Senator Lia Istifhama Dorong Penguatan Budaya, Majapahit Disinggung di Rapat dengan Fadli Zon

- Pewarta

Senin, 6 April 2026 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komite III DPD RI Lia Istifhama bersama Menteri Kebudayaan RI Fadlizon. (Foto : Istimewa)

Anggota Komite III DPD RI Lia Istifhama bersama Menteri Kebudayaan RI Fadlizon. (Foto : Istimewa)

Jakarta – Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama, membawa semangat kejayaan sejarah Nusantara ke meja diplomasi parlemen. Dalam rapat koordinasi bersama Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Gedung DPD RI Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026), senator yang akrab disapa Ning Lia ini menyampaikan pentingnya menjaga marwah sejarah Majapahit hingga Walisongo sebagai pilar identitas bangsa.

Dalam rapat tersebut, Ning Lia menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan engine of growth atau mesin pertumbuhan bagi ekonomi bangsa. Ia secara spesifik mengangkat potensi besar Jawa Timur sebagai pusat situs arkeologi terbesar di Indonesia.

“Jawa Timur adalah rumah bagi situs Majapahit dan naskah-naskah kuno era Walisongo. Manuskrip-manuskrip ini adalah identitas local wisdom kita yang tidak ternilai,” ujar keponakan Gubernur Jatim tersebut.

Sekedar diketahui, Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar di Nusantara yang berdiri dari tahun 1293 hingga sekitar 1527 Masehi.

Berpusat di Jawa Timur, tepatnya di wilayah Trowulan, Mojokerto, kerajaan ini dikenal karena keberhasilannya menyatukan sebagian besar wilayah Nusantara di bawah satu kekuasaan.

Ning Lia mendorong agar pemerintah pusat melakukan langkah pelestarian yang lebih detail dan holistik. Menurutnya, digitalisasi naskah kuno adalah harga mati agar kekayaan intelektual leluhur tidak lekang oleh zaman dan tetap relevan bagi generasi mendatang.

Tak hanya bicara sejarah makro, Ning Lia juga memberikan kritik konstruktif yang menyasar dunia sastra dan perfilman. Ia berharap Kementerian Kebudayaan memberikan stimulus agar setiap karya tulis, baik novel maupun jurnal ilmiah, menyertakan penjelasan budaya lokal.

“Kita perlu meniru naskah luar negeri. Mereka selalu menyertakan footnote (catatan kaki) untuk menjelaskan istilah khas budaya mereka. Kita pun harus begitu : istilah seperti Ludruk, Keroncong, atau Campursari harus dijelaskan secara detail dalam naskah agar pembaca global memahaminya,” urai politisi yang dikenal santun ini.

BACA JUGA  Serentak di 11 Kabupaten, Gubernur Khofifah Gaungkan Komitmen Jatim Jadi Garda Industri Gula Nasional

Langkah sederhana namun komprehensif ini dinilai sangat efektif untuk memperkenalkan kekayaan diksi budaya Indonesia ke kancah internasional.

Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan strategis. Komite III DPD RI resmi mendukung penguatan kebijakan pemajuan kebudayaan nasional sebagai fondasi pembangunan nasional.

Kabar baiknya, Kementerian Kebudayaan juga memberikan lampu hijau terhadap RUU tentang Bahasa Daerah usulan DPD RI untuk dibahas pada tahun 2026.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyambut hangat masukan tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi di seluruh provinsi, termasuk melibatkan DPD RI dalam pengawasan program di lapangan.

“Kami akan menggandeng sektor swasta untuk mempercepat revitalisasi cagar budaya, situs bersejarah, hingga museum secara berkelanjutan,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebijakan Baru Prabowo soal Ekspor SDA Diperdebatkan, BUMN Jadi Sorotan
Presiden Prabowo Terbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA, Kekayaan Alam Diprioritaskan untuk Rakyat
Kurs Dolar Naik hingga Rp17.600, Ketua Komisi XI DPR RI Soroti Langkah Bank Indonesia
Wagub Emil Jadi Pembicara UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026
Gus Ipul Prihatin Kasus Pesantren Pati, Kemensos Siapkan Layanan Psikososial untuk Korban
Cak Imin Alarm Bahaya Kekerasan Seksual di Pesantren: Jangan Mudah Beri Izin Lembaga
KTT ASEAN ke-48 Digelar di Cebu, Presiden Prabowo Bawa Misi Penguatan Stabilitas Kawasan
Hadapi Ancaman Dunia Maya, Meutya Hafid Minta Generasi Muda Perkuat Kesadaran Diri

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:56 WIB

Kebijakan Baru Prabowo soal Ekspor SDA Diperdebatkan, BUMN Jadi Sorotan

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:32 WIB

Presiden Prabowo Terbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA, Kekayaan Alam Diprioritaskan untuk Rakyat

Senin, 18 Mei 2026 - 12:00 WIB

Kurs Dolar Naik hingga Rp17.600, Ketua Komisi XI DPR RI Soroti Langkah Bank Indonesia

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:57 WIB

Wagub Emil Jadi Pembicara UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia-Pacific Forum 2026

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:28 WIB

Gus Ipul Prihatin Kasus Pesantren Pati, Kemensos Siapkan Layanan Psikososial untuk Korban

Berita Terbaru