Jakarta – Ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam acara Halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (malam).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus Ikatan Alumni PMII (IKA PMII), di antaranya Andi Jamaro Dulung, Ajengan Endin AJ Soefihara, Idrus Marham, Ketua Umum PB IKA PMII KH Fathan Subchi, Sekjen PB IKA PMII M Nur Purnamasidi, serta Bendahara Umum PB IKA PMII Arif Rahman.
Turut hadir pula sejumlah pejabat negara, seperti Menteri Koordinator PM RI KH A Muhaimin Iskandar, Menteri Agama Anre Gurutta Nasaruddin Umar, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, Ketua KPU Mochammad Afifuddin, hingga Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Makruf.
Selain itu, acara juga dihadiri kepala daerah, pimpinan perguruan tinggi, unsur pimpinan DPR RI, organisasi kepemudaan, serta kader PMII dari berbagai wilayah.
Wakil Sekretaris Jenderal IKA PMII Firman Syah Ali mengatakan, rangkaian sambutan para senior menekankan pentingnya kebangkitan dan persatuan kader PMII menjelang Muktamar NU.
“Setelah menyimak sambutan, tausiyah, dan orasi dari para sesepuh, saya menyimpulkan bahwa PMII diajak untuk bangkit dan bersatu menjelang Muktamar NU. Jangan hanya menjadi penonton sejarah yang pasif,” ujar Firman.
Ia menyebut PMII memiliki posisi strategis dalam Nahdlatul Ulama (NU), mengingat banyak kadernya yang memiliki hak suara dalam forum muktamar.
“Sebagaimana disampaikan, sebagian besar pemilik suara dalam Muktamar NU berasal dari kader PMII. Karena itu, momentum ini harus dimanfaatkan untuk konsolidasi dan memperkuat peran,” jelasnya.
Firman juga mengibaratkan forum halalbihalal tersebut sebagai pemicu kebangkitan kader.
“Forum ini menjadi momentum untuk membangunkan potensi besar kader PMII. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam perjalanan organisasi,” tutupnya.
Editor : Yoyok











