda Kuasai Teknologi

“Penurunan pengangguran lulusan SMK sangat signifikan. Ini menunjukkan penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan DUDIKA semakin efektif,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK di Jawa Timur turun menjadi 5,73 persen pada Februari 2026, dari 5,87 persen pada Februari 2025. Dengan capaian tersebut, lulusan SMK tidak lagi menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi di Jawa Timur.

“Ini karena kurikulum, program magang, hingga kemitraan dengan DUDIKA sudah semakin nyambung. Dampaknya, tingkat penerimaan dan penyerapan lulusan di dunia kerja semakin tinggi,” jelasnya.

Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi agar mampu mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga menyoroti peluang kerja lulusan SMK di luar negeri. Menurutnya, jika Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melepas sekitar 3.600 lulusan SMK untuk magang maupun bekerja di 13 negara, Jawa Timur sendiri telah mengirimkan sebanyak 4.915 lulusan ke berbagai negara.

“Ini menjadi peluang yang harus terus diperluas sesuai kompetensi dan keterampilan yang dimiliki para lulusan,” tuturnya.

Secara khusus, Khofifah meminta Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur menyiapkan beasiswa sarjana bagi peraih juara cabang Cyber Security. Langkah itu dilakukan agar mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister di bidang Advance Cyber Security di King’s College London yang direncanakan membuka program di Indonesia pada 2027.

“Kita harus menyiapkan talenta-talenta untuk profesi yang sangat dibutuhkan Indonesia, tetapi program studinya belum tersedia di dalam negeri. Pembibitan seperti ini menjadi sangat penting,” katanya.

Kepada para peserta, Khofifah juga berpesan agar selalu mengiringi kerja keras dengan perencanaan yang matang dan doa.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah: Jawa Timur Siap Jadi Pusat Pengembangan Vokasi Nasional, Sambut Rektor dan Dekan di OLIVIA XI 2026

“Dinamika kehidupan kadang tidak mudah diprediksi, tetapi bisa direncanakan. Ikhtiar dan kerja keras wajib dilakukan, namun harus disertai doa,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan pelaksanaan LKS Nasional 2026 memiliki tantangan yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Selain menggunakan sistem hybrid, terdapat penyesuaian kategori lomba serta penambahan cabang kompetisi baru.

“Perjuangan tahun ini berbeda, mulai dari format hybrid, perubahan hadiah hingga adanya satu cabang lomba baru. Justru tantangan itu membuat perjuangan kontingen Jawa Timur semakin luar biasa,” ujar Aries.

Menurut Aries, salah satu kebanggaan Jawa Timur adalah keberhasilan meraih prestasi pada cabang Artificial Intelligence yang untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam LKS Nasional.

“Artificial Intelligence baru pertama kali dipertandingkan tahun ini dan berhasil dikuasai oleh siswa-siswi Jawa Timur,” katanya.

Aries juga mengapresiasi perhatian Gubernur Khofifah kepada seluruh kontingen. Selain penghargaan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, baik yang meraih medali maupun yang belum berhasil naik podium.

Peraih medali emas menerima penghargaan Rp10 juta, medali perak Rp7,5 juta, medali perunggu Rp5 juta, sedangkan penerima Medallion for Excellence memperoleh Rp2,5 juta. Sementara peserta yang belum meraih medali tetap mendapatkan sertifikat dan penghargaan dari Gubernur sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka membawa nama Jawa Timur di tingkat nasional.

“Perhatian Ibu Gubernur bukan hanya kepada para juara. Seluruh peserta juga mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka,” pungkasnya. 

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembekalan Maba ITS, Wagub Emil Tekankan Peran Strategis Generasi Muda Kuasai Teknologi
Perkuat Ekonomi Syariah, Wagub Emil Ajak Universiti Malaya Berkolaborasi dengan Kampus dan Pesantren Jatim
Tunjangan Guru Kemenag Naik 700 Persen, Puguh DPRD Jatim Minta Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran
Gubernur Khofifah: Jawa Timur Siap Jadi Pusat Pengembangan Vokasi Nasional, Sambut Rektor dan Dekan di OLIVIA XI 2026
120 Siswa SMAIT Al Uswah Belajar Politik, Lilik DPRD Jatim: Kebijakan Publik Berawal dari Politik
Kasus Video Viral Pelajar Banyuwangi, Senator Lia Istifhama: Perkuat Literasi Digital dan Lindungi Anak
Gubernur Khofifah Dampingi Pjs. Bank Indonesia Destry Damayanti Mengajar di SMAN Taruna Nala Malang, Tinjau Ketahanan Pangan
Dana Transfer Daerah Berpotensi Naik, Lilik DPRD Jatim Dorong Pembangunan Sekolah Negeri Jadi Prioritas
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 02:01 WIB

Pembekalan Maba ITS, Wagub Emil Tekankan Peran Strategis Generasi Muda Kuasai Teknologi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:18 WIB

Perkuat Ekonomi Syariah, Wagub Emil Ajak Universiti Malaya Berkolaborasi dengan Kampus dan Pesantren Jatim

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Tunjangan Guru Kemenag Naik 700 Persen, Puguh DPRD Jatim Minta Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran

Rabu, 5 Agustus 2026 - 03:00 WIB

Gubernur Khofifah: Jawa Timur Siap Jadi Pusat Pengembangan Vokasi Nasional, Sambut Rektor dan Dekan di OLIVIA XI 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:24 WIB

120 Siswa SMAIT Al Uswah Belajar Politik, Lilik DPRD Jatim: Kebijakan Publik Berawal dari Politik

Berita Terbaru

WhatsApp