Gubernur Khofifah Dampingi Pjs. Bank Indonesia Destry Damayanti Mengajar di SMAN Taruna Nala Malang, Tinjau Ketahanan Pangan

Penulis Syaiful Hidayat
Editor -

- Author

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mendampingi Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti dalam Forum Bank Indonesia Mengajar 2026 sekaligus meninjau implementasi Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di SMAN Taruna Nala Jawa Timur, Kota Malang. (Dok. Humas Pemprov)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mendampingi Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti dalam Forum Bank Indonesia Mengajar 2026 sekaligus meninjau implementasi Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di SMAN Taruna Nala Jawa Timur, Kota Malang. (Dok. Humas Pemprov)

Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak generasi muda menyiapkan diri menghadapi perubahan zaman yang dipacu digitalisasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurutnya, bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan jika dibarengi sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.

Pesan itu disampaikan Khofifah saat mendampingi Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti dalam Forum Bank Indonesia Mengajar 2026 sekaligus meninjau implementasi Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di SMAN Taruna Nala Jawa Timur, Kota Malang, Jumat (31/7/2026).

Khofifah menilai perkembangan teknologi dan AI membuat dunia berubah sangat cepat. Kondisi tersebut menuntut generasi muda memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kreatif, dan mampu melahirkan berbagai inovasi.

“Anak-anak harus dibiasakan berinovasi, mampu mencari solusi atas setiap persoalan. Itu bisa dimulai melalui implementasi Program SIKAP di SMAN Taruna Nala dengan memanfaatkan lahan dan media tanam yang tersedia di sekolah,” kata Khofifah dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

Sementara itu, Destry Damayanti menegaskan generasi muda tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran di ruang kelas. Mereka juga harus memiliki karakter yang tangguh, adaptif, dan inovatif agar mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

“Anak-anak harus terus bertumbuh, tidak cukup hanya mempelajari apa yang ada di depan mata, tetapi juga harus lebih agile, adaptif, dan inovatif agar siap bersaing,” ujarnya.

Khofifah mengatakan Indonesia memiliki modal besar berupa bonus demografi. Dari total 281,6 juta penduduk, sebanyak 190,9 juta jiwa berada pada usia produktif. Potensi tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi digital sekaligus meningkatkan daya saing bangsa.

“Generasi milenial dan Gen Z menjadi motor dalam mengadaptasi digitalisasi,” ucapnya.

BACA JUGA  Pembekalan Maba ITS, Wagub Emil Tekankan Peran Strategis Generasi Muda Kuasai Teknologi

Meski demikian, Khofifah mengingatkan Indonesia masih menghadapi tantangan dalam bidang inovasi. Berdasarkan Global Innovation Index 2024, Indonesia berada di peringkat ke-54 dari 133 negara, masih tertinggal dari Malaysia yang berada di posisi ke-33 dan Singapura di peringkat keempat.

“Posisi ini harus menjadi motivasi bersama. Anak-anak kita harus dipersiapkan menjadi Generasi Emas 2045,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa perubahan teknologi akan mengubah kebutuhan dunia kerja. Berdasarkan proyeksi internasional, sekitar 39 persen keterampilan utama di dunia kerja diperkirakan berubah pada 2030 sehingga generasi muda harus terus meningkatkan kompetensi.

Menurut Khofifah, salah satu langkah membangun budaya inovasi dimulai dari lingkungan sekolah melalui Program SIKAP. Program tersebut mendorong peserta didik memanfaatkan lahan yang tersedia untuk budidaya tanaman pangan maupun perikanan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap ketahanan pangan.

“Seluruh warga sekolah didorong berinovasi sekaligus mewujudkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan dan media tanam yang ada,” ujarnya.

Khofifah menegaskan penguatan ketahanan pangan nasional tidak selalu harus dimulai dari lahan pertanian berskala besar. Lingkungan sekolah pun dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus laboratorium inovasi melalui pendidikan, pembiasaan, dan praktik langsung.

Usai forum, Khofifah bersama Destry meninjau area implementasi Program SIKAP di SMAN Taruna Nala. Berbagai inovasi dikembangkan sekolah, mulai dari budidaya cabai, terong, bunga kol, padi yang ditanam menggunakan galon bekas, hingga budidaya ikan lele dengan media serupa.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menanam bibit pohon nangka di dalam pot, sedangkan Destry menanam bibit pohon mangga.

Khofifah mengatakan Program SIKAP menjadi bentuk dukungan dunia pendidikan terhadap program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain menghasilkan pangan, program tersebut juga membangun karakter peserta didik agar lebih mandiri, produktif, dan peduli lingkungan.

BACA JUGA  Tunjangan Guru Kemenag Naik 700 Persen, Puguh DPRD Jatim Minta Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran

“Program SIKAP mengajarkan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan membudidayakan tanaman pangan maupun ternak yang dimulai dari lingkungan sekolah,” katanya.

Ia berharap seluruh warga sekolah terus merawat dan mengembangkan berbagai tanaman serta budidaya yang telah dibangun sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan sekolah.

“Ketahanan pangan tidak harus dilakukan di lahan yang luas. Yang terpenting adalah mampu memanfaatkan lahan dan media tanam yang tersedia di sekitar,” ujarnya.

Di sisi lain, Destry Damayanti mengapresiasi implementasi Program SIKAP di SMAN Taruna Nala. Menurutnya, inovasi tersebut selaras dengan upaya menjaga stabilitas pangan yang berkontribusi terhadap pengendalian inflasi.

“Program SIKAP ini sangat relevan dengan upaya mengantisipasi inflasi dari sektor pangan. Saya kagum melihat implementasinya di tingkat SMA,” tuturnya.

Destry menambahkan ketahanan pangan menjadi salah satu pilar utama kedaulatan bangsa bersama ketahanan energi serta pertahanan dan keamanan.

Sementara itu, Kepala SMAN Taruna Nala Jawa Timur Husnul Chotimah mengatakan kunjungan Gubernur Khofifah dan Destry menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus mengembangkan Program SIKAP.

Menurutnya, seluruh guru, tenaga kependidikan, siswa, hingga unsur TNI Angkatan Laut dilibatkan dalam pengelolaan lahan yang dibagi ke dalam sepuluh kelompok. Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil pengembangan lahannya sebagai bahan evaluasi sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru.

“Kami ingin setiap kelompok menunjukkan hasil pengembangan lahannya. Penilaian didasarkan pada kreativitas dan inovasi yang mereka lakukan dalam mengembangkan Program SIKAP,” pungkas Husnul.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : -

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembekalan Maba ITS, Wagub Emil Tekankan Peran Strategis Generasi Muda Kuasai Teknologi
Perkuat Ekonomi Syariah, Wagub Emil Ajak Universiti Malaya Berkolaborasi dengan Kampus dan Pesantren Jatim
Tunjangan Guru Kemenag Naik 700 Persen, Puguh DPRD Jatim Minta Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran
Gubernur Khofifah: Jawa Timur Siap Jadi Pusat Pengembangan Vokasi Nasional, Sambut Rektor dan Dekan di OLIVIA XI 2026
120 Siswa SMAIT Al Uswah Belajar Politik, Lilik DPRD Jatim: Kebijakan Publik Berawal dari Politik
Kasus Video Viral Pelajar Banyuwangi, Senator Lia Istifhama: Perkuat Literasi Digital dan Lindungi Anak
Jatim Kembali Juara Umum LKS Nasional 2026, Gubernur Khofifah Sebut Bukti Vokasi Terbaik di Indonesia
Dana Transfer Daerah Berpotensi Naik, Lilik DPRD Jatim Dorong Pembangunan Sekolah Negeri Jadi Prioritas
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 02:01 WIB

Pembekalan Maba ITS, Wagub Emil Tekankan Peran Strategis Generasi Muda Kuasai Teknologi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:18 WIB

Perkuat Ekonomi Syariah, Wagub Emil Ajak Universiti Malaya Berkolaborasi dengan Kampus dan Pesantren Jatim

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Tunjangan Guru Kemenag Naik 700 Persen, Puguh DPRD Jatim Minta Anggaran Pendidikan Tepat Sasaran

Rabu, 5 Agustus 2026 - 03:00 WIB

Gubernur Khofifah: Jawa Timur Siap Jadi Pusat Pengembangan Vokasi Nasional, Sambut Rektor dan Dekan di OLIVIA XI 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:24 WIB

120 Siswa SMAIT Al Uswah Belajar Politik, Lilik DPRD Jatim: Kebijakan Publik Berawal dari Politik

Berita Terbaru

WhatsApp