Jakarta – Polemik kasus kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren di Pati, Jawa Tengah, menuai sorotan publik.
Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras dugaan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pesantren tersebut.
“Kita akan melakukan pendampingan dan asesmen. Jadi, beberapa pendamping kami sedang mencoba melakukan komunikasi dan pendampingan. Kami siap membantu jika diperlukan layanan-layanan psikososial, termasuk layanan residensial,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul itu melalui akun TikTok @kemensosri, Sabtu (9/5/2026).
Gus Ipul menegaskan, Kementerian Sosial siap membantu para korban agar segera mendapatkan layanan pemulihan, baik secara mental maupun fisik.
“Terus terang, kami tidak hanya prihatin, tetapi juga mengecam keras dan sangat kecewa. Ada pesantren yang dijadikan kedok untuk melakukan hal-hal yang tidak seharusnya terjadi di dunia pesantren,” tegasnya.
Gus Ipul mengajak seluruh pihak memberikan perlindungan kepada para santri, termasuk korban maupun santri lain yang berada di lingkungan pesantren tersebut.
“Untuk itu, mari kita jaga para santri ini. Tidak hanya yang menjadi korban, tetapi juga seluruh santri di sana harus mendapatkan perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan,” katanya.
Selain itu, Gus Ipul menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap lembaga pendidikan pesantren. Namun, ia meminta masyarakat tidak menggeneralisasi seluruh pesantren atas kasus tersebut.
“Kita harus memberikan pengawasan secara ketat. Jangan disamaratakan, karena banyak pesantren yang sungguh-sungguh mendidik para santri. Tetapi kalau ada pesantren seperti ini, tentu menodai citra pesantren lainnya,” jelasnya.
Menurut Gus Ipul, keselamatan dan masa depan para santri harus menjadi perhatian utama apabila nantinya ada langkah penutupan terhadap pesantren tersebut.
“Yang harus dipikirkan adalah para santrinya. Kalau memang harus ditutup, maka harus dicarikan solusi untuk para santri. Sementara pelakunya harus dihukum seberat-beratnya,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











