Perkuat Demokrasi Sehat, Lia Istifhama Dorong Peran Strategis Duta Parlemen Muda

Editor Yoyok

- Author

Selasa, 28 April 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Editor: Yoyok

Surabaya — Pelantikan Duta Parlemen Muda Indonesia tingkat kabupaten/kota se Indonesia menjadi momentum penting dalam memperkuat peran generasi muda sebagai pilar demokrasi masa depan.

Ribuan kandidat telah melalui proses seleksi, hingga akhirnya terpilih sosok-sosok muda yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah dinamika politik saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menyampaikan pesan mendalam yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan demokrasi yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.

Pesan Lia Istifhama: Demokrasi Butuh Pemikiran Kritis yang Konstruktif

Dalam petikan wawancara, Lia Istifhama menegaskan bahwa para Duta Parlemen Muda merupakan representasi dari ribuan generasi muda yang memiliki potensi besar.

“Kalian terpilih dari ribuan kandidat. Artinya, kalian adalah bagian dari generasi yang diharapkan mampu mendukung keberlanjutan demokrasi tanpa membangun pemikiran yang kontradiktif terhadap kritik generasi muda. Justru, kecerdasan membaca realitas isu terkini harus menjadi kekuatan utama,” tutur Politisi muda, Lia, pada Senin (27/4/2026).

Ia menekankan bahwa kritik tetap diperlukan dalam demokrasi, namun harus dibangun secara konstruktif, bukan destruktif. Generasi muda diharapkan mampu menjadi penyeimbang yang objektif dan solutif.

Membangun Kesepahaman di Tengah Perbedaan

Lebih lanjut, Lia Istifhama mengajak generasi muda untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber konflik.

“Kita perlu membangun kesepahaman di tengah perbedaan, serta menguatkan pendidikan politik yang persuasif demi keberlanjutan demokrasi,” tambahnya.

Pendekatan persuasif dalam pendidikan politik dinilai menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat tanpa memicu polarisasi.

Nilai Keislaman dalam Praktik Politik yang Sehat

Dalam pandangannya, Lia Istifhama juga mengaitkan peran generasi muda dengan nilai-nilai keislaman yang universal.

BACA JUGA  Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

“Islam rahmatan lil’alamin mengajarkan bahwa setiap umat memiliki tanggung jawab kekhalifahan. Ini harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang sehat, tepat, dan penuh keyakinan,” jelasnya.

Konsep ini menekankan bahwa setiap individu memiliki peran strategis dalam menciptakan kebaikan bersama, termasuk dalam ranah politik.

Optimisme dalam Setiap Ikhtiar

Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dan keyakinan dalam setiap langkah positif yang diambil generasi muda.

“Setiap ikhtiar positif pasti memiliki masa panen. Termasuk dalam proses politik yang dijalani dengan niat baik dan cara yang benar,” tegas Lia.

Pesan ini menjadi dorongan moral agar generasi muda tidak mudah pesimis dalam menghadapi tantangan politik yang kompleks.

Peran Strategis Duta Parlemen Muda

Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar. Para Duta Parlemen Muda diharapkan mampu: Menjadi jembatan aspirasi masyarakat, Mengedukasi publik tentang politik yang sehat, Menghadirkan narasi positif dalam ruang demokrasi dan Mendorong partisipasi aktif generasi muda.

Dengan bekal pemahaman politik yang matang dan nilai moral yang kuat, mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan yang berkelanjutan.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis
Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu
Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama
Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda
Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan
Cegah Insiden Keracunan MBG, Senator Lia Dorong Penguatan Holding Time dan Keterbukaan Informasi
Hearing MBG di DPRD Sidoarjo Tak Dihadiri BGN, Dhamroni Dorong Audit Operasional SPPG
Trans Jatim Kian Populer, Program Khofifah-Emil Permudah Mobilitas Masyarakat Jatim
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:39 WIB

Rafi DPRD Sidoarjo Minta Penertiban PKL di Krembung Tetap Humanis

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIB

Adi Prayitno: Presiden Tak Bisa Diturunkan di Tengah Jalan, Masyarakat Tunggu Pemilu

Minggu, 6 September 2026 - 11:44 WIB

Lelang Lukisan Hadratussyekh Hasyim Asy’ari di Muktamar NU Dimenangkan Senator Lia Istifhama

Sabtu, 5 September 2026 - 23:30 WIB

Bro Ryan Ungkap Tidar Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Sekolah Politik Anak Muda

Jumat, 4 September 2026 - 12:07 WIB

Balita Tiga Tahun Dianiaya Ibu dan Pacar, Puguh DPRD Jatim: Perda Perlindungan Anak Harus Ditegakkan

Berita Terbaru

WhatsApp